Gong Kebyar;
Media Internalisasi Budaya Organisasi
dan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan pada KPPN Singaraja
Slamet Mulyono *)
“ ... Nang nang neng nong ..... Neng nong ..... Neng nong .... Neng nong ....
...Nang nang neng nong ..... Nang neng nong ...... Goooonnnggg !!! ”
Begitu kira-kira petikan bunyi bait akhir dari musik yang mengiringi tari “Puspanjali” yang dilantunkan melalui gamelan Bali Gong Kebyar, dan dimainkan oleh pegawai KPPN Singaraja, sebagai media internalisasi Nilai-Nilai dan Budaya Organisasi Kementerian Keuangan.
-------------------------------------------------------------------------
Nilai-Nilai dan Budaya Organisasi bagi Sebuah Organisasi
Sebuah organisasi modern yang berbudaya sudah sepatutnya mempunyai nilai-nilai dan budaya yang dapat dijadikan sebagai tuntunan bagi setiap anggotanya dalam berperilaku dan berkinerja untuk mencapai tujuan organisasi. Nilai dan budaya organisasi dapat membentuk karakter dan mindset (pola pikir) anggotanya. Oleh karena itu keberadaan nilai-nilai dan budaya organisasi harus disosiallisasikan (internalisasi) kepada seluruh anggota agar bisa difahami, dijiwai dan dijadikan jatidiri yang bisa membentuk watak sumber daya manusianya menjadi lebih berkarakter. Nilai dan budaya organisasi dapat ditanamkan melalui berbagai cara dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing organisasi sepanjang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.
Keberadaan nilai dan budaya bagi sebuah organisasi adalah sebuah keniscayaan. Tak terkecuali bagi organisasi besar seperti Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Terlebih organisasi Kementerian Keuangan RI saat ini sedang dan terus mengawal proses reformasi pengelolaan keuangan negara. Reformasi pengelolaan keuangan negara yang telah digulirkan sejak awal tahun 2000-an menuntut adanya perubahan mindset. Dalam sebuah acara peluncuran buku “Pedoman Reformasi Perencanaan dan Penganggaran” di Dhanapala, Jakarta, sekitar 9 tahun yang lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan telah menitipkan pesan agar semua individu konsisten dalam perubahan mind set dan cara kerja baru untuk mencapai kinerja yang maksimal. Jadi, memang terdapat korelasi yang kuat antara nilai-nilai dan budaya organisasi dengan perubahan mindset.
Gong Kebyar, Penanaman Nilai-Nilai dan Budaya Organisasi melalui Pendekatan Budaya Lokal
Banyak cara yang bisa ditempuh dalam menanamkan nilai-nilai dan budaya organisasi, sehingga mampu menggerakkan seluruh sumber dayanya dalam mendukung tercapainya visi dan misi organisasi. Salah satu cara yang cukup unik dan efektif adalah melalui sebuah pendekatan seni budaya dan kearifan lokal (local wisdom). Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Singaraja, sebuah unit organisasi dibawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI, telah membuktikan penerapan pendekatan seni budaya lokal sebagai media internalisasi ilai-nilai dan budaya organisaasi, yaitu melalui seni gamelan Bali yang bertajuk “Gong Kebyar KPPN Singaraja” dengan motto “Siap Mengguncang Dunia !”
Gong Kebyar KPPN Singaraja, disamping sebagai upaya pelestarian seni budaya lokal yang dapat memperkaya hazanah budaya nasional, juga menjadi sarana membangkitkan etos kerja dan menguatkan kebersamaan. Lebih dari itu, Gong Kebyar KPPN Singaraja juga turut mempengaruhi pembentukanan watak dan perubahan mindset, serta menjadi media internalisasi nilai-nilai dan budaya organisasi Kementerian Keuangan untuk mendukung terwujudnya cita-cita reformasi pengelolaan keuangan negara.
Nilai-nilai Kementerian Keuangan yang meliputi Integritas, Profesional, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan, diinternalisasikan melalui filosofi yang ada pada gamelan Bali “Gong Kebyar”. Nilai Integritas dapat digambarkan dengan filosofi bahwa setiap penabuh selalu konsisten menabuh alat musiknya sesuai dengan ritme dan intervalnya masing-masing. Hal ini menunjukkan adanya keyakinan dan prinsip-prinsip kebaikan yang tak pernah goyah pada diri masing-masing. Nilai profesional diejawentahkan melalui kompetensi dan kapabilitas pegawai dalam menabuh gamelan dan bisa menghasilkan irama yang indah dan harmonis. Sementara itu, nilai Sinergi diwujudkan dari kekompakan para penabuh yang antara satu dengan yang lainya saling bekerjasama dan saling melengkapi.
Nilai Kementerian Keuangan lainnya yaitu nilai Pelayanan tergambar dari kesediaan para penabuh untuk menghadirkan irama terindahnya untuk dipersembahkan bagi penabuh lainnya, dan terutama dipersembahkan untuk para penikmat gong (audience) sehingga mereka merasa terpuaskan (perspektif Customers’ Satisfaction) kaarena pelayanan yang dihadirkan oleh para penabuh. Terakhir, nilai Kesempurnaan dalam gamelan didapat karena adanya kemauan para penabuh untuk terus belajar dan berlatih dengan disiplin tanpa kenal lelah. Continuous Improvement terus dilakukan agar kualitas nggamel mereka semakin bagus dan sempurna.
Nilai-nilai inilah yang terus diinternalisasikan kepada seluruh pegawai yang sekaligus para penabuh, bahkan menjadi jati diri perilaku para pegawai. Strategi penerapan nilai-nilai seni budaya dan kearifan lokal untuk membangun sebuah mental, mindset dan perilaku positif dalam membangun sebuah organisasi sangatlah efektif, karena nilai-nilai budaya lokal telah menyatu dan mengakar kuat membentuk watak dan perilaku masyarakatnya. Disamping itu, strategi ini juga efektif karena mudah dalam pelaksanaanya. Efektifitas internalisasi nilai-nilai Kementerian Keuangan Gong Kebyar ini telah dibuktikan dari keberhasilan KPPN Singaraja dalam membangun kebersamaan, menjaga etos kerja, dan meningkatkan prestasi dan kinerja.
Penutup
Keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya antara lain harus didukung oleh keberadaan sumber daya manusia yang tidak saja profesional, namun juga berkarakter, yang mempunyai nilai-nilai positif untuk merangsang perilaku dan kinerja. Strategi penerapan nilai-nilai seni budaya dan kearifan lokal untuk membangun sebuah mental, mindset, pola pikir, dan perilaku positif dalam membangun sebuah organisasi sangatlah efektif, karena nilai-nilai budaya lokal telah menyatu dan mengakar kuat membentuk watak dan perilaku masyarakatnya. Efektifitas ini bisa dilihat dari penerapan internalisasi nilai-nilai Kementerian Keuangan melalui gamelan Bali Gong Kebyar pada KPPN Singaraja, yang telah dibuktikan dengan keberhasilan KPPN Singaraja dalam membangun kebersamaan, menjaga etos kerja, dan meningkatkan prestasi dan kinerja.
Strategi penanaman nilai-nilai dan budaya sebuah organisasi melalui pendekatan seni budaya dan kearifan lokal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi unit lainnya. Unit organisasi lainnya bisa menggali kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing, kemudian mempelajari dan memodifikasi untuk mendukung penanaman nilai-nilai dan budaya organisasinya. Selanjutnya mengkomunikasikan dan mensosialisasikan nilai-nilai kearifan lokal tersebut kepada para anggota unit organisasi untuk difahami maknanya dan dipraktekkan dalam perilaku sehari-hari. Keberhasilan penerapan ini bisa terus dipublikasikan dengan melaksanakan public campaign dan menjadi role model bagi unit-unit lainnya.
Upaya sederhana ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam menanamkan nilai-nilai dan budaya organisasi yang dimulai dari unit kecil tempat kita berada, serta menjadi contoh bagi unit-unit lainnya, dan pada gilirannya akan turut mewarnai praktik-praktik yang sehat dalam pengelolaan keuangan di negeri ini demi terwujudnya clean government and good governance, dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur sebagaimana cita-cita reformasi pengelolaan keuangan negara. Semoga !
Dari KPPN Singaraja untuk Indonesia !
DAFTAR PUSTAKA
Budiwaty, Suci. 2011. Unsur Pembangunan Karakter Bangsa dalam Kearifan Lokal Bali. Proceeding PESAT (Psikologi Ekonomi Sastra Arsitektur & Sipil), Universitas Gunadarma- Depok, 18 -19 Oktober 2011. Vol. 4 Oktober 2011. ISSN: 1858-2559
Riadi, Mukhlisin. (17 September 2017). Pengertian, Fungsi dan Dimensi Kearifan Lokal. Kajian Pustaka. Retrieved December 4, 2017, from www.kajianpustaka.coom
Sutanto, Zaenal & Dewi, Irma Kesuma. (November 2010). Kompilasi Pidato Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 2009. Jakarta : Biro KLI Kementerian Keuangan RI.
*) Penulis :
Slamet Mulyono
Kepala KPPN Singaraja, Kanwil DJPb Provinsi Bali
Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI






