
Dalam rangka mempercepat membangun usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), di Aula KPPN Meulaboh, pada 13 Oktober 2025. Kegiatan tersebut dihadari oleh unsur Pemerintah Daerah, Kemenkeu Satu, perwakilan BUMN, dan seluruh kepala desa serta pengurus KDMP di wilayah Kabupaten Aceh Barat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Wistha Nowar, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas KDMP Aceh Barat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya upaya bersama untuk menghadirkan koperasi yang benar-benar berjalan dan berdaya saing.
“Perlu upaya ekstra untuk bisa menghadirkan koperasi yang benar-benar berjalan. Ini menjadi tantangan bagi kita semua, baik pemerintah daerah maupun pengurus koperasi. Kalau kita tidak mampu menghadirkan koperasi yang berjalan dengan baik, tentu menjadi catatan bagi kita bersama,” ujar Wistha.
Wistha juga mengajak seluruh pihak untuk menyatukan misi dan tekad yang kuat dalam mengembangkan koperasi yang sehat dan mandiri. Menurutnya, langkah awal yang penting adalah memastikan pengurus di setiap koperasi telah terbentuk dan diperkuat kapasitasnya, khususnya bagi koperasi yang masih belum memiliki pengalaman dalam mengelola usaha. Ia menambahkan bahwa peluang bisnis koperasi Aceh Barat masih sangat terbuka, terutama pada sektor perdagangan dan jasa sebagai sektor primer di daerah tersebut.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Aceh Barat, Khairuzzadi, dalam paparannya menjelaskan bahwa hingga saat ini telah terbentuk sebanyak 321 koperasi di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 koperasi ditetapkan sebagai prioritas untuk menjadi pilot project KDMP, serta 17 koperasi lainnya menjadi percontohan di tingkat kecamatan.
“Penunjukan 21 koperasi ini bukan berarti yang lain tidak diperioritaskan, tetapi sebagai langkah awal agar koperasi ini bisa tumbuh dan menjadi contoh bagi koperasi lainnya,” ungkap Khairuzzadi.
Salah satu koperasi yang sudah aktif dan membuka gerai usaha di Kabupaten Aceh Barat adalah Koperasi Desa Merah Putih Gampong Bereugang dengan unit usaha yaitu pengadaan sembako. Ke depan, Disperindagkop akan terus mendorong koperasi lain untuk membuka gerai dan berkolaborasi dengan BUMN sebagai mitra strategis.
“Melalui rapat ini, kami juga menghadirkan BUMN agar koperasi bisa langsung berdiskusi dan berkoordinasi membuka peluang usaha bersama. Harapannya, setelah kegiatan ini koperasi dapat segera bergerak, membangun kemitraan dengan BUMN, dan melanjutkan pembiayaan usaha ke Bank Syariah Indonesia,” tambah Khairuzzadi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala KPPN Meulaboh, Linggo Supranggono, menyampaikan dukungan penuh Kementerian Keuangan terhadap percepatan program KDMP sebagai salah satu program prioritas nasional.
“KPPN Meulaboh memiliki peran sebagai Bendahara Umum Negara di daerah, yang menyalurkan dana APBN dan memastikan program prioritas nasional berjalan dengan baik. Salah satunya adalah dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih ini,” jelas Linggo.
KPPN Meulaboh memastikan dukungan pendanaan KDMP dapat berjalan optimal, di antaranya dengan mendorong pemanfaatan Dana Desa Tahap II sebagai modal awal koperasi. KPPN juga berperan aktif dalam koordinasi dengan Disperindagkop dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) agar penyaluran dana serta pembinaan koperasi dapat berjalan lancar.
“Melaui kegiatan ini kami mempertemukan langsung pengurus KDMP dengan BUMN agar terjalin link and match antara dunia usaha dan koperasi desa. Harapannya, Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Aceh Barat dapat tumbuh, mandiri, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa,” pungkas Linggo.
Dengan adanya sinergi anatara pemerintah daerah, Kementerian Keuangan dan BUMN, di harapkan program Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa di Aceh Barat serta memperkuat kemandirian masayarakat melalui kegiatan usaha yang berkelanjutan.
#TREFA #InTress #BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif)


