Kinerja Pelaksanaan Anggaran KPPN Sijunjung Triwulan III 2025: Stabil, Akuntabel, dan Terukur
(oleh: Rahmat DS, JF PTPN Terampil)
Sijunjung, 13 Oktober 2025 — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Sijunjung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan peran sebagai Financial Advisor (FA) melalui penyampaian laporan kajian data kinerja pelaksanaan anggaran periode Triwulan III Tahun 2025. Laporan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi Jabatan Fungsional Perbendaharaan dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dan Indeks Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Analisis.
Capaian Kinerja: Angka yang Mengesankan
Berdasarkan data dari OM-SPAN per 30 September 2025, KPPN Sijunjung mencatat nilai IKPA sebesar 98,69, dengan realisasi belanja mencapai Rp1,87 triliun atau 75,71% dari total pagu anggaran sebesar Rp2,47 triliun. Kinerja ini mencerminkan pelaksanaan anggaran yang efisien dan tepat sasaran, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Sorotan Indikator Kinerja
- Revisi Anggaran
Semua satuan kerja (satker) utama memperoleh nilai sempurna (100), menandakan perencanaan anggaran yang adaptif dan responsif. Namun, kecenderungan revisi setiap triwulan menjadi perhatian karena dapat menghambat pencapaian nilai maksimal (110). Rekomendasi diarahkan pada penguatan monitoring dan penjadwalan revisi yang lebih strategis. - Deviasi Halaman III DIPA
Nilai akhir sebesar 91,91 menunjukkan masih adanya tantangan dalam kesesuaian realisasi anggaran terhadap Rencana Penarikan Dana (RPD). Beberapa satker mengalami deviasi akibat perubahan kode satker dan kebijakan anggaran mendadak. Pendampingan intensif dan revisi tepat waktu menjadi solusi utama. - Penyerapan Anggaran
Dengan nilai 100, indikator ini menunjukkan bahwa sebagian besar satker berhasil menyesuaikan eksekusi belanja dengan target triwulanan. Namun, satker dengan pagu besar dan kegiatan fisik masih menghadapi tantangan dalam penyerapan awal tahun. - Belanja Kontraktual
Meskipun nilai akhir mencapai 100, beberapa satker menghadapi kendala akibat blokir anggaran yang belum jelas statusnya. Hal ini berdampak pada keterlambatan proses kontraktual. Asistensi dan bimbingan teknis menjadi langkah strategis yang disarankan. - Penyelesaian Tagihan
Nilai 99,44 menunjukkan kinerja yang hampir sempurna. Namun, keterlambatan pembayaran oleh satu satker menjadi catatan penting. Monitoring ketat terhadap satker dengan belanja kontraktual sangat disarankan. - Pengelolaan UP dan TUP
Dengan nilai 99,59, indikator ini menunjukkan pengelolaan yang efisien. Namun, beberapa satker mengalami kendala dalam mencapai nominal GUP bulanan dan keterlambatan penyampaian SPM. Solusi yang ditawarkan meliputi pengurangan nilai UP dan pengingat batas waktu GUP. - Capaian Output
Nilai sempurna 100 menunjukkan keberhasilan dalam pelaporan capaian output. Namun, masih terdapat satker yang belum mampu menyusun target secara andal dan mengalami keterlambatan pencairan. Diperlukan peningkatan kapasitas dalam pengisian data capaian output.
Satker Berprestasi
Beberapa satker yang konsisten meraih nilai sempurna di hampir semua indicator pada triwulan III antara lain:
- Lapas Kelas III Dharmasraya
- Lapas Narkotika Kelas III SWL
- PN Pulau Punjung
- Loka POM di Kabupaten Sijunjung
- Rutan Kelas II B Sawahlunto
Sebagai penutup, KPPN Sijunjung terus berupaya menjaga integritas dan kualitas layanan publik dalam pengelolaan keuangan negara. Dengan semangat Zona Integritas dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), KPPN Sijunjung menegaskan komitmennya untuk tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun.





