Membangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SMP-SMA) bertahap hingga tahun 2029 hingga seluruh pelosok Indonesia guna mendorong pemerataan kualitas pendidikan merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan Program Strategis Nasional yang juga dilatarbelakangi oleh rendah dan timpangnya capaian mutu pendidikan yang ditandai dengan sebaran sekolah bermutu masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Selain itu, Papua baru memiliki 4 sekolah bermutu di 3 kecamatan dan hanya 263 atau 4% dari 7.288 kecamatan memiliki SMP dan SMA capaian baik.
Guna menguatkan akselerasi pelaksanaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari sisi legalitasnya telah dipayungi dengan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi, Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres 188/2024 tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Peraturan Mendikdasmen Nomor 13 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikdasmen bahwa Kemendikdasmen menyelenggarakan fungsi pelaksanaan, pembentukan, penyelenggaraan, dan pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi.
SNT berperan sebagai katalisator bagi sekolah- sekolah lain di sekitarnya sehingga SNT mempunyai beberapa target keunggulan. Dari kontek Transformasi Infrastruktur, SNT mempunyai fasilitas lengkap untuk mendukung pembelajaran berkelas dunia (smart classroom & green school, future library & learning commons, teachers’ innovation hub, dan lainnya). Dari aspek Transformasi Sumber Daya Manusia, SNT diampu oleh guru profesional & kompeten sebagai garda terdepan pembelajaran sekaligus teacher master trainer (sumber pengimbasan bagi guru sekitar) dan dari sisi Transformasi Karakter & Pembelajaran, SNT melaksanakan Kurikulum Nasional dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam berbasis STEAMS (STEM + Art + Sport) sebagai fokus pembelajaran Sekolah Nasional Terintegrasi (dalam rangka mewujudkan 8 dimensi profil lulusan).
Angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) telah dimulai. Ini menandai babak baru dalam upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan nasional. Pada tahun 2026, Sekolah Nasional Terintegrasi dibangun pada 37 lokasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 17 sekolah mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, sementara 20 lokasi lainnya berada pada tahap pembangunan.
Adapun untuk proses penjaringan murid melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT dengan tahap pengumuman dan sosialisasi pendaftaran telah dimulai pada 21 Juli - 24 Juli 2026 dan tahap akhir adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Peserta Didik Baru telah dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 yang lalu.
Pada 17 lokasi operasional untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tersebut ditempatkan 17 Kepala Sekolah dan 204 Pendamping Pembelajaran yang pemenuhan Kepala Sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran untuk 20 lokasi lainnya akan dilakukan hingga tahun 2026. Adapun rekruitmen Wakil Kepala Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 sebanyak 34 formasi yang disediakan pada 17 lokasi sekolah yang mulai beroperasi tahun ajaran ini telah dibuka Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang pendaftarannya melalui portal ASN Karier pada 25 Agustus sampai 1 September 2026. Adapun tahap sosialisasinya pada 24 Agustus 2026 belum lama berselang.
Setiap Sekolah Nasional Terintegrasi memiliki dua Wakil Kepala Sekolah, sehingga total kebutuhan mencapai 34 formasi. Keduanya dibedakan berdasarkan rentang jenjang yang ditangani. Wakil Kepala Sekolah Bidang I membawahi kelas 7 sampai 9 (jenjang SMP), sedangkan Wakil Kepala Sekolah Bidang II membawahi kelas 10 sampai 12 (jenjang SMA).
Untuk kriteria khusus, Wakil Kepala Sekolah SMP diarahkan membangun pondasi bagi keberhasilan murid di jenjang SMA -berfokus pada penumbuhan habit dan kebiasaan belajar, penguatan kedisiplinan dengan bobot kesiswaan yang lebih menonjol, serta pembangunan pondasi literasi, numerasi, dan eksplorasi talenta. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA menjadi penentu keberhasilan SNT karena terbaca dari kualitas lulusannya yang berfokus pada academic development dan competency instructional, mengarahkan murid pada riset, karya, dan pendalaman disiplin ilmu, serta menyiapkan transisi ke pendidikan tinggi dan kehidupan pasca sekolah.
Pada wilayah kerja KPPN Sukabumi telah berdiri bangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan lokasi transit SNT Kabupaten Cianjur yaitu di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Pertanian (BBPPMPV Pertanian) Jl. Raya Jangari Nomor KM 14, desa Sukajadi, kecamatan Karangtengah, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (AW).




