Pada hari Kamis, 11 Juni 2020 KPPN Kolaka melaksanakan Rapat Koordinasi Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa TA 2020. Rapat dilakukan melalui media video conference yang dimulai pada pukul 09:00 WITA dan dihadiri oleh para Kepala BKAD, Kepala BPMD, dan Pendamping Desa dari masing-masing kabupaten.

Acara dimulai dengan dibuka oleh moderator yang dibawakan oleh Sukma Nugroho, Kepala Seksi Veraki KPPN Kolaka. Pembukaan diisi dengan acara perkenalan dari masing-masing peserta yang hadir.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Evaluasi Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa selama Semester I tahun 2020 yang disampaikan oleh Bapak Arief Rokhman selaku Kepala KPPN Kolaka. Disampaikan bahwa progress penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa seluruh kabupaten mitra kerja KPPN Kolaka sudah baik namun masih ada kendala yaitu belum munculnya menu pada Aplikasi Omspan yang dibutuhkan untuk penyaluran DAK Fisik Tahap II. Terkait masalah tersebut telah dilakukan koordinasi ke Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan.

Selanjutnya disampaikan sambutan Kepala Kantor Wilayah yang diwakili oleh Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPB Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, serta Kolaka Timur atas kinerja yang selama ini dinilai baik. Diharapkan agar penyaluran DAK Fisik yang mempunyai tujuan utama sebagai penyuedia fasilitas publik, peningkatan kapasitas SDM, dan penciptaan iklim investasi bisa memberikan dampak yang baik bagi masing-masing kabupaten. Disampaikan juga apresiasi atas telah tersalurkannya BLT Dana Desa tahap pertama terkait wabah Covid-19. Untuk kedepannya diharapkan permasalahan-permasalahan terkait penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa seperti retur SP2D dapat diminimalisir sehingga penyaluran bisa lebih cepat dilaksanakan.

Sesi selanjutnya merupakan penyampaian materi oleh Kepala Seksi Bank KPPN Kolaka, Bapak Andi Khairul Anam. Pada materi pertama disampaikan data kinerja penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa tahap pertama sebagai bahan evaluasi. Lalu disampaikan juga progres penyaluran dan realisasi tahap kedua sampai saat ini. Pemateri menyampaikan bahwa masing-masing pemerintah kabupaten telah menyampaikan perubahan PAGU terkait penanganan wabah covid-19.



