Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa pada 3 September yang lalu, pemerintah menempuh kebijakan penyesuaian harga BBM agar mendekati nilai keekonomian. Hal tersebut harus ditempuh pemerintah untuk menjaga daya tahan dan keberlangsungan APBN karena subsidi energi yang semakin membengkak serta kuota BBM subsidi yang hampir habis. Tujuan lain dari pemerintah adalah agar subsidi BBM lebih tepat sasaran. Selama ini, subsidi energi lebih banyak dinikmati oleh kalangan yang secara ekonomi lebih mampu.
Untuk membantu masyarakat miskin yang terdampak akibat penyesuaian harga BBM, pemerintah menempuh beberapa kebijakan, salah satunya pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pengalihan Subsidi BBM. Program BLT ini dilaksanakan oleh Kementerian Sosial dan disalurkan melalui Kerjasama dengan PT Pos Indonesia.
Hingga minggu lalu, 16 September 2022, realisasi penyaluran BLT secara nasional telah mencapai Rp6,195 triliun untuk 20.650.000 KPM atau 50 persen dari total alokasi Rp12,39 triliun. Di wilayah Sulsel, realisasi penyaluran BLT mencapai Rp208,88 miliar kepada 696.280 KPM. Penyaluran BLT di wilayah Luwu Raya, yang terdiri atas Kota Palopo, Kab. Luwu, Kab. Luwu Utara, dan Kab. Luwu Timur telah mencapai Rp29,83 miliar untuk 99.445 KPM.
Semoga dengan pemberian BLT, dampak kenaikan BBM khususnya bagi masyarakat tidak mampu, dapat diminimalkan.


