Validasi OMSPAN: Pastikan Data Capaian Output Anda Tidak Bermasalah
Oleh: Josua Henriko Tua Sihombing (JF PTPN Terampil)
Validasi data capaian output adalah proses penting untuk memastikan bahwa pelaporan kinerja anggaran oleh satuan kerja (Satker) sesuai dengan realisasi anggaran dan target output yang tercantum dalam DIPA. Proses ini dilakukan melalui aplikasi OMSPAN dan memiliki dampak langsung terhadap penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).
Mengapa hal ini penting? Validasi bukan hanya sekadar pemeriksaan teknis, tetapi juga menjadi jaminan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran. Dengan validasi yang tepat, Satker dapat menghindari kesalahan pelaporan yang berpotensi menurunkan nilai IKPA dan memengaruhi penilaian kinerja.
Pelaksanaan validasi ini didasarkan pada sejumlah regulasi, seperti Undang-Undang Keuangan Negara, Perbendaharaan Negara, serta peraturan Menteri Keuangan dan Perdirjen Perbendaharaan yang mengatur tata cara pelaporan dan penilaian kinerja anggaran. Regulasi ini memastikan bahwa setiap langkah pelaporan memiliki standar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Alur validasi dimulai dari pengisian data capaian output di aplikasi SAKTI oleh operator Satker, yang mencakup progres capaian (PCRO), realisasi volume (RVRO), dan keterangan pendukung. Data tersebut kemudian dikirim ke OMSPAN untuk diproses secara otomatis. Sistem akan melakukan validasi berdasarkan delapan variabel kualitas data. Setelah itu, KPPN melakukan konfirmasi atas data yang dinilai anomali. Jika ditemukan ketidaksesuaian, Satker harus melakukan perbaikan data di SAKTI atau memberikan konfirmasi dengan penjelasan yang memadai melalui OMSPAN.
Berikut adalah delapan jenis validasi yang diterapkan, disajikan dalam bentuk visual yang menarik untuk memudahkan pemahaman:

Infografis ini menampilkan kode validasi, keterangan, serta tindak lanjut yang harus dilakukan Satker (Wajib Diperbaiki atau Wajib Konfirmasi).
Validasi ini sangat memengaruhi penilaian IKPA, di mana bobot capaian output mencapai 70% dari total nilai. Data yang tidak valid akan membuat nilai kinerja RO menjadi nol. Oleh karena itu, Satker perlu memastikan konsistensi antara PCRO, RVRO, dan realisasi anggaran, menghindari pengisian pecahan untuk satuan yang tidak diperbolehkan, serta segera melakukan perbaikan atau konfirmasi jika terkena validasi.
Kesimpulannya, validasi data capaian output bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan mekanisme pengendalian kualitas data yang menjamin akuntabilitas kinerja anggaran. Dengan mengikuti petunjuk teknis ini, Satker dapat menjaga akurasi pelaporan dan mempertahankan nilai IKPA secara optimal.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara melakukan perbaikan dan konfirmasi data capaian output, klik disini.




