“Negeri di atas awan” itu bernama Mamasa. Tidaklah berlebihan kita menyebutnya demikian, karena Kabupaten Mamasa berada pada ketinggian antara 600 m sampai 2000 m di atas permukaan laut dan ketinggian pegunungan di daerah ini adalah 2500-3107 m dpl. Tidak heran jika awan seolah-olah berada di bawah dataran hijau Mamasa dengan udara yang sejuk dengan curah hujan yang lebat. Mamasa atau mamase berasal dari kata "pesona cinta" yang berarti Mamasanese atau "lembah yang indah". Keindahan wilayahnya menggambarkan betapa sang pencipta memberikan keistimewaan untuk daerah ini.
Untuk mencapai kota Mamasa yang dari KPPN Majene memerlukan waktu sekitar 7 jam perjalanan, dengan jarak +130 km. Bisa dibayangkan kondisi infrastruktur jalan bila kita membandingan jarak dengan waktu tempuhnya. Luas wilayah Kabupaten Mamasa adalah 2.909,21 Km2 atau 17,18% dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Wilayah ini terbagi atas 17 Kecamatan dan 178 Kelurahan/Desa. Perbatasan wilayahnya adalah di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Mamuju, di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Mamuju, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Polewali mandar.
Atmosfer SPAN mulai dihembuskan di bumi Mamasanese. Dari Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Selasa tanggal 27 Januari 2015, SPAN mulai digaungkan. KPPN Majene mensosialisasikan pelaksanaan Roll Out SPAN kepada seluruh satuan kerja di wilayah Kabupaten Mamasa. Roll Out SPAN di KPPN Majene yang dimulai pada tanggal 2 Januari 2015 merupakan tonggak transformasi pengelolaan keuangan negara untuk menuju Indonesia yang lebih baik. Pesan ini yang ingin disampaikan kepada Bupati Mamasa dan seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di wilayah Kabupaten Mamasa. SPAN dirancang sebagai sebuah program transformasi berskala besar di Bidang Keuangan negara yang bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan perbendaharaan negara melalui penyempurnaan proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi yang terintegritas. Sebagai sebuah sistem baru, perlu adanya penyesuaian dan tidak menutup kemungkinan terdapat kendala yang akan ditemui. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para KPA dapat memahami adanya perubahan sistem di KPPN dan tidak merasa dipersulit dengan pelaksanaan SPAN ini apabila dalam perjalanannya nanti diperlukan beberapa penyesuaian.
Mamasa ditunjuk sebagai tempat perdana Grand Launching Roll Out SPAN, dengan pertimbangan bahwa Satker dengan wilayah terluar dari KPPN Majene. Sambutan hangat dari Asisten I Bidang Pemerintahan Drs. Nehru ketika Tim sosialisasi dari KPPN Majene menginjakkan kaki di Kantor Bupati Mamasa. Sementara Bupati Mamasa yang sedianya akan hadir dan memberikan sambutannya tidak dapat mengikuti dikarenakan ada panggilan rapat mendadak di Jakarta.
Sosialisasi dimulai tepat pada pukul 10.00 WITA. Diawali dengan sambutan Drs. Nehru yang mewakili Bupati Mamasa. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya materi sosialisasi ini karena menyangkut pengelolaan keuangan negara yang baik, transparan dan akuntabel. Drs. Nehru juga mengingatkan kepada peserta agar tetap fokus dalam mengikuti acara sosialisasi tersebut dan memastikan seluruh Satker undangan telah hadir dalam acara sosialisasi ini. Materi selanjutnya disampaikan oleh Bapak I Gusti Bagus Eddy Pramana Kabid PPA I Kanwil DJPB Prov. Sulawesi Barat. Selain memperkenalkan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sulawesi Barat dengan tugas pokok dan fungsinya, beliau juga mengingatkan betapa pentingnya mitra kerja KPPN untuk memahami bahwa proses transformasi yang cukup besar ini akan membawa dampak langsung kepada Satuan Kerja.
Materi tentang Overview SPAN dan Sakti dibawakan oleh Bapak A. Budi Dayantoro, Kepala KPPN Majene. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan gambaran tentang SPAN dan Sakti secara umum. “Kami mohon dukungan seluruh pimpinan satker mitra kerja KPPN Majene dalam implementasi SPAN ini serta tidak lupa kami mohon maaf apabila terdapat hambatan dan ketidaknyamanan atas pelayanan kami selama awal pelaksanaan SPAN” demikian ditekankan oleh Kepala KPPN Majene mengawali paparannya. Antusiasme peserta terhadap SPAN begitu tinggi, hal ini terlihat pada saat penyampaian materi tentang point penting dan permasalahan yang mungkin terjadi saat pelaksanaan SPAN. Materi ini disampaikan oleh Duta SPAN Unit KPPN Majene, Asy’ari Nurdin. Tanya jawab pun tidak terelakkan ketika sesi diskusi dibuka.
"Setiap perubahan, meskipun perubahan yang lebih baik, pasti ada ketidaknyamanan. Dan ketidaknyamanan itulah yang harus diubah menjadi kenyamanan". Ungkapan di atas cocok untuk menggambarkan kondisi di awal perubahan ini. Komitmen bersama untuk mengawal perubahan akan menjadi motivasi untuk mensukseskan implementasi SPAN di tahun ini. Dari Bumi Mamasanese, dari balik lembah nan indah dengan pesona cintanya, ada pesan yang ingin disampaikan: “Kami siap mengawal perubahan untuk Indonesia yang lebih baik”. Salam transformasi!




