Bandung, 24 Juli 2026
Kinerja APBN di wilayah kerja KPPN Bandung II hingga Semester I Tahun 2026 menunjukkan tren yang tetap positif. Di tengah dinamika perekonomian global, APBN terus berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi mendorong pertumbuhan, serta mendukung pelaksanaan program pembangunan.
KPPN Bandung II sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan mengelola pelaksanaan APBN pada 19 Kementerian/Lembaga serta BA BUN 999. Selain itu, KPPN Bandung II juga menyalurkan Transfer ke Daerah kepada Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Sampai dengan Semester I Tahun 2026, realisasi Penerimaan Dalam Negeri mencapai Rp493,12 miliar atau 59,57 persen dari target sebesar Rp827,81 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi penerimaan tumbuh 17 persen (yoy). Peningkatan tersebut terutama didorong oleh PNBP Lainnya yang mencapai Rp177,52 miliar atau 124 persen dari target dan tumbuh 36,14 persen (yoy). Sementara itu, Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) terealisasi sebesar Rp315,59 miliar atau 46,09 persen dari target dan tumbuh 8,42 persen (yoy).
Dari sisi belanja, pagu Belanja Negara pada wilayah kerja KPPN Bandung II tahun 2026 mencapai Rp23,171 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan pagu sebesar Rp22,029 triliun. Hingga Semester I tahun 2026, realisasi Belanja Negara telah mencapai Rp11,734 triliun atau 50,64 persen dari pagu dan tumbuh 29,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Realisasi Belanja Negara tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp8,555 triliun atau 49,52 persen dari pagu Rp17,276 triliun, serta Transfer ke Daerah sebesar Rp3,178 triliun atau 53,92 persen dari pagu Rp5,895 triliun.
Belanja Pemerintah Pusat menunjukkan akselerasi yang kuat dengan pertumbuhan 64,71 persen (yoy). Realisasi Belanja Pegawai mencapai Rp5,281 triliun atau 53,42 persen dari pagu. Belanja Barang terealisasi Rp1,441 triliun atau 35,87 persen dari pagu. Sementara Belanja Modal mencapai Rp1,832 triliun atau 54,36 persen dari pagu dan tumbuh sangat signifikan sebesar 211,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sampai dengan Semester I tahun 2026 tidak terdapat Belanja Bantuan Sosial pada wilayah kerja KPPN Bandung II.
Berdasarkan pagu anggaran, lima Kementerian/Lembaga dengan alokasi terbesar adalah Kementerian Agama (Rp5,787 triliun), Kementerian Pekerjaan Umum (Rp5,615 triliun), Kementerian Pertahanan (Rp5,241 triliun), Kementerian Perhubungan (Rp731,69 miliar), dan Mahkamah Agung (Rp418,6 miliar). Dari kelompok tersebut, Mahkamah Agung mencatat realisasi tertinggi sebesar 57,41 persen (Rp240,3 milyar), Kementerian Pertahanan mencatat realisasi 56,68 persen atau Rp2,970 triliun, disusul Kementerian Agama 44,39 persen atau sebesar Rp2,568 triliun dan Kementerian Pekerjaan Umum 41,08 persen atau sebesar Rp2,307 triliun. Penyaluran Transfer ke Daerah sampai dengan 30 Juni 2026 telah mencapai Rp3,178 triliun atau 53,92 persen dari pagu. Dana Bagi Hasil telah tersalurkan sebesar Rp142,89 miliar atau 39,56 persen dari pagu. Dana Alokasi Umum terealisasi sebesar Rp2,061 triliun atau 56,61 persen dari pagu. Dana Transfer Khusus terealisasi sebesar Rp919,59 miliar atau 51,33 persen dari pagu, yang berasal dari DAK Nonfisik Rp919,59 milyar dan DAK Fisik Rp375 juta. Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp54,909 miliar atau 54,52 persen dari pagu.
Kinerja APBN wilayah KPPN Bandung II sampai dengan Semester I tahun 2026 menunjukkan bahwa APBN terus bekerja secara efektif dalam mendukung penyelenggaraan layanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, konektivitas transportasi, pertahanan, serta berbagai program prioritas pemerintah. KPPN Bandung II akan terus mendorong percepatan pelaksanaan belanja, khususnya belanja barang dan belanja modal, agar manfaat APBN dapat dirasakan masyarakat secara lebih cepat dan optimal serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*)


















