Application Server merupakan aplikasi komputer yang memberikan pelayanan atau melakukan proses pelayanan terhadap setiap permintaan akses yang dilakukan oleh setiap komputer pengguna/client yang terhubung dengan jaringan. Application Server ini digunakan untuk mengefisiensi eksekusi atas suatu prosedur (program, rutin, script) yang mendukung jalannya aplikasi yang diterapkan. Dan biasanya digunakan untuk aplikasi berbasis transaksi yang kompleks seperti SAKTI. SAKTI dibangun dengan 1 desain aplikasi yaitu aplikasi berbasis client server (dengan jaringan) namun tetap dapat digunakan menjadi aplikasi standalone (tanpa jaringan) sehingga mudah dalam maintenance dan pengembangan aplikasi.
Sehingga baik SAKTI client serve rmaupun SAKTI stand alone tetap memerlukan instalasi application server. Ada beberapa macam application server , diantaranya Web Server, FTP Server, DHCP Server, Mail Server, DNS Server dll. Dalam java, istilahapplication server digunakan untuk menyebut server container aplikasi J2EE atau java EE 6. Oleh karena SAKTI dibangun menggunakan Java 6 maka application server yang dipilih dan digunakan dalam pengembangan SAKTI adalah JBOSS AS 7.1. Selain berfungsi sebagai web server, JBOSS AS 7.1 lebih berfungsi sebagaitools untukmemanage aplikasi yang dideploy. Kita bisa men-deploy,start,stop ataupun undeploy aplikasi yang ada diapplication server tersebut. JBOSS AS 7.1 diciptakan oleh JBOSS, selanjutnya dibeli dan dikembangkan oleh Red Hat. JBOSS AS 7.1 merupakanopen source softwareyang didalamnya sudah tertanam Apache Tomcat 5.5 servlet container, mendukung Java EE 6 full profile, JVM diatas versi 1.4 dan dapat berjalan di berbagai OS (Operating System) seperti GNU/Linux, FreeBSD, Mac OS X, Microsoft Windows dan yang lainnya. Proses instalasi JBOSS AS 7.1 tidak berbentuk file executable atau .exe namun ada file .bat didalam paket installer JBOSS yang dijalankan melalui command prompt (cmd). Karena Jboss memerlukan Java untuk prosesnya maka Java adalah hal utama yang perlu ada didalam server. Ada beberapa konfigurasi yang dilakukan pada proses instalasi JBOSS yaitu :
1. Konfigurasi JVM
JVM ( Java Virtual Machine ) secara ringkas pada Jboss berfungsi sebagai atau merupakan besaran memori yang dipakai atau yang diperlukan oleh program-progam berbasis java agar program - program atau aplikasi - aplikasi berbasis java tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar disuatu mesin atau operating sistem tanpa menyebabkan kehabisan memory (Out Of Memory). Di Jboss secara default nilai JVM yang diberikan yaitu:
"JAVA_OPTS=-Xms64M -Xmx512M -XX:MaxPermSize=256M“
-Xms: inisialisasi memori saat menjalankan aplikasi
-Xmx: besar maksimum memory yang diperlukan
Dimana lokasinya ada padaJboss-> bin -> standalone.conf.batuntuk windows danJboss-> bin -> standalone.confuntuk linux
2. Konfigurasi IP Address dan Port
Secara default JBoss menggunakan iplocalhost atau 127.0.0.1 dengan port 8080 saat running . Konfigurasi IP address dan port ini terdapat didalam folder jboss yaitujbossxxx -> Standalone -> Configuration -> Standalone.xml.
Untuk mengganti port dengan IP publik atau IP yang diinginkan ganti baris
<wsdl-host>${jboss.bind.address:127.0.0.1}</wsdl-host>
dengan IP addres yang sudah ditentukan misalnya:
<wsdl-host>${jboss.bind.address:10.100.10.100}</wsdl-host>
3. Konfigurasi Data Source
Dalamstandalone.xmljuga dapat tambahkan konfigurasi data source JBOSS yaitu pada baris<datasources> </datasources>,, dengan catatan user harus mempunyai database yang sudah diinstall misalkanOracle XE atau Oracle 11g atau yang lainnya. Dan setelah instalasi selesai dilakukan maka JBOSS dapat diakses melalui Web Browser dengan alamat standarhttp://127.0.0.1:8080/console.
Sumber : http://www.span.depkeu.go.id/




