Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dalam Bekerja
Perkembangan teknologi dan arus informasi pada saat ini begitu cepat. KPPN Gunungsitoli merupakan bagian dari kantor pemerintah dalam menjalankan tugas dan pekerjaan sehari hari tidak lepas dari penggunaan teknologi informasi tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi itu maka harapan dan tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat semakin tinggi.
Untuk menunjang pekerjaan berjalan dengan baik maka diperlukan sumber daya yang mumpuni. Pegawai merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam keberlangsungan organisasi. Kesejahteraan pegawai berupa kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kesehatan finansial menjadi modal utama agar dapat mendukung tujuan organisasi. Individu dengan well-being yang tinggi menjaga kesehatan secara fisik dan mental agar mampu menyelesaikan tantangan, mencapai kebahagiaan, dan kepuasan dalam kehidupan.
Menurut kamus American Psychological Association (APA), well-being adalah keadaan pada seorang individu yang digambarkan dengan adanya rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental, serta kualitas hidup yang baik. Menurut Undang-undang No. 17 tahun 2023 konsep kesehatan mental adalah kesehatan jiwa. Kesehatan jiwa merupakan kondisi di mana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja, secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.
Ketika bekerja, terkadang performa dan produktifitas pegawai dapat dipengaruhi oleh kebahagiaan/kesejahteraan yang dirasakan atau dialami oleh seorang pegawai. Ketika pegawai merasa kurang puas, atau tidak merasa bahagia memungkinkan untuk terjadinya penurunan produktifitas yang berpengaruh pada performa kerja.
Salah satu alasan mengapa begitu banyak orang dengan kinerja tinggi mengalami kelelahan atau burn out adalah karena mereka terlalu sering menggunakan kekuatan mereka-seperti ketahanan atau kemampuan untuk fokus-dalam menyelesaikan pekerjaan, mereka melewatkan sinyal peringatan yang dikirimkan tubuh mereka, yang memberi tahu bahwa mereka perlu rehat sejenak.
Terdapat beberapa cara sederhana yang mampu meningkatkan well-being. Cara yang dimaksud adalah dengan mengekspresikan rasa syukur dalam bentuk tulisan, selalu bersyukur dengan apa yang telah terjadi pada hari ini, melakukan kebaikan, mengasah kualitas diri, menggambarkan diri ideal di masa depan, dan bermeditasi.
Upaya yang dilakukan oleh KPPN Gunungsitoli sebagai instansi dalam membangun Well-Being adalah dengan secara rutin melaksanakan kegiatan bintal, mendorong membentuk komunitas olahraga/ hobby, rutin melaksanakan kegiatan CnC dengan atasan langsung, rutin mengadakan cek kesehatan oleh dokter kantor dan melakukan kegiatan knowing employee baik pegawai maupun PPNPN, pelaksanaan WFHb bagi pegawai yang berminat, pelaksanaan capacity building, penyesuaian layout kantor dan ruangan yang modern dan fresh agar nyaman bekerja dan mengurangi kejenuhan. Semakin banyak aktivitas positif yang kita lakukan terlebih di lingkungan kantor, maka well-being akan meningkat secara signifikan.
Penulis :
Asep Suryadi (Kepala Subbagian Umum KPPN Gunungsitoli)




