Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Meulaboh kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dalam Forum Strategis Nasional Penataan Organisasi DJPb Tahun 2026 yang berlangsung pada Selasa 28 Juli 2026.
Predikat WBBM merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan KPPN Meulaboh dalam membangun Zona Integritas serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Capaian ini menjadi tonggak penting bagi KPPN Meulaboh sebagai instansi vertikal DJPb di daerah. Sebelumnya, KPPN Meulaboh telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2020, yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan Zona Integritas menuju WBBM secara bertahap dan berkelanjutan. Proses ini ditempuh melalui penguatan komitmen pimpinan, pembentukan budaya kerja berintegritas, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi mitra kerja dan masyarakat.
Seluruh jajaran KPPN Meulaboh memastikan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak sekedar memenuhi dokumen dan indikator penilaian, tetapi menjadi bagian dari transformasi budaya organisasi, dengan integritas, profesionalisme, dan pelayanan sebagai bagian tak terpisahkan dari tugas sehari-hari.
Kepala KPPN Meulaboh, Linggo Supranggono, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah kerja keras dan komitmen seluruh pegawai, serta dukungan para mitra kerja.
“Capaian WBBM ini bukan keberhasilan individu maupun kelompok tertentu, melainkan hasil kerja bersama seluruh pegawai KPPN Meulaboh. Dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholder juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kami membangun layanan semakin baik,” ujar Linggo.
Sebagai intansi vertikal DJPb, KPPN Meulaboh memegang peran strategis dalam mendukung kelancaran pelaksanan APBN di wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya dan Simeulue. Melalui layanan kepada satuan kerja pemerintah pusat maupun daerah, KPPN Meulaboh senantiasa memastikan pengelolaan dan penyaluran anggaran negara berjalan tepat waktu, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, didukung penguatan kualitas layanan, pendampingan mitra kerja, digitalisasi, serta berbagai inovasi layanan.
Penguatan budaya antikorupsi turut menjadi fondasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Seluruh layanan diberikan secara profesional dan tanpa pungutan, dengan komitmen tegas menolak segala bentuk gratifikasi guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.
Transformasi pelayanan turut diwujudkan melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan, di antaranya GIZI Desa, Pasti Cair, POINT dan sejumlah inovasi lainnya. Inovasi tersebut diharapkan terus dikembangkan agar memberikan kemudahan, kapastian, dan pengalaman layanan yang lebih baik bagi seluruh stakeholder.
Keberhasilan meraih WBBM juga tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak satuan kerja mitra, pemerintah daerah, perbankan dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pelayanan publik yang berintegritas dan berorientasi pada hasil.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder atas dukungan, kepercayaan, masukan serta kolaborasi yang telah diberikan. Predikat WBBM ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan tersebut harus dijaga melalui kinerja dan pelayanan yang konsisten,” tambah Linggo.
Predikat WBBM bukan titik akhir perjalanan reformasi birokrasi, melainkan, momentum untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan proses bisnis, kualitas SDM, inovasi pelayanan, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi. Setiap masukan dari stakeholder yang dijadikan bahan evaluasi agar layanan yang diberikan semakin mudah, cepat, transparan, profesional, dan berdampak nyata.
Dengan diraihnya penghargaan WBBM ini, KPPN Meulaboh menegaskan kembali komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik, menjaga integritas, dan membangun kepercayaan publik bahwa WBBM bukan sekadar predikat, melainkan amanah untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang bersih, profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
#TREFA #InTress #BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif)









