Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan bagian dari instrumen fiskal. Penyaluran dana dari APBN berperan penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan mengendalikan inflasi. Karenanya, para pegawai DJPb juga diharapkan mumpuni bertugas sebagai analis agar di samping sebagai Treasurer juga dapat berperan dengan baik sebagai Regional Chief Economist dan Financial Advisor.
Untuk membekali para pegawainya, KPPN Surabaya I mengadakan Pelatihan Data Analitik Regional dengan tema “Pengaruh Penyaluran Dana APBN Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi di Jawa Timur” di Aula KPPN Surabaya I secara hybrid, Selasa (26/10). Pegawai, Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), dan mahasiswa magang KPPN Surabaya I mengikuti secara langsung, sedangkan bagi pegawai KPPN lingkup Provinsi Jawa Timur dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya Muhammad Wasil sebagai narasumber.
“Kita ditantang untuk bisa menganalisis data yang ada di kantor. Segudang data ada di kantor kita. Tinggal kita mau atau tidak untuk memanfaatkan data tersebut untuk dianalisis sehingga menghasilkan sebuah output atau rekomendasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Kepala KPPN Surabaya I Yoyok Yulianto dalam pembukaan kegiatan.
Variabel yang digunakan oleh narasumber dalam penelitian tersebut yaitu Dana APBN khususnya Dana Transfer ke Daerah termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Desa dengan rentang waktu yang digunakan adalah lima tahun, dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Peserta pelatihan baik yang offline maupun online mengikuti dengan antusias sehingga banyak pertanyaan dan masukan yang mengalir.
Rekomendasi yang dihasilkan dari pelatihan tersebut adalah perlunya memfokuskan penggunaan dana APBN untuk kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, juga mengoptimalisasi dana APBN untuk pengembangan daerah yang terisolasi. Narasumber juga mengingatkan bahwa APBN diharapkan menjadi instrumen efektif dalam menjaga perekonomian, tetapi akan terus diuji oleh gejolak ekonomi yang tidak mudah dan belum mereda. Tantangan tahun ini maupun tahun depan yang akan dihadapi bersama harus dapat diantisipasi dan dikelola dengan baik, pruden, dan hati-hati.
[Kontributor KPPN Surabaya I Warnoto]


