Kantor pemerintah bisa apa untuk hemat energi dan kelestarian lingkungan?
oleh: Achy Novia
Pelaksana Subbagian Umum KPPN Sijunjung
Energi merupakan kebutuhan dasar manusia beriringan dengan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Hampir seluruh aspek kehidupan manusia mebutuhkan energi setiap harinya, terutama di zaman modern ini. Semakin meningkatnya populasi manusia maka kebutuhan energi akan semakin meningkat.
Sehubungan dengan hal tersebut, penghematan energi listrik saat ini telah menjadi topik yang umum dibicarakan di berbagai kalangan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya harga/tagihan yang harus kita bayarkan sebagai pengguna listrik, air, BBM, dan sebagainya. Belum lama ini kita juga telah melihat dan mendengar pemberitaan di media sosial tentang maraknya aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.
Selain sebagai individu, lingkungan kantor pemerintah juga memiliki peran menggerakan penghematan energi. Instansi pemerintah agar menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat untuk merubah mindset dan paradigma dalam mengelola sumber energi secara bijaksana.
KPPN Sijunjung sebagai instansi pemerintah telah mengambil peran dalam penghematan energi. Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan, hal ini juga ditujukan untuk menghemat pengeluaran anggaran beban biaya listrik dan air. Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penghematan Energi Dan Air yaitu “Melakukan langkah-langkah dan inovasi penghematan energi dan air di lingkungan instansi masing-masing dan/atau di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sesuai kewenangan masing-masing”, KPPN Sijunjung telah menciptakan inovasi penghematan energi dengan nama “Green Mild 077”.
Gerakan efisiensi ini memiliki empat ide utama. Pertama, kegiatan penanaman hidroponik yang memiliki banyak manfaat didaalamnya, diantaranya, memenuhi asupan bergizi bagi tubuh, sebagai media untuk menambah kadar oksigen di udara, pemanfaatan lahan kosong dengan baik, serta banyak manfaat baik lainnya.
Kedua, mengganti penggunaan plastik ramah lingkungan. Sekilas fakta tentang plastik, menurut laporan dari Guardian diperkirakan 8,3 miliar ton plastik telah diproduksi sejak 1950-an, dan hanya 9% yang telah didaur ulang, jurnal Environmental Pollution (Belanda) menyatakan bahwa rata-rata manusia memakan 70.000 mikroplastik setiap tahun yang bersumber dari makanan laut yang kemudian berpindah ke tubuh melalui konsumsi makanan sehari-hari, dan berbagai fakta menarik lainnya. Ironis bukan? Namun hal ini disadari belum bisa di lakukan secara penuh mengingat hampir seluruh kegiatan perkantoran banyak menggunakan berbahan dasar plastik. Semua dapat dilakukan berangkat dari perubahan kecil dikegiatan sehari-hari. Berkat kemajuan teknologi, sudah banyak bermunculan bahan biodegradable yang ditambahkan, sehingga proses penguraian plastik jadi lebih cepat.
Ketiga, meninggalkan air mineral kemasan cup, mengingat adanya opsi lain untuk menggunakan wadah minuman seperti gelas kaca maupun botol minum milik pribadi. Pada kegiatan berkumpul seperti rapat dan kegiatan lain, pegawai membawa botol minum masing-masing dan dapat mengisi ulang air dari dispenser air minum yang telah disediakan di beberapa tempat di dalam gedung bangunan kantor.
Keempat, mengurangi penggunaan tissue. Selain dari ide yang telah dituangkan dalam inovasi, terdapat beberapa gerakan yang dilakukan KPPN Sijunjung yaitu pemberian label peringatan di perangkat elektronik, listrik serta air sebagai pengingat bagi para pegawai agar mematikan perangkat yang tidak digunakan.
Efisiensi gerakan juga bisa dilaksanakan melalui perancangan interior pertama dengan memperhatikan penghematan energi dan tetap memperhatikan kenyamanan pengguna ruangan. Contohnya dengan penggunaan energi alami yaitu optimalisasi cahaya matahari serta sistem tata udara yang baik pada bangunan gedung.
Budaya efisiensi energi ini bukan hanya sekadar gaya-gayaan, namun hal ini dilakukan untuk keberlangsungan sumber daya di generasi selanjutnya. Hanya dengan satu orang mematikan satu keran air, mencabut satu steker, jika di lakukan bersama maka hal yang yang tadinya hanya satu kegiatan, akan menjadi budaya yang berulang dan berkesinambungan apabila dilakukan secara konsisten. Salah satu wujud syukur kita kepada pencipta alam ini yaitu salah satunya dengan merawat dan memelihara sumber daya yang sedang kita nikmati sekarang.





