
Satu Program Strategis Nasional masa pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem adalah penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR). Di kabupaten Sukabumi telah berjalan satu SR dengan nomenlatur Sekolah Rakyat Menengah Pertama 7 Sukabumi (SRMP 7 Sukabumi), dan pada Selasa 26 Agustus 2025 KPPN Sukabumi berkesempatan beraudiensi dengan pihak sekolah yang diterima langsung Ihsan Alma’ruf (Kepala Sekolah).
SRMP 7 Sukabumi berlokasi di Jl. Cikiwul, Cibadak kec. Cibadak kab. Sukabumi yang berdiri di atas tanah dan gedung milik satker Sentra Phalamartha dan ke depan SRMP 7 Sukabumi yang permanen akan dibangun di daerah Cicurug kabupaten Sukabumi pada tahun 2026 dengan anggaran 200 milyar oleh Kemensos. Launching dan proses belajar mengajar telah dimulai pada tanggal 14 Juli 2025 (termasuk dalam batch 1a di 53 titik SR).
Saat ini jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mencapai 100 siswa jenjang SMP kelas 7 dengan 4 rombel dan dalam kesehariannya para siswa didampingi 12 guru atau pengajar dengan status PPPK Kemensos dan satu kepala sekolah dengan status PNSD Provinsi Jabar. Berikut Wali asrama 2 orang dan Wali asuh 10 orang yang berasal dari Tenaga pendamping PKH Kemensos dan tenaga pendukung berjumlah 17 orang yang terdiri dari Bendahara, Operator, Staf TU masing-masing 1 orang dan 14 orang bertugas sebagai Pramusaji, Satpam dan Cleaning Service yang berasal dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana (Taruna Tanggap Bencana).
SRMP 7 Sukabumi ini berada di bawah langsung Pusdiklat Bangprof Kemensos sehingga terkait dengan kebutuhan operasional berupa ATK untuk kegiatan belajar mengajar, pelaporan, pemeliharaan berupa listrik dan kebutuhan lainnya pengajuan RAB-nya ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Pusdiklat Bangprof Kemensos, termasuk penunjukkan pihak ketiga untuk pemenuhan kebutuhan 3 kali makan dan 2 kali snack per hari.
Kurikulum yang diterapkan di Sekolah Rakyat merupakan kurikulum hybrid yang diadopsi dari Kemendikdasmen dan Kemenag. Target dari pembelajaran SR adalah siswa didik menjadi disiplin, bertanggung jawab, percaya diri dan menghormati orang tua. Untuk menunjang proses tersebut, fasilitas ruang kepala sekolah, ruang guru dan ruang TU, ruang kelas, ruang asrama, dan ruang pendukung lain telah dikondisikan agar para peserta didik nyaman dalam mengikuti proses belajar-mengajar.
Dalam perjalanan waktu, terdapat 1 siswa yang sedang dalam proses pendampingan karena hendak mengundurkan diri akibat masih belum siap untuk bersekolah asrama (berpisah dengan orang tua). Skema Uang Persediaan belum diberlakukan di SR sehingga untuk dana operasional sekolah apabila terjadi hal-hal mendesak/kondisi darurat seperti anak sakit tengah malam tenaga pendidik sementara harus menanggung kebutuhan BBM, termasuk jika ada obat yang tidak ditanggung BPJS.
Sementara itu, masih terdapat ketimpangan kesejahteraan untuk tenaga pendukung dengan perbedaan status asal para pekerja. Tenaga pendamping PKH dengan tingkat kesejahteraan senilai Rp 3,1 juta – 3,5 juta, TKSK mendapat Rp 1,5 juta perbulan, sedangkan Tagana senilai rp. 750 ribu juga perlu menjadi perhatian. Peralatan pendukung kegiatan belajar mengajar dan administratif seperti laptop/computer, printer, scanner juga diupayakan kelengkapannya -saat ini sangat terbantu dengan fasilitas yang disediakan oleh satker Sentra Phalamartha. Demikian pula, seragam untuk siswa baru terpenuhi bagian atasan yaitu seragam olah raga. Juga seragam untuk guru, wali asrama, wali asuh dan tenaga pendukung belum tersedia.
Mencetak agen perubahan pada setiap keluarga miskin melalui pendidikan berkualitas guna memutus transmisi kemiskinan adalah visi Sekolah Rakyat. Adapun misinya adalah memberikan pendidikan berkualitas untuk siap menempuh pendidikan lanjutan, menanamkan pola pikir pantang menyerah dan kegigihan dalam merubah nasib keluarga, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan cinta tanah air dan menghadirkan pengajaran budaya dan moral kehidupan yang berkarakter.(AW).




