Bandung, 22 Mei 2026
Hari Selasa tanggal 19 Mei 2026, pada Konferensi Pers APBN KiTA Menteri Keuangan menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, fondasi ekonomi Indonesia tetap solid dengan realisasi APBN yang menunjukkan tren sangat positif.
Hal tersebut sejalan dengan kinerja APBN lingkup wilayah kerja KPPN Bandung II sampai dengan akhir April 2026 baik pendapatan maupun belanja negara tumbuh positif (yoy).
KPPN Bandung II sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan-Kementerian Keuangan bermitra kerja dengan satuan kerja Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Sampai dengan bulan April 2026 KPPN Bandung II mempunyai mitra sebanyak 20 K/L (termasuk BA BUN 999). Mitra Pemerintah Daerah penerima transfer ke daerah dari KPPN Bandung II adalah Pemerintah Daerah Kota Bandung dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung.
Sampai dengan akhir April 2026 kinerja Penerimaan Dalam Negeri pada KPPN Bandung II sebesar 42,94 % dari target dan mengalami pertumbuhan sebesar 21,36 (yoy) seiring dengan pertumbuhan penerimaan PNBP yang tumbuh 21,36% (yoy). PNBP tesebut terdiri dari penerimaan PNBP lainnya sebesar 83,26 % dari target atau sebesar Rp. 132,42 milyar dan Pendapatan BLU sebesar 33,57% dari target atau sebesar Rp. 229,87 milyar.
Sementara belanja negara yang dikelola KPPN Bandung II dengan pagu sebesar Rp. 22,005 triliun yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat dengan pagu sebesar Rp. 16,110 triliun atau naik Rp.1,777 triliun dibandingkan pagu tahun lalu sebesar Rp. 14,333 triliun. Sedangkan pagu Belanja Transfer ke Daerah sebesar Rp. 5,895 triliun turun Rp. 1,80 triliun dibandingkan tahun lalu. Pagu TKD tahun lalu sebesar Rp.7,695 triliun.
Belanja Negara per 31 April 2026 mencapai realisasi Rp.7,26 T atau 32,99% dari pagu, tumbuh 28,05% (yoy). Belanja Negara ini terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat oleh K/L sebesar Rp. 4,935 T atau 30,63% dan Belanja Transfer ke Daerah sebesar Rp. 2,324 T atau 39,43% dari pagu.
Belanja Pemerintah Pusat yang tersebar pada 19 K/L mencapai nilai Rp4,935 T dari pagu Rp.16,11 T atau 30,63%, tumbuh 60,71% (yoy). Belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal semua tumbuh positif. Realisasi Belanja pegawai telah mencapai 36,21% dari pagu, belanja barang 20,05%, belanja modal mencapai 27,08% dari pagu dan mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 142,9% (yoy).
Dari 19 K/L tersebut lima K/L yang memiliki pagu tertinggi adalah Kementerian Agama dengan pagu 5,335 T, disusul oleh Kementerian PU, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan dan Mahkamah Agung.
Realisasi belanja Pemerintah Pusat secara terinci sebagai berikut:
- Belanja pegawai sebesar Rp.3,314 triliun atau 36,21% dari pagu Rp.9,154 triliun
- Belanja barang sebesar Rp.750 milyar atau 20,05% dari pagu Rp.3,740 triliun
- Belanja modal sebesar Rp.870,62 milyar atau 27,08% dari pagu Rp.3,215 triliun
Sampai dengan April 2026 tidak ada belanja bantuan sosial pada KPPN Bandung II.
Belanja TKD sampai dengan 31 April 2026 telah mencapai 39,43% dari pagu atau sebesar Rp. 2,324 T. Dana Bagi Hasil telah tersalurkan sebesar Rp. 89,25 milyar atau 24,71% dari pagu. DAU telah terealisasi sebesar Rp.1,461 T atau 40,14% dari pagu. DAK non Fisik telah tersalurkan sebesar Rp.769,1 M atau 42,95% dari pagu. Dana Desa tersalurkan sebesar Rp. 4.929 milyar atau 4,9% dari pagu. Sedangkan DAK Fisik belum tersalurkan sama sekali.
KPPN Bandung II pada berbagai kesempatan mendorong satker untuk segera merealisasikan belanja barang dan modal karena akselerasi belanja lebih awal pada kedua belanja tersebut sebagai pendorong pada pertumbuhan ekonomi. (jj)



















