Kediri

Berita

Seputar KPPN Kediri

Penguatan Mental dan Emotional Well-Being Pegawai untuk Organisasi yang Produktif

Kesehatan mental di lingkungan kerja saat ini telah berkembang menjadi isu krusial yang berdampak langsung pada efektivitas, ketahanan, dan keberlanjutan sebuah organisasi. Data statistik menunjukkan bahwa 1 dari 4 pekerja, rentan untuk mengalami masalah kesehatan mental dalam perjalanan karier mereka. Jika proyeksi makro tersebut diterapkan pada skala internal KPPN Kediri yang memiliki personil sekitar 23 hingga 24 orang karyawan, maka diperkirakan terdapat 6 sampai 8 orang pegawai yang sedang berjuang menghadapi gangguan atau tekanan kesehatan jiwa, baik dalam tingkatan yang disadari maupun tidak. Fenomena ini memerlukan perhatian serius karena gangguan kesehatan jiwa terbukti dapat menurunkan produktivitas kerja secara signifikan, mengaburkan konsentrasi, serta mereduksi fokus utama pegawai dalam menyelesaikan tugas-tugas kedinasan.

Profil pasien kesehatan jiwa saat ini juga telah mengalami pergeseran paradigma klinis dari gangguan bersifat psikotik (kehilangan pemahaman realitas) ke arah gangguan neurotik, di mana mayoritas pasien merupakan populasi usia muda produktif yang aktif bekerja di berbagai instansi. Tekanan psikologis ini sering kali dipicu oleh kompleksitas relasi interpersonal, baik berupa hambatan komunikasi dan konflik kerja dengan atasan maupun rekan sejawat, hingga problem di lingkungan keluarga bersama pasangan ataupun anak. Di sisi lain, tingginya target capaian organisasi dan beban kerja birokrasi yang dinamis menuntut adanya resiliensi dari tiap-tiap individu yang kokoh, agar stres adaptasi yang normal (eustress) tidak berubah menjadi stres merusak (distress) akibat penundaan pekerjaan, atau menumpuk menjadi kondisi burnout kolektif.

Berdasarkan urgensi tersebut, KPPN Kediri memandang perlu untuk mengambil langkah preventif dengan menyelenggarakan kegiatan In House Training. Kegiatan In House Training ini diselenggarakan oleh KPPN Kediri sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran internal mengenai pentingnya perawatan diri dan kesehatan mental di lingkungan kerja. Upaya ini ditujukan untuk mendukung terciptanya ekosistem kerja yang sehat, kondusif, harmonis, serta berdampak positif terhadap ketahanan produktivitas organisasi profesional.

Melalui pemaparan narasumber dan dinamika diskusi, diperoleh beberapa substansi hasil sebagai berikut:

  • Pemahaman Data & Dampak Finansial Organisasi

Peserta memahami gambaran seberapa banyak pegawai yang mungkin mengalami kesehatan mental yang kurang melalui data statistik bahwa 1 dari 4 pekerja rentan mengalami kendala kesehatan mental. Pada struktur KPPN Kediri terdapat sekitar 23-24 karyawan. Maka, secara matematis diperkirakan terdapat 6–8 orang yang sedang mengalami kendala kesehatan mental. Hal ini dipahami sebagai faktor krusial karena penurunan konsentrasi dan fokus berdampak langsung pada degradasi performa kerja.

  • Penguasaan Parameter Sehat Jiwa & Disfungsi Relasi

Peserta memahami bahwa sehat jiwa memerlukan keseimbangan 4 domain (fisik, mental, spiritual, sosial). Sebagian besar akar gangguan jiwa teridentifikasi berasal dari konflik relasi interpersonal (atasan, rekan, pasangan, anak) akibat tidak terpenuhinya kebutuhan psikis dasar (dicintai, didengar, dilihat, dipahami, dimaafkan).

  • Kecakapan Membedakan Gangguan Klinis
    • Stres: Sinyal adaptasi Stres positif (eustress) memotivasi, namun penundaan memicu stres merusak (distress).
    • Burnout: Kelelahan fisik/emosional kronis akibat stres kerja jangka panjang, ditandai sikap sinis pada pekerjaan.
    • Depresi: Kehilangan minat total, penurunan energi masif akibat anjloknya kadar serotonin, hingga risiko ide bunuh diri pada tingkat berat.
  • Pengetahuan Respons Neurobiologis Tubuh

Dipahaminya mekanisme lumpuhnya fungsi prefrontal cortex, yaitu bagian otak yang berfungsi sebagai analisa dan logika manusia, di mana saat otak emosi mengalami stimulasi berlebih akibat cemas/panik, serta dampak stres kronis pada perubahan sel mikroglia otak dan penyakit fisik (pencernaan, jantung berdebar, pusing).

  • Keterampilan Manajemen Stres Mandiri

Peserta menguasai metode penanganan praktis meliputi gerakan Tiga "IN" (Informasi, Interaksi, Inisiatif), penjadwalan tidur golden window (21.00–03.00 WIB), penerapan disiplin sleep hygiene selama 2 minggu, teknik pernapasan dalam (deep breathing), serta pembatasan paparan perbandingan sosial di media sosial untuk melatih resiliensi.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
KPPN Kediri
Jl. Basuki Rahmat No.4, Balowerti, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur 64123 
Tel: 0354-682151, 683610 Fax: 0354-682325, 686472

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

 

 

Search