Fakfak

Cerita "Ter-Lockdown di Filial"

Cerita ini dialami oleh pegawai KPPN Fakfak yang sedang bertugas pada Layanan Filial di Kaimana selama kejadian Lockdown Nasional pada awal pandemi Covid-19 Maret Tahun 2020.

Penulis : R. Noor Suryo Priyambodo

Dimuat dalam buku yang berjudul "Üntaian Bakti di Masa Pandemi"

Penerbit : DJPb, 2021.



            Salah satu tugas di KPPN yaitu Layanan Filial. Layanan filial yaitu layanan front office pada KPPN yang ditempatkan di luar KPPN dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada stakeholders dan dilaksanakan berdasarkan penugasan khusus dari Kepala KPPN. Tidak setiap KPPN memiliki layanan filial, namun pada kantor KPPN Fakfak memiliki 1 layanan di kaimana.

            Sebagai pelaksana yang mendapatkan amanah, saya merasa sangat senang karena akan mendapatkan pengalaman baru dan juga melaksanakan tugas di daerah yang belum saya pernah kunjungi. Semua berjalan lancar pada minggu pertama, namun naas, memasuki minggu kedua, terdapat berita bahwa virus Covid-19 mulai menyebar di indonesia. Pemerintah melalui kebijakannya menutup semua akses masuk maupun keluar untuk penerbangan domestic.

            Setelah saya tahu bahwa penerbangan ditutup saya hanya bisa mengerjakan pekerjaan yang bisa diselesaikan dari jauh. Di satu titik saya merasa sangat amat bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja, saya ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat. Bersama dengan Mas Ben (PPNPN) saya berkebun… ya… berkebun. Saya membuat parit, menanam bawang, memanen sawi, belajar hidroponik, dan lain sebagainya ☹. Saya pun ikut memancing di laut dengan Mas Ben yang hobi memancing. Saya senang karena mendapat ikan yang beratnya setengah dari berat badan saya alias gede banget coy sumpah.

            Suatu hari saya mendapat undangan dari Kejaksaan Negeri Kaimana untuk menghadiri acara Pencanangan Wilayah Bebas Korupsi. Saya sendiri bingung kenapa saya diundang untuk menghadiri acara tersebut, tapi karena sudah diundang ya tidak enak kan kalau tidak dating hehe. Saya sebagai pelaksana mengikuti beberapa rangkaian kegiatan disana. Tapi kok aneh… mitra kerja Kejaksaan Kaimana yang lain pada hari itu ada Kepala Lapas Kaimana dan (satu lagi saya lupa pokoknya kepala kantor). Dengan PD nya saya, saya mengajak ngobrol para kepala kantor yang ada disana. Lalu saya juga dengan PD nya ikut menandatangi Pakta Pencanangan yang dimana penandatangan lain ialah pimpinan kantor. Dan dengan PD nya lagi saya mencap diri saya waktu itu adalah Kepala Kantor KPPN Filial Kaimana hahaha. Saya melakukan kegiatan yang biasa dilakukan oleh pimpinan kantor. Tidak apa-apa kan ya? yang penting PD aja dulu hehehehe.

            Tak terasa waktu itu sudah memasuki bulan Ramadhan. Saya diajak teman saya untuk ikut kapal KSOP Sorong yang mampir ke Kaimana untuk pulang ke Fakfak. Sebelum berangkat, saya mengurus perizinan keluar wilayah dari Satgas Covid di Kaimana dan meminta bantuan teman serta atasan saya untuk mengurus perizinan masuk wilayah ke Satgas Covid di Fakfak. Ucapan terimakasih kepada rekan-rekan di Fakfak karena sudah bersusah payah mengurus perizinan saya melalui Komandan Kodim Fakfak, Kepala Dinas Fakfak, dan Bapak Bupati Fakfak supaya dapat izin masuk ke Fakfak.

            Perjuangan saya tidak berhenti disitu, setelah saya mendapat izin masuk Fakfak dengan catatan akan dikarantina 14 har, inilah saat yang akan paling saya ingat dihidup saya. Sore hari cuaca di Pelabuhan masih tenang dan kapal direncanakan berangkat pukul 23.00 WIT. Namun pada pukul 19.30 WIT, badai dan ombak besar datang menjadikan kapal terombang ambing. Kru kapal menahan “daplang” supaya kapal tidak menabrak bibir Pelabuhan. Saya pun ikut membantu menahan daplang dengan merasakan kapal yang terombang ambing.

           Tidak berhenti disitu, dibelakang kapal patrol terdapat 3 kapal penangkap ikan yang lebih besar dibandingan kapal patroli. Saking besarnya ombak, kapal penangkap ikan yang berada di tengah lepas ikatannya dan mengarah maju ke kapal patrol. Kapten kapal mau-tidakmau harus menggerakan kapal supaya tidak tertabrak. Akhirnya semua orang diperintahkan untuk masuk kapal, saya sangat terkejut bahwa ada yang mengatakan bahwa ombaknya setinggi 2 meter. Saya benar-benar merasakan guncangan dari kapal itu naik turun sangat kuat dan hanya bisa mengucap syahadat hehe.

           Lalu kapal diberangkatkan menuju Fakfak. Waktu malam keberangkatan, saya hanya bisa tidur di dalam dek karena merasa pusing setelah terkena guncangan dahsyat dari ombak setinggi 2 meter. Setelah saya bangun, situasi semakin terkendali, dan saya memberanikan diri untuk keluar kapal. Diluar kapal saya menikmati pemandangan pulau-pulau indah di papua sembari masih merasakan pusing akibat badai semalam. Setibanya saya difakfak saya sangat lega karena sudah bisa Kembali bertugas di kantor utama. Tamat.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search