Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuntut sistem monitoring yang andal, terintegrasi, dan mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan berbasis data. Dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut, Direktorat Jenderal Perbendaharaan melakukan transformasi digital melalui pengembangan MyIntress sebagai sistem monitoring pengelolaan APBN terintegrasi.
Sebelum MyIntress diimplementasikan, monitoring APBN didukung oleh aplikasi OM-SPAN dan MONSAKTI. Kedua aplikasi ini berperan penting dalam penyediaan informasi pelaksanaan anggaran dan transaksi keuangan negara. Namun, penggunaan sistem yang terpisah menimbulkan keterbatasan, antara lain fragmentasi data, keterbatasan tampilan lintas proses, serta kebutuhan pengolahan data tambahan oleh pengguna untuk keperluan analisis.
MyIntress hadir sebagai solusi atas tantangan tersebut. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-19/PB/2025, MyIntress merupakan sistem monitoring data dan transaksi keuangan negara yang terintegrasi dan bersumber dari SPAN serta SAKTI. Sistem ini mencakup seluruh siklus pengelolaan APBN, mulai dari penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan, melalui berbagai modul yang disajikan dalam satu dashboard terpadu.
Sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah, KPPN Baubau memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan APBN berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Kehadiran MyIntress menjadi alat bantu penting bagi KPPN Baubau dalam menjalankan fungsi monitoring dan layanan kepada satuan kerja. Melalui MyIntress, KPPN Baubau dapat memantau realisasi anggaran dan status revisi DIPA secara lebih cepat dan terintegrasi, Mengidentifikasi potensi permasalahan pelaksanaan anggaran, seperti keterlambatan pembayaran atau ketidaksesuaian data, mendukung layanan konsultasi kepada satker melalui pemanfaatan data yang lebih komprehensif dan mutakhir.
Dashboard MyIntress memungkinkan petugas di KPPN Baubau untuk melihat kondisi pelaksanaan APBN secara ringkas namun mendalam, sehingga berfungsi sebagai early warning system dalam pengelolaan keuangan negara di wilayah kerjanya. Sampai dengan saat ini terdapat 151 Pengguna Aktif lever satker dan 14 pengguna aktif level KPPN. Ke depan, optimalisasi pemanfaatan MyIntress diharapkan dapat semakin memperkuat peran KPPN Baubau sebagai garda terdepan dalam menjaga akuntabilitas dan kinerja pelaksanaan APBN


