
KPPN Meulaboh menyampaikan kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2026 dalam kegiatan Press Release Kinerja APBN dan Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) yang digelar di Ruang Mini TLC KPPN Meulaboh.
Kepala KPPN Meulaboh, Linggo Supranggono, menyampaikan bahwa realisasi APBN per Februari 2026 mencapai Rp871,67 miliar atau 20,26 persen dari total pagu sebesar Rp4,3 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp139,44 miliar dan Belanja Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp732,22 miliar atau 23,7 persen dari total pagu TKD Rp3,089 triliun.
“Realisasi Belanja Pemerintah Pusat meliputi Belanja Pegawai sebesar Rp108,74 miliar (12,31 persen), Belanja Barang Rp29,52 miliar (9,84 persen), dan Belanja Modal Rp1,18 miliar (3,97 persen). Sementara penyaluran TKD mencakup DAU, DBH, DAK Fisik, BOK Puskesmas, BOSP, DAK Non Fisik lainnya, serta Dana Desa,” jelas Linggo.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa pada Tahun 2026 terdapat kebijakan relaksasi penyaluran TKD bagi daerah terdampak bencana sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102 Tahun 2025. Dalam regulasi tersebut terdapat 50 pemerintah daerah terdampak, dua di antaranya berada dalam wilayah kerja KPPN Meulaboh, yakni Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya.
Untuk Kabupaten Aceh Barat, Sekretaris BPKD, Triyono, menyampaikan realisasi TKD telah mencapai Rp256,92 miliar atau 26,19 persen dari pagu Rp981,01 miliar. Rinciannya meliputi DAU Rp152,9 miliar, DBH Rp33,3 miliar, BOK Puskesmas Rp3,1 miliar, BOSP Rp13,76 miliar, serta DAK Non Fisik lainnya Rp16,28 miliar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Barat, Marjan Hanafie, menjelaskan bahwa penyaluran Dana Desa Tahap I telah terealisasi kepada 321 gampong dengan total Rp37,5 miliar. Ia menyampaikan bahwa percepatan penyaluran Dana Desa menjadi prioritas dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Untuk Kabupaten Nagan Raya, Kepala BPKD, Alfiandri, menyampaikan realisasi TKD mencapai Rp209,82miliar atau 25,84 persen dari pagu Rp811,84 miliar. Rinciannya meliputi DAU Rp135,11 miliar, DBH Rp14,29 miliar, BOK Puskesmas Rp3,99 miliar, BOSP Rp14,45 miliar, serta DAK Non Fisik lainnya Rp16,25 miliar.
Kepala DPMG Nagan Raya, Said Mudhar, menambahkan bahwa penyaluran Dana Desa Tahap I telah terealisasi kepada 222 gampong dengan total Rp25,7 miliar. Dana tersebut diharapkan segera dimanfaatkan untuk mendukung program prioritas desa serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Linggo menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat melalui KPPN Meulaboh dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pemanfaatan belanja negara dan TKD.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita memastikan dana APBN dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan ekonomi pascabencana,” ujarnya.
Sebagai unit kerja yang telah meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2025, KPPN Meulaboh berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan berintegritas guna mendukung tata kelola keuangan daerah yang semakin baik serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Barat Selatan Aceh.
#TREFA #InTress #BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif)








