Regional Fiscal in Brief
Hai, Seperadik!
Ingin mengetahui perkembangan terkini kondisi ekonomi dan kesejahteraan regional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?
Melalui press release berikut ini, Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung secara berkala menyajikan ikhtisar yang jelas dan komprehensif mengenai dinamika pembangunan daerah yang ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial, serta peran strategis kebijakan fiskal melalui APBN maupun APBD yang terus bersinergi dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Informasi yang termuat pada publikasi ini disusun berbasis data aktual dan dapat dijadikan referensi kredibel bagi para pemangku kepentingan di daerah. Adanya press realease ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang mendorong penguatan kolaborasi antar pihak strategis kedepannya demi pembangunan yang kondusif, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
|
|
|
Summary Vol VI/Juni/2026: Dari sisi perekonomian, Pada triwulan I 2026, perekonomian Kepulauan Bangka Belitung tumbuh positif sebesar 4,53 persen yoy dengan nilai PDRB ADHB mencapai Rp30,77 triliun dan PDRB ADHK sebesar Rp15,83 triliun, namun secara triwulanan masih terkontraksi 3,88 persen dibandingkan triwulan IV 2025. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terutama ditopang oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 39,46 persen, Jasa Perusahaan 15,95 persen, serta Transportasi dan Pergudangan 12,22 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas makan minum, perjalanan, mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Namun, struktur ekonomi masih menghadapi tekanan karena dua sektor utama, yaitu Industri Pengolahan serta Pertambangan dan Penggalian, masih terkontraksi masing masing 0,59 persen dan 0,20 persen yoy akibat pelemahan aktivitas pertimahan. Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh positif secara tahunan, terutama Konsumsi Pemerintah 14,58 persen, PMTB 4,50 persen, dan Konsumsi Rumah Tangga 3,88 persen, tetapi secara triwulanan perlambatan masih terlihat pada Konsumsi Pemerintah, Ekspor, Impor, dan PMTB. |
|
Regional Fiskal in Brief periode : |




