Jl. Prof. M. Yamin No. 77 Kab. Sijunjung
Pelaksanaan Refershment PPSPM/PPK Periode IV 2021 oleh Kanwil DJPb Prov. Sumatera Barat sesuai surat Kepala KPPN Sijunjung no: S-639/WPB.03/KP.05/2021 (link).
PAI SIKO diciptakan guna mengetahui profil pegawai, baik dari sisi data-data umum pegawai seperti keluarga, alamat tempat tinggal, alamat homebase, data keluarga, dan tak lupa data penghasilan, diperlukan informasi yang tepat sehingga dapat dijadikan dasar pimpinan untuk mengambil keputusan maupun menilai risiko fraud yang mungkin terjadi. Selain itu dengan adanya profil, pegawai diharapkan pimpinan mengetahui kondisi keluarga, kondisi rumah, maupun kondisi lingkungan sekitarnya yang mungkin dapat berdampak pada kinerja pegawai. Selain itu, dalam PAI SIKO juga ditampilkan kompetensi yang dimiliki pegawai, berdasarkan profiling/assessment yang dilakukan oleh kantor pusat, maupun self assessment menggunakan metode DISC. Dengan menggunakan metode sederhana melalui penilaian mandiri, diperoleh data dan informasi watak/perilaku dasar pegawai, sehingga dapat menjadi masukan bagi pimpinan untuk mengambil keputusan, penempatan pegawai, maupun pengembangan kompetensi kedepannya. PAI SIKO dapat dijadikan masukan bagi pimpinan dengan menggunakan data kompetensi yang dimiliki pegawai untuk pengembangan maupun Langkah strategis dalam pencapaian visi misi kantor.
Pimpinan dalam hal ini kepala KPPN tinggal mengakses google drive yang disediakan oleh Kepala Seksi VeraKI dan tidak dapat diakses oleh pihak lainnya. Kemudian apabila terjadi sesuatu yang membutuhkan komunikasi dengan keluarga pegawai, maka dapat menghubungi kontak darurat. Keluarannya adalah terwujudnya mitigasi fraud dan upaya peningkatan kompetensi yang tepat sasaran sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai dan kantor.
Lesson learnt dari PAI SIKO yang didapat antara lain:
GM 077 merupakan bentuk kepedulian KPPN Sijunjung terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Keprihatinan akan masih banyak beredarnya plastik, pemborosan sumber daya dan gaya hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, KPPN Sijunjung memiliki gagasan untuk melakukan perubahan yang sejak lama diusung oleh DJPb yaitu Program Perbendaharaan Go Green.
GM 077 terdiri dari 4 ide baru:
Bertanam hidroponik dimulai belajar melalui media sosial dan menghubungi ahlinya. Untuk merakit media tanam dilakukan oleh para pegawai dan PPNPN. Kemudian seluruh pegawai dan PPNPN bersama-sama menyemai bibit dan merawatnya. Tanaman hidroponik akan memberi dampak pada kesehatan diri yang didasari atas kepedulian memberi tubuh dengan asupan yang terbaik, dan juga sebagai wadah untuk memanfaatkan ruang kosong tak terpakai. Berkebun juga akan memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Dari sisi sosial, akan membangun kerjasama dan kedekatan antar pegawai dengan bersama-sama menanam dan menikmati hasil panen. Kampanye sehat bersama-sama akan menjadi jargon KPPN Sijunjung. Dari sisi ekonomi, inovasi ini tidak membutuhkan biaya mahal dan mudah didapat bahkan turut membantu pemulihan ekonomi pengusaha kecil dan menengah disekitaran kabupten Sijunjung sehingga dapat berlangung secara terus menerus. Dari sisi lingkungan, sangat jelas berdampak positif. Melestarikan lingkungan dengan cara memakai plastik yang terurai, menggantikan tissue toilet dengan mesin pengering untuk mengurangi sampah dan tidak lagi menyediakan air mineral kemasan cup dengan tujuan untuk mengurangi sampah plastik yang tidak terurai.

Hasil dari tanaman hidroponik ini selain sebagai konsumsi pegawai, juga akan dijadikan kompensasi layanan selain dari souvenir KPPN kepada stakeholder apabila proses penyelesaian SP2D oleh KPPN Sijunjung lebih dari 1 jam dikarenakan jaringan, maintanance aplikasi, dan sebab lainnya. Hal ini juga sebagai sarana menyuarakan dan memberikan edukasi terkait budaya go green kepada pihak eksternal untuk lebih berkesadaran membuat bumi yang kita tinggali lebih baik dan nyaman ditempati.

KPPN Sijunjung terus berusaha untuk mengurangi sampah plastik, salah satunya dengan tidak menggunakan air kemasan mineral cup dan secara bertahap menggantikan tissue toilet dengan mesin pengering. Terkait dengan penggunaan listrik dan air, di beberapa bagian ruangan, perangkat elektronik, kotak sampah, sudah di tempelkan stiker dengan desain dan warna yang menarik berisikan peringatan hemat energi di lingkungan kantor. Hal ini sekaligus mengingatkan bahwa membiarkan perangkat elektronik menyala pada saat tidak digunakan akan memberikan dampak luar biasa terhadap tagihan listrik.
Langkah penghematan anggaran atau pemotongan anggaran pada masa pandemi di awal tahun 2021 harus dilakukan, hal ini memberikan alasan bahwa penghematan harus segera dilakukan, dari beberapa sisi pengeluaran keperluan sehari-hari perkantoran yang selama ini terkesan sepele namun sangat bernilai apabila dihitung secara per tahun. Output dari inovasi GM077 yaitu efisensi anggaran dari berkurangnya penggunaan tissue, kertas, plastik, berkurangnya sampah plastik, dan menyebarkan semangat go green kepada stakeholder. Kegiatan ini akan dipantau oleh pegawai yang ditugaskan sebagai Duta Go Green KPPN Sijunjung.
Penunjukkan duta integritas dengan julukan Ambo ba Integritas yang artinya saya berintegritas dengan mengadopsi kearifan lokal. Duta integritas ini berperan untuk menyebarkan semangat integritas di unit kerja masing-masing dengan harapan semangat berintegritas itu dapat mewujudkan unit kerja-unit kerja yang anti KKN, gratifikasi dan Tindakan-tindakan yang bertentangan dengan integritas. Ambo ba Integritas mengusung semangat bahwa pelayanan yang dilakukan oleh KPPN Sijunjung sudah tidak ada lagi pungli maupun Tindakan tidak berintegritas. Oleh karena itu peran agen-agen ini sangat penting untuk menyebarkan semangat tersebut ke unit kerjanya. Penunjukkan petugas satker sebagai duta integritas selain berperan sebagai petugas yang menerima layanan KPPN Sijunjung juga sebagai duta yang bertugas menyebarkan virus integritas ke unit kerja masing-masing. Untuk melembagakan para duta integritas ini, maka duta integritas ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan dan dideklarasikan secara resmi. Para petugas satker yang ditunjuk ditetapkan dalam surat keputusan Kepala KPPN Sijunjung dan kemudian di lantik menjadi duta integritas pada saat acara NGOBRAS. Kemudian para petugas satker yang telah ditunjuk ini memiliki tugas untuk menyebarkan virus integritas di unit kerja masing-masing. Untuk mengevaluasi duta integritas, secara rutin para petugas satker ini diundang NGOBRAS bersama untuk mengetahui peran mereka di unit kerja masing-masing. Output dari kegiatan ini yaitu terwujudnya zona integritas tidak hanya pada KPPN Sijunjung namun juga pada unit kerja satker. Inovasi ini sangat berpotensi dikembangkan, misalnya dengan menerapkan program kerja yang lebih efektif dikemudian hari.
Lesson learnt dari Duta Integritas yang didapat antara lain:
1. Menggunakan kearifan lokal dalam menyebarkan virus integritas.
2. Membantu satker dalam rangka pembangunan zona integritas di lingkungan kerjanya.
3. Peningkatan kinerja KPPN dan satker, karena satker merasa diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan feedback.
Penunjukkan duta integritas dengan julukan Ambo ba Integritas yang artinya saya berintegritas dengan mengadopsi kearifan lokal. Duta integritas ini berperan untuk menyebarkan semangat integritas di unit kerja masing-masing dengan harapan semangat berintegritas itu dapat mewujudkan unit kerja-unit kerja yang anti KKN, gratifikasi dan Tindakan-tindakan yang bertentangan dengan integritas. Ambo ba Integritas mengusung semangat bahwa pelayanan yang dilakukan oleh KPPN Sijunjung sudah tidak ada lagi pungli maupun Tindakan tidak berintegritas. Oleh karena itu peran agen-agen ini sangat penting untuk menyebarkan semangat tersebut ke unit kerjanya. Penunjukkan petugas satker sebagai duta integritas selain berperan sebagai petugas yang menerima layanan KPPN Sijunjung juga sebagai duta yang bertugas menyebarkan virus integritas ke unit kerja masing-masing. Untuk melembagakan para duta integritas ini, maka duta integritas ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan dan dideklarasikan secara resmi. Para petugas satker yang ditunjuk ditetapkan dalam surat keputusan Kepala KPPN Sijunjung dan kemudian di lantik menjadi duta integritas pada saat acara NGOBRAS. Kemudian para petugas satker yang telah ditunjuk ini memiliki tugas untuk menyebarkan virus integritas di unit kerja masing-masing. Untuk mengevaluasi duta integritas, secara rutin para petugas satker ini diundang NGOBRAS bersama untuk mengetahui peran mereka di unit kerja masing-masing. Output dari kegiatan ini yaitu terwujudnya zona integritas tidak hanya pada KPPN Sijunjung namun juga pada unit kerja satker. Inovasi ini sangat berpotensi dikembangkan, misalnya dengan menerapkan program kerja yang lebih efektif dikemudian hari.
Lesson learnt dari Duta Integritas yang didapat antara lain:
1. Menggunakan kearifan lokal dalam menyebarkan virus integritas.
2. Membantu satker dalam rangka pembangunan zona integritas di lingkungan kerjanya.
3. Peningkatan kinerja KPPN dan satker, karena satker merasa diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan feedback.
DALGONA merupakan ide yang spontan dilakukan karena menjadi tantangan pada masa pandemi dimana tingkat pekerjaan cenderung meningkat. Selain itu perlunya sharing session terjadwal oleh para pegawai ke pegawai lainnya, mengingat informasi yang berkembang sangat cepat. Pihak yang mengusulkan inovasi ini adalah inisiator dari para pejabat pengawas dan beberapa pegawai dengan melihat potensi yang dimiliki oleh pegawai honorer dan pegawai KPPN Sijunjung itu sendiri. Dengan adanya DALGONA kompetensi pegawai dan pegawai honor terlihat meningkat dan harapannya mampu meningkatkan kinerja organisasi. DALGONA sangat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi pegawai honorer, karena selama ini pengembangan kompetensi hanya diberikan kepada pegawai PNS baik secara terpusat (kantor pusat) maupun menggunakan dana DIPA sendiri.

Pegawai milenial dapat melakuan sharing dan caring teknologi informasi kepada pegawai honorer sebagai bagian dari budaya Ditjen Perbendaharaan yaitu SMILE C (Share & Care, Modern, innovative, Learn Effective & Efficient dan Modern). DALGONA dilaksanakan dalam kelas-kelas kecil, sehingga peserta dapat fokus dan ilmu yang diberikan diharapkan dapat diserap secara maksimal. Memberikan penugasan pada pegawai/honorer sehingga mampu memahami materi yang diberikan secara utuh. Manfaat lainnya adalah tingkat melek huruf serta literasi yang semakin meningkat dalam bentuk penguasaan teknologi informasi . Terlebih lagi pegawai honorer dimaksud adalah pegawai lokal yang berdomisili di Sijunjung, diharapkan ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi lingkungan sekitar rumah dan lingkungan tempat mereka bekerja. Manfaat yang diperoleh tidak selalu harus dalam bentuk nominal, tetapi juga bisa peningkatkan kualitas hidup dalam bentuk tingkat literasi masyarakat.


DALGONA merupakan ide yang spontan dilakukan karena menjadi tantangan pada masa pandemi dimana tingkat pekerjaan cenderung meningkat. Selain itu perlunya sharing session terjadwal oleh para pegawai ke pegawai lainnya, mengingat informasi yang berkembang sangat cepat. Pihak yang mengusulkan inovasi ini adalah inisiator dari para pejabat pengawas dan beberapa pegawai dengan melihat potensi yang dimiliki oleh pegawai honorer dan pegawai KPPN Sijunjung itu sendiri. Dengan adanya DALGONA kompetensi pegawai dan pegawai honor terlihat meningkat dan harapannya mampu meningkatkan kinerja organisasi. DALGONA sangat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi pegawai honorer, karena selama ini pengembangan kompetensi hanya diberikan kepada pegawai PNS baik secara terpusat (kantor pusat) maupun menggunakan dana DIPA sendiri.

Pegawai milenial dapat melakuan sharing dan caring teknologi informasi kepada pegawai honorer sebagai bagian dari budaya Ditjen Perbendaharaan yaitu SMILE C (Share & Care, Modern, innovative, Learn Effective & Efficient dan Modern). DALGONA dilaksanakan dalam kelas-kelas kecil, sehingga peserta dapat fokus dan ilmu yang diberikan diharapkan dapat diserap secara maksimal. Memberikan penugasan pada pegawai/honorer sehingga mampu memahami materi yang diberikan secara utuh. Manfaat lainnya adalah tingkat melek huruf serta literasi yang semakin meningkat dalam bentuk penguasaan teknologi informasi . Terlebih lagi pegawai honorer dimaksud adalah pegawai lokal yang berdomisili di Sijunjung, diharapkan ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi lingkungan sekitar rumah dan lingkungan tempat mereka bekerja. Manfaat yang diperoleh tidak selalu harus dalam bentuk nominal, tetapi juga bisa peningkatkan kualitas hidup dalam bentuk tingkat literasi masyarakat.


