
Bau-Bau, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bau-Bau menyelenggarakan kegiatan "Koordinasi Pelaksanaan Anggaran dan Digitalisasi Pembayaran Triwulan III 2025" sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas belanja negara dan mempercepat digitalisasi pembayaran di wilayah kerja KPPN Bau-Bau. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (17/09/2025) di Aula KPPN Bau-Bau ini dihadiri oleh para perwakilan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) satuan kerja mitra.
Kinerja APBN dan Strategi Belanja Berkualitas
Dalam sambutannya, Kepala KPPN Bau-Bau, Aang Junaidi, memaparkan potret kinerja APBN hingga Agustus 2025. Tercatat, dari total alokasi Rp 5,36 triliun yang dikelola KPPN Bau-Bau, realisasi Belanja Pemerintah Pusat telah mencapai Rp 444,88 miliar atau sekitar 57,46% dari pagu.
Selain itu, nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) KPPN menunjukkan tren positif dengan kenaikan menjadi 98,0 (Kategori Sangat Baik). Guna mempertahankan performa tersebut, satker diimbau untuk fokus pada empat langkah strategis:
- Peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran.
- Pelaksanaan anggaran yang berkualitas (spending better).
- Akselerasi program pemerintahan baru.
- Peningkatan akuntabilitas proses pelaksanaan anggaran.

Mendorong Digitalisasi dan Pemberdayaan UMKM
Salah satu poin utama dalam koordinasi ini adalah optimalisasi penggunaan instrumen digital seperti Cash Management System (CMS), Kartu Kredit Pemerintah (KKP), dan DigipaySatu. Digitalisasi pembayaran bukan sekadar efisiensi birokrasi, namun juga menjadi motor penggerak bagi UMKM lokal untuk menjadi rekanan penyedia barang/jasa pemerintah.
Hingga Triwulan II 2025, tercatat 75,56% dari keseluruhan transaksi satker telah menggunakan CMS. Sementara itu, platform marketplace DigipaySatu terus menunjukkan pertumbuhan frekuensi transaksi, meskipun menghadapi tantangan efisiensi belanja pada beberapa satker.


