Jl. Moch. Toha Desa Kasturi - Kuningan

Pemanfaatan Cash Management System (CMS)

Dalam Upaya Meningkatkan  Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara

 

Pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, dan akuntabel merupakan aspek fundamental dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Satuan kerja (satker) sebagai entitas pelaksana anggaran memiliki peran penting dalam memastikan bahwa setiap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilaksanakan sesuai dengan prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Salah satu aktor kunci dalam proses tersebut adalah bendahara pengeluaran yang bertanggung jawab atas pengelolaan kas dan pelaksanaan transaksi keuangan.

Pada pelaksanaannya, pengelolaan keuangan secara konvensional yang masih mengandalkan metode manual dan transaksi tunai sering menghadapi berbagai kendala, seperti keterlambatan proses pembayaran, tingginya risiko kesalahan pencatatan, serta terbatasnya akses informasi secara real-time. Kondisi ini berpotensi menghambat efisiensi kerja dan melemahkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Oleh karena itu,  diperlukan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan pada satker.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah mendorong implementasi digitalisasi dalam sistem keuangan, salah satunya melalui pemanfaatan Cash Management System (CMS). CMS merupakan layanan perbankan berbasis elektronik yang memungkinkan satker melakukan transaksi keuangan secara non-tunai, cepat, dan terdokumentasi secara sistematis. Dengan adanya CMS, bendahara pengeluaran tidak lagi bergantung pada proses manual, melainkan dapat melakukan transaksi secara daring (online) yang terintegrasi dengan sistem perbankan

Pemanfaatan CMS pada satker KPPN Kuningan

Berdasarkan hasil monitoring tingkat pengguna CMS pada satker lingkup KPPN Kuningan pada tahun 2025 baru mencapai 40,58 %, artinya sebanyak 28 satker dari 69 satker yang memiliki rekening VA aktif sudah menggunakan CMS sebagai metode pembayaran oleh bendahara pengeluaran.Sedangkan tingkat transaksi penggunaan pembayaran melalui CMS sebesar 80,15%. Tingkat transaksi pembayaran CMS dihitung berdasarkan jumlah pembayaran yang dilakukan menggunakan CMS dibandingkan total transaksi pembayaran yang dilakukan dengan CMS, Debit dan penarikan melalui teller bank. Walaupun tingkat penggunaan CMS sudah lebih banyak dibandingkan dengan cara pembayaran yang lain, namun dibandingkan dengan jumlah UP yang dikelola bendahara pengeluaran, pengunaan CMS hanya sebesar 26,95%. Pembayaran melalui CMS sebagian besar digunakan untuk pembayaran honorarium kegiatan, perjalanan dinas, biaya pemeliharaan dan pembelian bahan sehari-hari perkantoran.  Kondisi alam Kabupaten Kuningan yang merupakan daerah pegunungan, menjadi salah satu kendala penggunaan CMS pada satuan kerja. Letak satuan kerja yang cukup jauh dari pusat kota menyebabkan bendahara enggan melakukan pembayaran secara digital, karena keterbatasan keberadaan ATM di wilayahnya.

Manfaat Cash Management System ( CMS)

Pemanfaatan CMS diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi pengelolaan keuangan, seperti pengurangan waktu transaksi, penurunan biaya operasional, serta peningkatan kecepatan dan ketepatan proses administrasi. Selain itu, CMS juga berkontribusi terhadap peningkatan akuntabilitas melalui penyediaan data transaksi yang lengkap, akurat, dan memiliki jejak audit (audit trail) yang jelas sehingga memudahkan proses pengawasan dan pemeriksaan.

Meskipun implementasi CMS telah dilakukan secara luas pada satker pengelola APBN, tingkat pemanfaatannya serta dampaknya terhadap efisiensi dan akuntabilitas masih perlu dievaluasi secara lebih mendalam. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penggunaan CMS benar-benar memberikan nilai tambah dalam pengelolaan keuangan negara serta untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya.

Peningkatan Akuntabilitas

Dari sisi akuntabilitas, CMS menyediakan fitur audit trail yang mencatat seluruh aktivitas transaksi beserta waktu dan pelaksanaannya. Hal ini memudahkan dalam proses pemeriksaan dan penelusuran apabila terjadi permasalahan. Selain itu, penggunaan CMS juga meningkatkan ketepatan dalam pelaporan keuangan, karena data yang digunakan bersumber langsung dari sistem yang terintegrasi. Risiko kesalahan pencatatan manual dapat diminimalisir, sehingga laporan keuangan menjadi lebih andal. Dengan demikian, bendahara pengeluaran dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan secara lebih baik kepada atasan maupun auditor.

Kendala Implementasi

Meskipun penggunaan CMS memiliki banyak manfaat, implementasi CMS juga menghadapi beberapa kendala antara lain  :

  1. Keterbatasan infrastruktur teknologi seperti jaringan internet menjadi kendala utama dalam penggunaan CMS. Misalnya didaerah tepencil atau pegunungan dimana Wilayah yang jauh dari pusat kota sering memiliki infrastruktur jaringan yang terbatas, seperti minimnya menara BTS atau jaringan fiber optik.
  2. Perbedaan sistem antar bank, tiap bank memiliki standar, fitur layanan, dan kemanan teknologi yang berbeda. Hal ini menyebabkan setiap pengguna harus memahami dan menyesuaikan dengan banyak mekanisme.
  3. Kemampuan sumber daya manusia yang belum merata dalam mengoperasikan sistem digital. Selain itu, masih terdapat sebagian pengguna yang belum sepenuhnya beralih dari metode konvensional ke sistem elektronik, sehingga pemanfaatan CMS belum optimal.

Strategi peningkatan pemanfaatan CMS

  1. Memperkuat tata kelola dan SOP CMS, dengan adanya fiur pemisahan antar fungsi sehingga dapat meminimalisirkesalahan dan pencegahan fraud dalam transaksi keuangan;
  2. Meningkatkan kompetensi pengguna SDM. Perbankan hendaknya dapat menyediakan panduan penggunaan CMS dan diadakan pelatihan bagi bendahara pengeluaran satuan kerja agar dapat mengetahui fitur dan menu pada aplikasi CMS serta informasi terbaru apabila terjadi pemutakhiran atau penambahan fitur. Sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan juga lebih efisien.
  3. Memanfaatkan fitur CMS secara maksimal. Sebagian besar satker hanya menggunakan CMS sebagai cara pembayaran kepada satu penerima, padahal masih banyak fitur yang dapat digunakan antara lain pengaturan waktu pembayaran, pembayaran secara massal ( bulk transfer ), rekonsiliasi rekening dan lain-lain. Apabila satker dapat memaksimalkan semua menu yang ada akan berdampak pada efisiensi waktu dan berkurangnya beban kerja manual.
  4. Sinergi dengan perbankan. CMS merupakan produk dari perbankan, oleh sebab itu diperlukan koordinasi aktif antara satuan kerja, KPPN dan Perbankan agar layanan CMS berjalan dengan lancar dan minimal gangguan.
  5. Penguatan keamanan transaksi. Keamanan penggunaan digital harus dijaga antara lain pembatan akses user sesuai dengan kewenangannya, keamanan penggunaan OTP/MFA, menjaga kerahasiaan pasword yang berdampak pada perlindungan dari penyalahgunaan APBN.

Penutup

Implementasi Cash Management System (CMS) pada bendahara pengeluaran terbukti mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. CMS memungkinkan transaksi dilakukan secara real-time, terdokumentasi dengan baik, serta mudah dipantau dan diaudit. Hal ini memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih baik.

 

 

 

Penulis : Yuni Indah Setyowati

(Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Penyelia KPPN Kuningan)

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

 

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search