
Sidoarjo – KPPN Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Layanan Treasury Connect Tahap Kedua yang dirangkaikan dengan Press Conference APBN Bulan Februari 2026 pada Kamis, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui media Microsoft Teams dan diikuti oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) satuan kerja wilayah Kabupaten Sidoarjo serta pegawai KPPN Sidoarjo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada satuan kerja melalui inovasi dan transformasi digital. Layanan Treasury Connect dihadirkan sebagai layanan konsultasi dan asistensi tatap muka antarsatuan kerja dan KPPN, tanpa dibatasi oleh wilayah KPPN mitra kerja. Dengan adanya layanan ini, satuan kerja dapat memperoleh pendampingan langsung dari seluruh KPPN di Indonesia sesuai kebutuhan.
Selain sosialisasi layanan Treasury Connect, kegiatan ini juga diisi dengan Press Conference APBN Bulan Februari 2026 yang dibawakan langsung oleh Kepala KPPN Sidoarjo, Didi Prihadi Wibowo. Press conference ini merupakan bentuk amplifikasi dari kegiatan Press Conference APBN KiTa yang dilaksanakan oleh Menteri Keuangan serta menjadi sarana penyampaian kinerja APBN kepada para pemangku kepentingan strategis di daerah.
Dalam paparannya, Kepala KPPN Sidoarjo menyampaikan perkembangan penyaluran belanja pemerintah pusat di Kabupaten Sidoarjo sampai dengan 25 Februari 2026. Disampaikan bahwa pagu awal APBN Tahun 2026 mengalami peningkatan sebesar Rp1,306 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, antara lain dipengaruhi oleh integrasi belanja pegawai pada Kementerian Agama. Selain itu, juga disampaikan gambaran satuan kerja dengan realisasi belanja yang masih rendah, baik pada belanja pegawai, belanja barang, maupun belanja modal, sebagai bahan evaluasi bersama.
Sebagai upaya mendorong percepatan realisasi anggaran dan pencapaian kinerja, KPPN Sidoarjo menekankan beberapa langkah strategis yang perlu menjadi perhatian satuan kerja, antara lain percepatan belanja modal, ketepatan waktu pemenuhan kewajiban pembayaran, akselerasi realisasi bantuan sosial dan bantuan pemerintah, optimalisasi anggaran yang bersumber dari pinjaman dan hibah, serta percepatan pengesahan belanja Badan Layanan Umum (BLU). Pada kesempatan tersebut, Kepala KPPN juga mengingatkan pentingnya penguatan budaya integritas serta menyampaikan kanal pengaduan dan layanan aspirasi pengguna layanan.
Selanjutnya, materi sosialisasi Treasury Connect Tahap Kedua disampaikan oleh PTPN Mahir KPPN Sidoarjo, Oki Rifki Arissaputra. Dalam paparannya dijelaskan tujuan utama layanan Treasury Connect, yaitu memperluas cakupan layanan konsultasi dan asistensi kepada satuan kerja, meningkatkan kualitas layanan DJPb, serta mendukung transformasi digital dan modernisasi fungsi perbendaharaan negara. Layanan ini terintegrasi dengan aplikasi MyIntress dan mendukung konsep Front Office Layanan Bersama DJPb.
Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan fitur‑fitur utama Treasury Connect, mulai dari mekanisme penjadwalan layanan, pelaksanaan konsultasi, dokumentasi layanan, hingga simulasi penggunaan aplikasi. Disampaikan pula bahwa layanan Treasury Connect hanya dapat digunakan oleh pegawai satuan kerja yang telah terdaftar dan memiliki akses pada aplikasi MyIntress, serta tidak dapat diwakilkan, guna menjaga akuntabilitas dan kualitas layanan.
Secara umum, kegiatan sosialisasi Treasury Connect Tahap Kedua dan Press Conference APBN Bulan Februari 2026 berjalan dengan baik dan lancar. Melalui kegiatan ini, diharapkan satuan kerja semakin memahami inovasi layanan DJPb serta mampu meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran pada Tahun Anggaran 2026.
©2026_Edukasi165




