Kementerian Keuangan adalah gudangnya PNS yang berprestasi, kreatif serta inovatif. Salah satunya adalah Sulamto Singgih Partono yang biasa dipanggil Pak Lamto. Ia adalah alumni Program Diploma III Anggaran (cikal bakal Politeknik Keuangan Negara/PKN STAN) tahun 1995. Pria kelahiran Karanganyar (Jawa Tengah) tanggal 25 November 1974 itu sekarang bertugas sebagai Kepala Seksi Verifikasi Akuntansi dan Kepatuhan Internal (Vera/KI) pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Di sela rutinitasnya sebagai pegawai, Pak Lamto aktif di sebuah yayasan pendidikan. Beliau juga menyalurkan hobi melukisnya dengan mendesain dan memproduksi kain batik.

Foto: Pak Lamto (kedua dari kanan) sebagai Kasi Vera/KI KPPN Tanjung Redeb
Berkat ketekunan dan keuletannya, Batik Berau yang dirintisnya kini mulai mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak pihak yang membantunya memperkenalkan Batik Berau. Mulai dari instansi pemerintah daerah (pemda), Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Dinas Perindustrian dan Koperasi (Perindakop), sekolah dan perusahaan tambang. Bantuan tersebut berupa pendidikan dan pelatihan (diklat), sarana prasarana, serta pemasaran produk.
Dalam upaya mengembangkan potensi Batik Berau, Pak Lamto bersama dengan Pak Firman Junaidi dan Ibu Roly Evanaly (istri dari Pak Firman) mendirikan Rumah Batik Berau. Butik tersebut beralamat di Jalan Melati Nomor 13 Tanjung Redeb. Sementara ini produksi masih dilakukan di Solo, Jawa Tengah. Namun perlahan tapi pasti, produksi berangsur dilakukan di Berau dengan mengadakan pelatihan warga sekitar. Kain batik yang diproduksi Pak Lamto ada yang berupa batik tulis (hand made), batik print, dan batik cap. Selain menjual kain batik, baju, kaos, tas, dan aneka pernik, ternyata Rumah Batik Berau juga menyelenggarakan pelatihan membatik kepada masyarakat. Misalnya mengajarkan kepada para siswa untuk mencintai dan bisa membatik.

Foto: Penulis berada di Rumah Batik Berau
Rumah Batik Berau aktif mengikuti pameran, misalnya Talisayan Expo 2017. Mereka juga turut andil pada peragaan busana Pekan Raya Berau (PRB 2017) serta ikut meramaikan Berau Youth Festival 2017. Selain mengajar ibu Darma Wanita, Pak Lamto juga menerima studi banding dari beberapa pemda misalnya kontingen dari Kabupaten Pekalongan. Ia juga menerima kunjungan dari PT. Freeport Papua. Tujuannya utamanya untuk mewujudkan Berau sebagai destinasi wisata seni dan edukasi.
Kabupaten Berau tidak hanya sekedar memiliki Pulau Derawan namun juga akan menjadi destinasi wisata seni dan edukasi di masa mendatang. Demikian cita-cita yang hendak diwujudkan oleh Rumah Batik Berau. Motif batik yang telah ia ciptakan antara lain motif rutun, motif pari manta, motif hiu tutul talisayan, motif pohon kakao dan motif labuan cermin. Jika ingin mengetahu lebih lanjut terkait kiprah Pak Lamto dan karya-karyanya, silahkan buka website yang beralamat pada www.batikberau.com. Begitulah selayaknya PNS. Selain bekerja dengan baik, hendaknya juga mengembangkan diri serta menjadi teladan bagi masyarakat.
Oleh: Martina Sri Mulyani*
*Penulis adalah Kepala KPPN Tanjung Redeb, Kabupaten Berau



