Bandung, 11 Juni 2026
Kinerja APBN di wilayah kerja KPPN Bandung II hingga 31 Mei 2026 menunjukkan tren yang tetap positif. Di tengah dinamika perekonomian global, APBN terus berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik.
KPPN Bandung II sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan mengelola pelaksanaan APBN pada 19 Kementerian/Lembaga serta BA BUN 999. Selain itu, KPPN Bandung II juga menyalurkan Transfer ke Daerah kepada Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Sampai dengan akhir Mei 2026, realisasi Penerimaan Dalam Negeri mencapai Rp416,53 miliar atau 49,20 persen dari target sebesar Rp846,61 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi penerimaan tumbuh 13,73 persen (yoy). Peningkatan tersebut terutama didorong oleh PNBP Lainnya yang mencapai Rp155,13 miliar atau 95,81 persen dari target dan tumbuh 39,57 persen (yoy). Sementara itu, Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) terealisasi sebesar Rp261,39 miliar atau 38,18 persen dari target.
Dari sisi belanja, pagu Belanja Negara pada wilayah kerja KPPN Bandung II tahun 2026 mencapai Rp22,172 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan pagu sebesar Rp22,029 triliun. Hingga 31 Mei 2026, realisasi Belanja Negara telah mencapai Rp9,140 triliun atau 41,22 persen dari pagu dan tumbuh 29,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Belanja Negara tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp6,400 triliun atau 39,32 persen dari pagu Rp16,277 triliun, serta Transfer ke Daerah sebesar Rp2,740 triliun atau 46,48 persen dari pagu Rp5,895 triliun.
Belanja Pemerintah Pusat menunjukkan akselerasi yang kuat dengan pertumbuhan 62,23 persen (yoy). Realisasi Belanja Pegawai mencapai Rp4,037 triliun atau 44,06 persen dari pagu. Belanja Barang terealisasi Rp1,061 triliun atau 27,43 persen dari pagu. Sementara Belanja Modal mencapai Rp1,303 triliun atau 40,10 persen dari pagu dan tumbuh sangat signifikan sebesar 164,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sampai dengan Mei 2026 tidak terdapat realisasi Belanja Bantuan Sosial pada wilayah kerja KPPN Bandung II.
Berdasarkan pagu anggaran, lima Kementerian/Lembaga dengan alokasi terbesar adalah Kementerian Pekerjaan Umum (Rp5,495 triliun), Kementerian Agama (Rp5,336 triliun), Kementerian Pertahanan (Rp4,898 triliun), Kementerian Perhubungan (Rp718,00 miliar), dan Mahkamah Agung (Rp412,97 miliar). Dari kelompok tersebut, Kementerian Pertahanan mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp2,287 triliun, disusul Kementerian Agama sebesar Rp1,938 triliun dan Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp1,626 triliun.
Penyaluran Transfer ke Daerah sampai dengan 31 Mei 2026 telah mencapai Rp2,740 triliun atau 46,48 persen dari pagu. Dana Bagi Hasil telah tersalurkan sebesar Rp106,97 miliar atau 29,61 persen dari pagu. Dana Alokasi Umum terealisasi sebesar Rp1,754 triliun atau 48,17 persen dari pagu. Dana Transfer Khusus terealisasi sebesar Rp849,38 miliar atau 47,39 persen dari pagu, yang seluruhnya berasal dari DAK Nonfisik karena DAK Fisik belum tersalurkan. Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp29,70 miliar atau 29,49 persen dari pagu.
Kinerja APBN wilayah KPPN Bandung II sampai dengan Mei 2026 menunjukkan bahwa APBN terus bekerja secara efektif dalam mendukung penyelenggaraan layanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, konektivitas transportasi, pertahanan, serta berbagai program prioritas pemerintah. KPPN Bandung II akan terus mendorong percepatan pelaksanaan belanja, khususnya belanja barang dan belanja modal, agar manfaat APBN dapat dirasakan masyarakat secara lebih cepat dan optimal serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*)


















