Di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari, kita sering berinteraksi dengan orang dari berbagai generasi. Mulai dari generasi yang lebih senior hingga generasi yang tumbuh di era digital, masing-masing memiliki karakter, nilai, dan gaya kerja yang berbeda. Sayangnya, perbedaan ini tidak jarang menimbulkan stigma antargenerasi sebuah persepsi negatif atau stereotip yang muncul karena adanya kesenjangan pola pikir, pengalaman, dan preferensi kerja.
Padahal, perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang. Jika dikelola dengan baik, keragaman antargenerasi justru dapat menjadi kekuatan yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan.
Di sinilah pentingnya memahami bahwa setiap generasi memiliki karakteristik unik. Perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan, melainkan dipahami dan dikelola agar menjadi kekuatan bersama. Cek selengkapnya pada gambar berikut untuk mengetahui fakta, dampak, serta kunci mengatasi stigma antargenerasi.


