Pasar keuangan global menunjukkan pemulihan yang relatif stabil, didorong oleh meredanya tensi perang dagang dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Kondisi ini membuka peluang bagi aliran modal ke negara-negara emerging market, termasuk Indonesia. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena sentimen global masih rentan terhadap faktor non-ekonomi seperti kebijakan fiskal AS yang memengaruhi fluktuasi harga emas sebagai aset safe haven.
Di dalam negeri, kinerja pasar keuangan tetap tangguh. Meskipun rupiah masih terdepresiasi 2,8% (year to date), IHSG mencatat penguatan hingga 16,6%. Capaian ini menunjukkan APBN yang adaptif dan kredibel dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesinambungan fiskal.
Momentum pertumbuhan ekonomi terus berlanjut melalui percepatan belanja negara yang berkualitas serta penerimaan negara yang responsif terhadap dinamika ekonomi. APBN terus berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunal nasional.
Simak realisasi APBN sampai dengan 30 September 2025 pada laporan berikut:






