
Sidoarjo – KPPN Sidoarjo turut berperan aktif dalam upaya pengendalian inflasi daerah dengan menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sidoarjo yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung secara luring di Pendopo Delta Wibawa (Ruang Transit) dan dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, serta dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi vertikal, dan seluruh perangkat daerah terkait.
HLM TPID ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi tekanan inflasi, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, periode yang secara historis diwarnai peningkatan konsumsi masyarakat dan volatilitas harga pangan. Dalam sambutan pembukaannya, Bupati Sidoarjo menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Pada sesi pemaparan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo menyampaikan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Pada minggu pertama Februari 2026, Kabupaten Sidoarjo tercatat mengalami kenaikan IPH sebesar 4,24 persen, dengan komoditas utama penyumbang kenaikan antara lain cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus adalah beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Perum BULOG Kantor Cabang Surabaya memaparkan kondisi stok dan penyaluran bantuan pangan. Disampaikan bahwa stok beras dan komoditas strategis lainnya relatif aman dalam rangka menjaga stabilitas pasokan. Namun demikian, realisasi pengadaan gabah kering panen (GKP) di wilayah Kabupaten Sidoarjo masih perlu terus didorong agar target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.
Sementara itu, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo menyampaikan berbagai upaya menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026, antara lain pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), pembentukan kios pangan, penguatan cadangan pangan, serta gerakan tanam cabai untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis. Upaya ini dilengkapi dengan pengawasan stok, distribusi, dan kualitas pangan secara terpadu bersama Satgas Pangan.
Dari sisi pengawasan harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaporkan bahwa beberapa komoditas tercatat melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya cabai rawit, beras, dan minyak goreng. Untuk meredam tekanan harga, pemerintah daerah akan terus mengintensifkan operasi pasar, pasar murah, serta pemantauan harga berbasis aplikasi guna memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Selain aspek pangan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo memaparkan perannya dalam mendukung kelancaran distribusi dan mobilitas masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri, antara lain melalui program Mudik Gratis, manajemen lalu lintas, pengamanan transportasi, dan pengawasan kendaraan angkutan. Kelancaran sisi transportasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan barang dan menekan risiko inflasi akibat gangguan distribusi.
Secara umum, hasil HLM TPID menyimpulkan bahwa tekanan inflasi daerah menjelang HBKN masih didominasi oleh komoditas cabai, beras, dan minyak goreng. Oleh karena itu, diperlukan penguatan intervensi yang terarah, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta pengawasan berkelanjutan terhadap pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok. KPPN Sidoarjo, sebagai bagian dari TPID, berkomitmen untuk terus mendukung sinergi kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat.
Melalui pelaksanaan HLM TPID ini, diharapkan koordinasi lintas sektor di Kabupaten Sidoarjo semakin solid sehingga stabilitas inflasi daerah dapat terjaga dengan baik selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H, demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.
©2026_Edukasi165




