Evaluasi Pelaksanaan Anggaran dan Rakorda PA
Efektivitas pelaksanaan anggaran Satker penerima dana APBN lingkup wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada periode semester I tahun 2017 ini masih jauh dari kata memuaskan, begitupun juga target capaian output yang masih sering berubah dan seringkali memerlukan penyesuaian. Kondisi tersebut tergambar saat pelaksanaan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (EPA) dan Rakorda Pelaksanaan Anggaran (Rakorda PA) yang berlangsung Rabu, 5 Juli 2017 di aula KPPN Palu.

Dengan mengambil tema “Wujudkan Belanja yang Berkualitas”, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Mattaro Nurdin Arta menjelaskan maksud diadakannya acara ini selain menjadi kegiatan periodik, acara ini juga menjadi sarana pertukaran informasi, identifikasi serta solusi terkait permasalahan pelaksanaan anggaran di Satker. Kanwil selaku pembina pelaksanaan anggaran selalu berupaya memberikan pedoman dan rambu-rambu terkait pencairan dana atas beban APBN serta segala mekanisme yang berhubungan dengan keuangan negara khususnya.
Adapun identifikasi permasalahan pelaksanaan anggaran Satker dikelompokkan pada kriteria teknis dan non teknis. Kriteria teknis meliputi: penyerapan anggaran, revisi DIPA, Retur SP2D dan Kesalahan/koreksi SPM sementara untuk kriteria non teknis seperti kendala lapangan dan perubahan kebijakan dibuat sebagai catatan penting yang hal ini dimaksudkan untuk membedakan capaian kinerja Satker berdasarkan tolok ukur yang sejenis dan berlaku umum.
Mattaro Nurdin Arta dalam arahannya mengatakan bahwa kondisi penyerapan anggaran di Satker pengelola dana APBN lingkup Provinsi Sulawesi Tengah mendominasi permasalahan anggaran yang menurut data memang jauh dari target skala nasional yakni 40%, namun secara umum sudah meningkat walaupun tipis yakni rata-rata 22% bila dibandingkan periode yang sama di tahun 2016 di kisaran rata-rata 21%. Permasalahan klasik rendahnya penyerapan anggaran yang mendominasi pelaksanaan anggaran Satker pada semester I tahun 2017 ini sudah diprediksikan sebelumnya. Kendala umum yang selalu terjadi menjadi fokus identifikasi perlunya tata kelola APBN yang baik dan terus menerus diperbaiki.
Upaya pembinaan dan komunikasi intensif yang dilakukan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah kepada Satker mitra kerja selain membuahkan hasil yang positif juga meningkatkan capaian kinerja menjadi lebih berkualitas. Untuk itu pada kesempatan acara EPA dan Rakorda ini diberikan penghargaan kepada Satker yang memiliki nilai terbaik dalam pelaksanaan anggaran sesuai parameter yang telah ditentukan oleh Kanwil Ditjen Perbnendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah. Penghargaan tersebut diberikan kepada 4 (empat) Satker berkategori terbaik, yakni: Kategori Komunikasi Terbaik diraih Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (189087), Kategori Inisiatif Terbaik diraih BPS Provinsi Sulawesi Tengah (428779), Kategori Kerjasama Terbaik diraih Universitas Tadulako (400961) dan Kategori Kinerja Terbaik diraih Ro Ops Polda Sulteng (646861).
Menurut Ferdy Sukmadianto, salah satu panitia kegiatan menyebutkan bahwa selain identifikasi permasalahan yang dialami Satker, acara EPA dan Rakorda kali ini juga membahas isu-isu strategis dan langkah-langkah antisipatif dalam menyikapi dinamika pelaksanaan anggaran. Upaya-upaya solutif selama ini selalu dikedepankan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah demi meningkatkan pelaksanaan anggaran menjadi lebih berkualitas, tertib, efektif dan efisien, upaya tersebut diantaranya percepatan proses revisi DIPA, penyajian data informasi keuangan yang ter-update secara periodik serta rekonsiliasi berbasis elektronik.

