Kinerja APBN hingga semester pertama tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat.
Menkeu Purbaya pada konferensi pers #APBNKiTa Juli 2026 secara tegas menyatakan bahwa fundamental APBN dan ekonomi Indonesia yang baik ini telah diakui oleh dua lembaga pemeringkat sekaligus.
Pertama, yaitu S&P yang tetap mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Kedua, Lianhe, lembaga pemeringkat asal Tiongkok, memberikan Indonesia rating AAA (terbaik) dengan outlook stabil dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap kuat di atas 5% sejak 2022 serta faktor lain seperti fundamental ekonomi yang solid, utang luar negeri yang relatif rendah, dan rasio utang pemerintah yang pruden.
Postur #APBNKiTa sampai dengan Semester I 2026:
Pendapatan Rp1.459,4 triliun
Belanja negara Rp1.656,0 triliun
Defisit APBN Rp196,5 triliun (0,76% PDB)
Surplus keseimbangan primer Rp85,1 triliun













