KPPN Palopo, Jl. Opu Tosappaile Nomor 107 Kota Palopo, Telepon (0471) 21303

oleh: Gobel Fajrin Astra Yudha

Kegiatan olahraga di lingkungan Ditjen Perbendaharaan dilaksanakan pada setiap hari Jumat yang biasa diadakan di halaman kantor tidak hanya dilakukan oleh pegawai Kantor Pelayanan Perbendhaaraan Negara (KPPN) saja, tetapi sudah menjadi kebiasaan bagi instansi-instansi pemerintah dan BUMN bahkan oleh swasta. Sehingga pada hari Jumat pagi kita biasa menjumpai para pegawai mengenakan pakaian olahraga saat berangkat ke kantor dan mungkin sambil mengantar putra-putrinya ke sekolah. Keadaan ini menunjukkan semaraknya kegiatan olahraga pagi di hari Jumat.

Namun terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan pegawai tidak berolahraga pada hari Jumat pagi, yaitu:

  1. Tingkat kesibukan yang tinggi biasa dialami pada Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan dan kantor vertikal yang memiliki beban kerja tinggi. Mereka tidak sempat lagi berolahraga pada hari Jumat pagi karena telah ditunggu tugas-tugas yang perlu segera diselesaikan. Jika tidak segera diselesaikan, maka pekerjaan akan semakin menumpuk.
  2. Ada juga pegawai yang tidak mengikuti olahraga di hari Jumat karena lokasi tempat tinggal yang jauh, harus mengantar putra-putrinya ke sekolah, atau ada kegiatan rutin yang lain yang tidak bisa ditinggalkan. Mereka yang tidak berolahraga di hari Jumat biasanya berolahraga di sore atau malam hari secara berkelompok sesuai hobi atau di hari libur bersama keluarga.

Biasanya pada hari Jumat pagi pegawai melaksanakan olahraga, sehingga seringkali belum siap melaksankan tugas pada saat jam layanan. Sebagian masih sarapan pagi, membersihkan diri (mandi), atau bahkan masih keasyikan berolahraga. Apalagi jika olahraga yang dilakukan berupa permainan, ketika pegawai keasyikan berolahraga, maka durasi olahraga dapat bertambah, yang mengakibatkan pelayanan sedikit dikorbankan.

Barangakali masyarakat sudah memahami keadaan ini, namun alangkah lebih baik jika kegiatan olahraga yang sangat bermanfaat ini tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Belum lagi di hari Jumat juga diadakan Shalat Jumat, yang makin mengurangi jam layanan. Sehingga stigma di masyarakat bahwa hari Jumat adalah ‘setengah hari kerja’ dapat dikurangi kalau memang belum dapat dihilangkan.

Untuk mencegah terhambatnya pelayanan kepada masyarakat, ada dua alternatif pelaksanaan kegiatan olahraga pegawai, yaitu: melaksanakannya lebih pagi atau melaksanakannya di sore hari. Alternatif pertama yaitu melaksanakan olahraga lebih pagi akan sulit dilaksanakan dengan alasan pegawai tidak mempunyai cukup waktu untuk persiapan hingga berangkat ke kantor, sehingga alternatif yang lebih memungkinkan untuk dipilih adalah melaksanakan olahraga pada sore hari.

Olahraga pada sore hari yang dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat dinilai tepat  karena jam layanan kepada masyarakat/stakeholder dibatasi sampai dengan pukul 15.00. Sehingga masih terdapat jeda waktu untuk menyelesaikan sisa pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk berolahraga.

Pelaksanaan olahraga di sore hari juga menjawab permasalahan durasi yang tidak cukup jika olahraga dilakukan di hari Jumat pagi. Jika olahraga dilakukan pada sore hari, katakanlah dimulai pukul 16.00, maka durasi olahraga bisa sampai dua jam hingga pukul 18.00. Panjangnya durasi ini bisa diisi dengan olahraga yang variatif, misalnya senam dan dilanjutkan dengan permainan, misalnya bola voli, futsal, tenis lapangan, tenis meja, dan lain-lain.

Setelah kita bahas bahwa olahraga di sore hari lebih menguntungkan bagi pegawai, pembahasan selanjutnya adalah pada hari apa sebaiknya olahraga sore dilakukan di kantor. Sebelum menentukan hari pelaksanaan olahraga di kantor, kita perlu mengetahui berapa frekuensi olahraga yang baik. Kita ambil saja frekuensi 3 kali seminggu dan hari Sabtu atau hari Minggu kita jadiakan  patokan  pelaksanaan olahraga. Kenapa Sabtu atau Minggu? Karena keduanya adalah hari libur yang biasanya dimanfaatkan untuk berolahraga atau berekreasi.

Dengan patokan kedua hari itu, maka diperoleh dua jadwal olahraga, yaitu Minggu-Rabu-Jumat atau Sabtu-Senin-Rabu. Melihat dua jadwal tersebut, kita dapati bahwa hari Rabu meupakan hari yang ideal untuk pelaksanaan olahraga di kantor karena dapat mengakomodir 2 jadwal yang ada. Bahkan jika hanya ingin olahraga dua kali seminggu, maka bisa melakukannya di hari Rabu dan Sabtu atau Minggu dan Rabu.

Terdapat beberapa keuntungan tambahan jika olahraga di kantor dilaksanakan pada hari Rabu sore, yaitu:

  1. Rabu merupakan tengah pekan yang biasanya mulai muncul kejenuhan dalam bekerja. Dengan melakukan olahraga di hari Rabu sore, diharapkan dapat meningkatkan energi untuk bekerja di hari Kamis dan Jumat.
  2. Pegawai tidak harus mandi di kantor jika olahraga dilakukan sore hari karena bisa langsung pulang setelah berolahraga dan mandi di rumah. Hal ini dapat mengurangi biaya langganan air oleh kantor dan pegawai tidak perlu membawa perlengkapan mandi ke kantor.
  3. Pada hari Jumat pagi, biasanya instruktur senam mengalami over demand karena banyak dicari oleh instansi/kantor untuk memimpin senam. Bahkan beberapa instruktur menerima orderan hingga 2 atau 3 instansi. Dengan pelaksanaan olahraga di hari Rabu sore, instruktur senam dapat lebih membagi waktunya dan tidak terjadi over demand.

Dari pembahasan di atas, alangkah baiknya jika jadwal pelaksanaan olahraga pegawai Ditjen Perbendaharaan dialihkan dari hari Jumat pagi menjadi hari Rabu sore untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus meningkatkan frekuensi olahraga pegawai yang pada akhirnya kualitas kesehatan pegawai diharapkan dapat meningkat. Selamat berolahraga!

 

Disclaimer : isi tulisan merupakan aspirasi penulis dan tidak mewakili pandangan instansi

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search