Jangan Asal Scan, Uang Transaksi Bisa Salah Sasaran
Kemudahan transaksi non-tunai kini sudah jadi bagian dari aktivitas kita sehari-hari. Mau bayar makan, beli minuman, hingga belanja kebutuhan harian, semua selesai dalam hitungan detik. Cukup buka aplikasi, pindai kode QRIS, masukkan nominal, lalu bayar.
Karena prosesnya begitu praktis, kita sering bertransaksi secara refleks. Pindai, bayar, lalu selesai.
Namun, pernahkah kita menyempatkan diri untuk mengecek siapa sebenarnya yang menerima uang tersebut?
QRIS memang memudahkan, tetapi faktor ketelitian tetap berada di tangan pengguna. Kode QR yang tampak biasa di meja kasir bisa saja sudah diubah atau ditimpa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Modus ini bisa terjadi di mana saja, mulai dari warung makan, kedai kopi, hingga pedagang kaki lima.
Modus Sederhana: Bermodal Stiker dan Lem
Pelaku biasanya tidak menggunakan metode yang rumit. Mereka cukup menempelkan stiker QRIS miliknya di atas kode QRIS asli milik pedagang.
Secara kasat mata, tampilan fisik QRIS tersebut hampir tidak ada bedanya. Namun saat dipindai, dana pembayaran justru langsung masuk ke rekening pelaku.
Di sinilah kewaspadaan kita diuji. Pembeli sering kali terburu-buru tanpa mengecek nama penerima, sementara pedagang tidak menyadari kode QRIS di lapaknya telah ditimpa.
Langkah Pencegahan Sebelum Bertransaksi
Sebagai pembeli, biasakan untuk melakukan pengecekan ringkas ini sebelum menekan tombol bayar:
- Cek Nama Penerima: Setelah memindai kode, pastikan nama merchant yang muncul di layar ponsel sesuai dengan toko tempat bertransaksi.
- Verifikasi Nominal: Periksa kembali jumlah uang yang diinput agar tidak ada kesalahan angka.
- Perhatikan Fisik QRIS: Waspadai jika stiker QRIS terlihat tebal, berlapis, atau memiliki bekas tempelan yang mencurigakan.
- Gunakan Aplikasi Resmi: Selalu gunakan aplikasi perbankan atau dompet digital resmi yang terpercaya.
- Cek Notifikasi Akhir: Setelah transaksi berhasil, sempatkan melihat rincian pembayaran pada notifikasi atau resi digital.
Bagi pemilik usaha atau pedagang, pastikan untuk memeriksa fisik kode QRIS di area penjualan secara berkala agar terhindar dari pemalsuan stiker.
Langkah Penanganan Jika Terlanjur
Jika menyadari nama penerima tidak sesuai atau ada indikasi penipuan setelah transaksi selesai, segera lakukan langkah berikut:
- Hubungi pihak bank atau penyedia jasa pembayaran yang digunakan.
- Simpan bukti transaksi berupa tangkapan layar yang memuat nama penerima, nominal, serta waktu kejadian.
- Laporkan temuan tersebut kepada pedagang atau pengelola lokasi agar kode QRIS bermasalah tersebut bisa segera dilepas dan tidak memakan korban lain.
Keamanan Transaksi Berawal dari Ketelitian
Kehadiran QRIS bertujuan untuk memberi kemudahan bagi pembeli maupun pedagang. Namun, keamanan sistem ini tetap membutuhkan kebiasaan baik dari penggunanya. Cukup sisihkan waktu beberapa detik untuk memastikan data sebelum membayar, dan mengecek kembali rinciannya setelah transaksi selesai.
Sebelum membayar, pastikan. Setelah membayar, periksa.
sumber : diolah dari Postingan HAI-DJPB pada https://www.instagram.com/p/Db2WQQgoA9E/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=MzRlODBiNWFlZA==

