SUKABUMI – Dalam kehidupan sehari-hari, sering sekali kita mendengar kata risiko. Biasanya kata tersebut merupakan sesuatu yang tidak kita sukai atau pun sesuatu yang ingin kita hindari. Risiko ada di mana-mana, bisa datang kapan saja, dan sulit dihindari.Risiko bisa didefinisikan sebagai kejadian yang merugikan atau kemungkinan hasil yang diperoleh menyimpang dari yang diharapkan.
Namun, jika kita merujuk kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 577/KMK.01/2019, risiko merupakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang berdampak terhadap pencapaian sasaran organisasi. Jika risiko tersebut menimpa suatu organisasi, maka hal tersebut dapat berdampak negatif pada organisasi. Dalam kemungkinan situasi terburuk, risiko tersebut bisa mengakibatkan kehancuran organisasi tersebut. Untuk itu, perlu adanya suatu manajemen risiko guna mengelola risiko agar organisasi tidak mengalami kerugian.
Begitu pun yang dilakukan oleh KPPN Sukabumi selaku organisasi pemerintah. Awal tahun adalah momen yang tepat untuk melakukan evaluasi atas segala kejadian yang menimpa di tahun lalu untuk dijadikan sebagai pedoman dalam memitigasi risiko yang akan dihadapi di tahun 2022. Melalui penetapan sejak awal, dapat dimitigasi secara dini risiko-risiko yang perlu mendapat perhatian. Untuk itu, pada Jumat (07/01/2022) dilaksanakan rapat penyusunan profil risiko tahun 2022. Rapat dipimpin langsung oleh Plt. Kepala KPPN Sukabumi, Hasan Lutfi dan diikuti oleh semua pejabat pengawas dan PTPN Penyelia.

Profil risiko yang ditetapkan akan dilaksanakan pemantauan secara berkala. Hal ini untuk melihat perkembangan dan antisipasi atas risiko yang telah ditetapkan. Harapannya ke depan, profil risiko ini benar-benar mencerminkan risiko yang kemungkinan terjadi di KPPN Sukabumi. Melalui rapat ini, diharapkan tidak terdapat risiko yang luput dari pantauan pengelola risiko sehingga layanan operasional terganggu atau berdampak kepada reputasi KPPN Sukabumi.
“Saya harap setiap risiko yang ditetapkan nantinya bisa dipahami dan oleh semua pegawai dan meminimalisasi risiko yang terjadi sehingga dampak yang ditimbulkan tidak mengganggu operasional dan reputasi KPPN Sukabumi,” ujar Hasan Lutfi menutup acara rapat penyusunan profil risiko. (Rmt/Nov)




