
Pemerintah resmi menggulirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 6 Januari 2025. Program MBG merupakan inisiatif pemerintah Indonesia untuk memberikan makan bergizi secara gratis kepada masyarakat, terutama anak-anak di sekolah dan pesantren, serta ibu hamil dan menyusui yang berisiko stunting dan merupakan salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Implementasinya dilakukan secara bertahap hingga mencakup seluruh jenjang pendidikan, dimulai dari PAUD hingga SMA/sederajat di semua wilayah kabupaten/kota dengan mempertimbangkan kesinambungan fiskal. Pada APBN 2025 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk mendanai program MBG dengan target 19,47 juta penerima manfaat. Program MBG menyasar peserta didik mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/sederajat, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan gizi, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberdayakan UMKM dan ekonomi kerakyatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo, Kepala KPPN Meulaboh, Linggo Supranggono didampingi Kepala Seksi Bank mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Langung yang berlokasi di Jalan Nasional Meulaboh-Tapak Tuan, Kecamatan Meureubo, Selasa, 24 Juni 2025.
Kedatangan rombongan KPPN Meulaboh disambut langsung oleh Rima Kartika, Kepala SPPG Gampong Langung. Beliau langsung mempersilahkan rombongan KPPN Meulaboh untuk masuk ke ruko berlantai 2 yang menjadi kantor SPPG tersebut.
Rima menjelaskan bahwa saat ini di Aceh Barat terdapat 2 SPPG, yaitu di Gampong Kuta Padang dan di Gampong Langung, Kecamatan Meureubo. “SPPG kami telah beroperasi sejak bulan Maret 2025 lalu”, ujar Rima yang didampingi oleh Rahma Muja Zahra, Ahli Gizi, dan Dara Aprilia, Akuntan.
Rima menjelaskan bahwa saat ini di Aceh Barat terdapat 2 SPPG, yaitu di Gampong Kuta Padang dan di Gampong Langung, Kecamatan Meureubo. “SPPG kami telah beroperasi sejak bulan Maret 2025 lalu”, ujar Rima yang didampingi oleh Rahma Muja Zahra, Ahli Gizi, dan Dara Aprilia, Akuntan.
“SPPG kami melayani 17 satuan Pendidikan yang terdiri dari 2 TK/PAUD, 9 SD/MI, 3 SMP/MTs, dan 3 SMA/MA dengan total siswa penerima manfaat sebanyak 3428 siswa penerima manfaat”, jelas Rima. Beliau juga menjelaskan untuk penetapan lokasi target sekolah merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan kriteria, yaitu kuota penerima manfaat maksimal 4000 siswa, jarak sekolah maksimal 6 km dengan waktu tempuh pengantaran maksimal 30 menit. “Sejauh ini belum ada kendala berarti dalam pelaksanaan program MBG ini”, tutur Rima.
“Dinamika di lapangan yang kerap kami alami adalah bagaimana menyajikan menu yang sesuai dengan selera siswa”, sambung Rima.
“Dalam rekruitmen SDM, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal, dari 47 orang karyawan SPPG 70%-nya merupakan warga Gampong Langung yag berdomisili disekitar SPPG. Sedangkan sisanya merupakan warga diluar Gampong Langung”, tukas Rima.
“Program MBG diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi, kesehatan, dan produktivitas masyarakat. Lebih dari sekadar program bantuan makanan, MBG menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, melalui pembangunan generasi unggul yang sehat dan siap bersaing di tingkat global”, ujar Linggo Supranggono, Kepala KPPN Meulaboh.
Linggo juga mengingatkan segenap karyawan SPPG agar senantiasa ikhlas dan menjaga integritas dalam melaksanakan pekerjaan. “Lakukan pekerjaan dengan semangat melayani yang tulus”, sambung Linggo.
Linggo mengutarakan bahwa KPPN Meulaboh telah mendapat predikat Wilayah Bebas Korupsi dan tahun 2025 ini sedang berproses menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Kami punya tanggung jawab moral untuk menyebarkan virus integritas ke masyarakat.
“Kami yakin program MBG di Aceh Barat ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi banyak pihak, tidak hanya siswa yang akan menjadi generasi emas Indonesia, tapi juga pihak lain seperti UMKM dan masyarakat Aceh Barat tentunya”, harap Linggo mengakhiri kunjungan.
#TREFA #InTress #BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif)


