Penulis: Mudrika Rilfie
Halo Sobat Cerdas, Pada Hari Jumat 13 Juni 2025 KPPN Muara Bungo mengadakan Capacity Building dengan tema Tingkatkan Sinergi Perkuat Kolaborasi Lintas Generasi bertempat di Aula KPPN Muara Bungo.
Kegiatan capacity building tidak menggunakan DIPA sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 terkait Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Kegiatan dipandu oleh Mudrika Rilfie selaku MC, acara dimulai dengan kegiatan doa bersama lalu dilanjutkan dengan olahraga bersama.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi menjembatani GAP antar generasi oleh Ibu Ambar Pusporini selaku Kepala KPPN Muara Bungo, dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa munculnya gap antar generasi dapat terjadi karena adanya perbedaan nilai dan budaya, perubahan teknologi, perubahan ekonomi, perbedaan dalam pendidikan, gaya hidup dan preferensi, perbedaan sosial dan politik, kurangnya pemahaman dan komunikasi.

Bagi organisasi, multigenerasi memiliki keuntungan antara lain:
- Peningkatan Empati : Interaksi reguler antara generasi yang berbeda memungkinkan setiap individu untuk terpapar pada berbagai perspektif. Gen X yang tumbuh di era transisi cenderung memiliki pola pikir yang mandiri dan adaptif, serta berkomunikasi dengan cara yang lebih formal. Sementara itu, Gen Y atau Millennials yang tumbuh di era digital memiliki pola pikir yang optimis dan ambisius, dengan gaya komunikasi yang lebih santai. Gen Z, yang lahir di era internet, memiliki pola pikir instan dan terampil dalam teknologi, dengan cara berkomunikasi yang cepat dan visual ;
- Reverse Mentoring : Dalam reverse mentoring, yang lebih tua tidak hanya berperan sebagai mentor, tetapi juga belajar dari yang lebih muda ;
- Kolaborasi yang beragam : Kolaborasi antara yang lebih tua dan muda dapat menciptakan kombinasi yang kuat antara pengalaman dan inovasi ;
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjembatani kesenjangan antar generasi antara lain:
- Berkomunikasi Secara Rutin: Dengan berkomunikasi secara rutin, setiap generasi dapat memahami cara berkomunikasi yang paling efektif bagi yang lain, dan menemukan titik temu yang nyaman bagi semua pihak.
- Penyatuan Visi dan Misi Organisasi: Salah satu kunci utama dalam mengelola perbedaan generasi adalah menyatukan visi dan semangat yang sama pada tiap individu dalam seluruh organisasi.
- Mengapresiasi Pekerjaan Rekan Kerja: Mengapresiasi pekerjaan rekan kerja dapat membangun rasa saling menghormati dan mengurangi kesenjangan generasi.
- Keterlibatan Antar Pekerja dari Berbagai Generasi: Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui proyek-proyek kolaboratif yang melibatkan anggota dari berbagai generasi. Melalui kolaborasi ini, mereka dapat memahami cara kerja masingmasing, saling menghargai kontribusi yang berbeda, dan memecahkan mispersepsi yang mungkin timbul.
- Sesi Brainstorming Rutin: Sesi brainstorming bisa membantu meredakan potensi konflik antar generasi. Dalam forum ini, semua generasi dapat berbagi ide, solusi, dan pandangan mereka tentang berbagai masalah.
- Menghabiskan Waktu Bersama di Luar Kantor: Aktivitas di luar kantor dapat menjadi kesempatan untuk memecah dinding formalitas dan memperkuat hubungan pribadi.
Setelah pemaparan materi oleh Kepala KPPN Muara Bungo, acara dilanjutkan dengan penganugerahan Best Employee Triwulan I kepada Ranitha Evipania Br Sinulingga (pelaksana seksi PDMS) dan Best PPNPN kepada Muhsin Daeng Hanafi (satpam).

Acara ditutup dengan foto bersama, diharapkan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kolaborasi dan mnegatasi gap antar generasi.

