Bandung, 22 Agustus 2025
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bandung II sebagai Bendahara Umum Negara di daerah dikuatkan perannya sebagai Financial Advisor atas pengelolaan dana APBN maupun Transfer ke Daerah. Pelaksanaan Financial Advisory terbagi menjadi dua yaitu Central Government Advisory yang dilaksanakan ke satuan kerja dan Local Government Advisory yang dilakukan ke Pemda mitra KPPN.
Pelaksanaan kegiatan Central Government Advisory dilakukan ke 5 (lima) satuan kerja setiap bulan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja pelaksanaan anggarannya. Pada kesempatan tersebut pada tanggal 14 Agustus 2025 telah dilakukan kunjungan ke Satker Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan oleh Kepala KPPN Bandung II dan Tim.
Pada kesempatan tersebut, Tim dari KPPN Bandung II disambut oleh Kepala Balai Bapak Handri Alun B. Beliau sangat senang mendapat kunjungan dari KPPN dalam rangka peningkatan kinerja anggaran, karena dari pusatpun secara berkala melakukan monitoring capaian IKPA. Kepala KPPN, Jumiarsih menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka implementasi penguatan peran KPPN sebagai Central Government Advisory agar kinerja pelaksanaan anggaran satker menjadi lebih baik dan perlu pendalaman apabila terdapat permasalahan pada satker. “Nilai IKPA KPPN sangat dipengaruhi oleh kinerja pelaksanaan anggaran satker wilayah KPPN Bandung II. Oleh karena itu tidak bosan-bosannya KPPN selalu mendorong dan melakukan monitoring capaian IKPA satker-satker. Nilai IKPA KPPN Bandung II bulan Juli 2025 mendapat 96,04, sedangkan bulan Agustus ini masih berada pada posisi 70,93 karena bulan Agustus belum berakhir, pengisian capaian output dilakukan awal September nanti ”, jelas Jumiarsih. Bagaimana mendapatkan nilai IKPA secara maksimal, meminimalisir terjadinya retur SP2D, monitoring sertifikasi pejabat perbendaharaan karena tahun 2026 baik PPK maupun PP SPM wajib memiliki sertifikat kompetensi, mendorong digitalisasi pembayaran tak lupa disampaikan oleh beliau.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pengenalan inovasi SIKEREN yang disampaikan oleh Fitriyah R. Fatinana. SIKEREN (Sistem Evaluasi Kinerja PPNPN) adalah inovasi KPPN Bandung II yang diluncurkan sejak 31 Desember 2024. Inovasi ini hadir untuk mendorong kinerja Tenaga Alih Daya (PPNPN) agar lebih produktif, transparan, dan berbasis data.
Sebelumnya, evaluasi kinerja PPNPN masih bersifat subjektif dan minim umpan balik. SIKEREN menjadi solusi nyata dengan menyediakan alat ukur kinerja yang objektif, adil, dan terstandarisasi, sekaligus menjadi dasar pemberian reward dan punishment yang tepat.
Bagi individu, SIKEREN memberikan umpan balik konstruktif, meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja, membuka peluang pengembangan karier, serta mendorong inisiatif dan inovasi. Sedangkan bagi organisasi, sistem ini membantu menciptakan budaya kerja berbasis kinerja, meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat akuntabilitas, serta mengefisienkan pengelolaan SDM.
Keunggulan SIKEREN terletak pada indikator kinerja yang jelas dan terukur, fleksibilitas menyesuaikan karakter unit kerja, kemudahan integrasi dengan sistem lain, serta dukungan penuh regulasi. Implementasinya ditopang oleh SOP terstruktur, pemanfaatan teknologi Microsoft Forms, serta strategi keberhasilan berupa perencanaan matang, pelatihan, monitoring berkala, dan peningkatan berkelanjutan.
Dengan penerapan SIKEREN, KPPN Bandung II optimis mampu menciptakan budaya pembelajaran berkelanjutan, meningkatkan motivasi SDM, dan mendukung tercapainya visi serta misi organisasi.(jj)






