
Sekayu, 11 November 2025 – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sekayu telah melaksanakan Survei Nilai Keekonomian Debitur (NKD) Usaha Ultra Mikro (UMi) pada 4–7 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari peran KPPN sebagai special mission advisor untuk mengawal kebermanfaatan program pembiayaan UMi di wilayah kerja KPPN Sekayu.
Survei dilakukan di tiga kabupaten, yaitu Musi Rawas, Musi Banyuasin, dan Banyuasin, dengan melibatkan kerja sama antara KPPN Sekayu, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), serta PNM Mekaar dari berbagai cabang seperti Sanga Desa, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, Keluang, Sungai Keruh, Lais, Banyuasin II, dan Talang Kelapa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data terkini terkait kondisi keekonomian debitur UMi, meningkatkan sinergi antara KPPN Sekayu dan PNM Mekaar, memberikan edukasi kewirausahaan serta pengelolaan kredit agar bermanfaat bagi perkembangan usaha, serta memperkenalkan peran KPPN Sekayu bersama PIP dan mitra salur dalam penyaluran UMi.
Tim survei yang dipimpin oleh Kepala Seksi Bank KPPN Sekayu, Dani Ramdan, bersama anggota tim, melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha debitur. Kegiatan ini memberikan hasil positif, di antaranya mendapatkan informasi kondisi perekonomian pelaku UMKM debitur UMi untuk dilaporkan kepada PIP, memperkuat hubungan kerja sama dengan PNM Mekaar, dan mengaktualisasikan peran KPPN Sekayu sebagai special mission advisor di daerah.
Melalui kegiatan ini, KPPN Sekayu menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan UMKM lokal dan mendorong ekonomi inklusif di wilayah Musi Banyuasin dan sekitarnya. Laporan lengkap kegiatan ini telah disusun sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan tugas.

