
Putussibau - Pada tanggal 9 Februari 2022, Kemenkeu Satu Kapuas Hulu (KPPN Putussibau dan KPPBC Nanga Badau) kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan penyaluran kredit program yang dihadiri Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM Kabupaten Kapuas Hulu, Perbankan di wilayah Kapuas Hulu, , HIPMI, dan IWAPI Kapuas Hulu. FGD mengambil tema Optimalisasi Penyaluran Kredit Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bertempat di aula KPPN Putussibau dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
UMKM merupakan penopang penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM memberikan kontribusi besar terhadap PDB yaitu sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah (data per semester I tahun 2021). Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi. Pemerintah terus menopang dunia usaha untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan insentif bagi pelaku UMKM melalui program restrukturisasi kredit dan subsidi bunga bagi UMKM. Kebijakan KUR pun terus disesuaikan untuk memenuhi target pendanaan kredit UMKM pada tahun 2024 menjadi lebih dari 30%.
Sejalan dengan positifnya pertumbuhan ekonomi, permintaan KUR juga mengalami peningkatan pada tahun 2021. Bahkan penyaluran KUR pada bulan Maret tahun 2021 sebesar Rp25,47 triliun telah melampaui penyaluran KUR sebelum terjadi Covid-19 pada tahun 2019 sebesar Rp14,59 triliun. Hal ini tak terlepas dari kebijakan rendahnya suku bunga KUR sebesar 3%, dan kebijakan subsidi bunga serta restrukturisasi kredit pada masa pandemi.
Pada tahun 2021, kinerja penyaluran KUR di Kapuas Hulu sangat menggembirakan. Total penyaluran KUR yang dilakukan sepanjang tahun 2021 sebesar Rp203,619 miliar untuk 5.651 nasabah/debitur. Angka ini cukup berimbang dibandingkan dengan penyaluran KUR pada kabupaten lain di Kalimantan Barat. Penyaluran KUR di Kapuas Hulu masih terus dapat dioptimalkan.
Dalam pembukaan FGD, Kepala KPPN Putussibau, Bapak Chandra Wibowo menyampaikan bahwa, penyaluran KUR tahun 2021 yang sudah sangat baik, masih terus dapat dioptimalkan melalui penyelarasan program-program dari seluruh stakeholders untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor unggulan di Kapuas Hulu melalui pembiayaan KUR. Diharapkan, dengan adanya keselarasan dan optimalnya pembiayaan KUR pada sektor unggulan dapat meningkatkan PAD yang berujung pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam upaya optimalisasi penyaluran KUR adalah penataan administrasi untuk tata kelola dan tata niaga dari beberapa komoditas unggulan di Kapuas Hulu. Legalitas perniagaan dari sektor unggulan tersebut merupakan salah satu aspek penting bagi penyalur KUR yang dipertimbangkan analis kredit sebelum memberikan rekomendasi persetujuan terhadap pengajuan calon debitur KUR.
Seluruh stakeholders yang hadir dalam FGD tersebut menyambut baik dan mengapresiasi pertemuan yang dilakukan. Peserta FGD banyak memberikan insight dalam sesi diskusi, serta berharap pertemuan dengan melibatkan lebih banyak pihak terkait dapat terus dilanjutkan dalam kesempatan yang akan datang. Komitmen penguatan sinergi dan komunikasi lintas sektoral terus dibangun dalam rangka optimalisasi penyaluran kredit program dan pemberdayaan UMKM di Kapuas Hulu.
#KemenkeuSatu #Sinergi #UMKM #DJPbHAnDAL #KPPNPutussibau #WBBM












