Rabu, 17 Juni 2026, keluarga besar KPPN Kediri kembali melaksanakan Inovasi KARIB (Kajian Rutin Bulanan) sebagai momentum memperkuat nilai spiritual sekaligus meningkatkan kualitas diri.
Mengusung tema “Mengelola Mental Health untuk Mengawali Tahun 1448 H”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Ustadz Imron Muzakki yang memberikan pencerahan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah dinamika kehidupan, serta bagaimana mengawali tahun baru Hijriah dengan hati yang lebih tenang, ikhlas, dan penuh semangat kebaikan.
Kesehatan mental di lingkungan kerja saat ini telah berkembang menjadi isu krusial yang berdampak langsung pada efektivitas, ketahanan, dan keberlanjutan sebuah organisasi. Data statistik menunjukkan bahwa 1 dari 4 pekerja, rentan untuk mengalami masalah kesehatan mental dalam perjalanan karier mereka. Jika proyeksi makro tersebut diterapkan pada skala internal KPPN Kediri yang memiliki personil sekitar 23 hingga 24 orang karyawan, maka diperkirakan terdapat 6 sampai 8 orang pegawai yang sedang berjuang menghadapi gangguan atau tekanan kesehatan jiwa, baik dalam tingkatan yang disadari maupun tidak. Fenomena ini memerlukan perhatian serius karena gangguan kesehatan jiwa terbukti dapat menurunkan produktivitas kerja secara signifikan, mengaburkan konsentrasi, serta mereduksi fokus utama pegawai dalam menyelesaikan tugas-tugas kedinasan.
✨ Langkah Kecil, Dampak Besar ✨
Mari bersama wujudkan kantor yang lebih ramah lingkungan dengan kebiasaan sederhana:
♻️ Kelola sampah dengan bijak
Pisahkan sampah organik dan anorganik, serta kurangi penggunaan plastik sekali pakai.
💧 Hemat air
Gunakan air seperlunya dan pastikan keran tertutup rapat setelah digunakan.
💡 Hemat listrik
Matikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan.
Perubahan besar dimulai dari hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Yuk, jadi bagian dari perubahan untuk lingkungan yang lebih baik! 🌿
1. Gambaran Umum Data
- Total data pejabat perbendaharaan: 421 entri
- Data mencakup jabatan:
- Bendahara Penerimaan
- Bendahara Pengeluaran
- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
- Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM)
- Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dengan fokus pada distribusi gender.
Menuju "Next Treasury": Transformasi Digital DJPb untuk Keuangan Negara yang Akuntabel
Transformasi digital yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan bukan sekadar peralihan dari sistem manual ke sistem komputer. Ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan visi "Next Treasury", sebuah ekosistem perbendaharaan yang modern, transparan, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global.
Melalui Cetak Biru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2024–2029, DJPb memosisikan teknologi sebagai tulang punggung utama untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara lebih efisien.
Inti dari modernisasi ini terletak pada sinergi antara dua sistem besar:
- SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi): Digunakan oleh seluruh satuan kerja Kementerian/Lembaga untuk mengintegrasikan proses penganggaran hingga pelaporan dalam satu aplikasi tunggal.
- SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara): Sistem ini memastikan setiap transaksi keluar-masuk kas negara tercatat secara real-time dan otomatis, meminimalisir risiko kesalahan administrasi atau penyimpangan anggaran.
- PENERBITAN SP2D ATAS SPM LS DAN NON LS
- PENERBITAN SP2B BADAN LAYANAN UMUM (BLU)
- PENERBITAN SPHL DAN SP3HL
- PENGESAHAN DOKUMEN SP3HL BJS DAN PENERBITAN PERSETUJUAN MPHL-BJS
- LAYANAN KONSULTASI STAKEHOLDER
- PENDAFTARAN DATA SUPPLIER DAN DATA KONTRAK
- PERUBAHAN DATA SUPPLIER DAN DATA KONTRAK
- PENGESAHAN SURAT KETERANGAN PENGHENTIAN PEMBAYARAN (SKPP)
- PERSETUJUAN/PENOLAKAN PERMINTAAN UP DAN/ATAU TUP PADA KPPN
- PERSETUJUAN PEMBUKAAN REKENING
- PENERBITAN SURAT KETERANGAN TELAH DIBUKUKAN (SKTB)
- PENERBITAN BUKTI VALIDASI LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) BENDAHARA





