Jalan Garuda Nomor 107, Sumbawa

REALISASI APBN

Belanja K/L dan TKD di KPPN Sumbawa Besar

Realisasi APBN Lingkup KPPN Sumbawa Besar s.d. 30 April 2026

 

Sumbawa Besar – Pelaksanaan APBN lingkup KPPN Sumbawa Besar sampai dengan April 2026 menunjukkan kinerja yang semakin solid. Dari total pagu sebesar Rp2,68 triliun, realisasi belanja negara telah mencapai Rp997,55 miliar atau 37,23 persen.

Capaian ini memperlihatkan berlanjutnya akselerasi pelaksanaan anggaran setelah berakhirnya Triwulan I. Realisasi APBN bergerak meningkat dari Rp331,24 miliar atau 12,35 persen pada Januari, menjadi Rp528,44 miliar atau 19,70 persen pada Februari, kemudian Rp784,83 miliar atau 29,71 persen pada Maret. Pada April, terdapat tambahan realisasi sekitar Rp212,73 miliar dibandingkan Maret, atau naik 7,52 poin persentase.

Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh Lebih Merata

Realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan April 2026 mencapai Rp171,93 miliar dari pagu Rp507,26 miliar, atau 33,89 persen. Dibandingkan Maret, realisasi meningkat sekitar Rp49,78 miliar.

Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp100,21 miliar atau 37,29 persen dari pagu Rp268,71 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa belanja wajib pemerintah berjalan stabil dan turut menjaga daya beli aparatur.

Sementara itu, Belanja Barang mencapai Rp39,29 miliar atau 28,00 persen, mencerminkan peningkatan aktivitas operasional satuan kerja. Belanja Modal juga terus bergerak dengan realisasi Rp32,43 miliar atau 33,02 persen, meningkat cukup baik dibandingkan Maret. Hal ini menjadi indikasi positif bagi pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada pembentukan aset dan peningkatan kualitas layanan publik.

Transfer ke Daerah Tetap Menjadi Komponen Dominan

Dari sisi Transfer ke Daerah, realisasi sampai dengan April 2026 mencapai Rp825,62 miliar dari pagu Rp2,17 triliun, atau 38,01 persen. Komponen ini masih menjadi penopang utama realisasi APBN, dengan kontribusi sekitar 82,76 persen terhadap total realisasi.

Dana Alokasi Umum menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp626,76 miliar atau 38,26 persen dari pagu Rp1,64 triliun. Selanjutnya, Dana Alokasi Khusus terealisasi sebesar Rp163,51 miliar atau 35,26 persen.

Sementara itu, Dana Desa telah terealisasi sebesar Rp35,35 miliar atau 50,15 persen dari pagu Rp70,50 miliar. Penyaluran Dana Desa yang telah melampaui separuh pagu diharapkan dapat mempercepat kegiatan pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan perputaran ekonomi lokal.

Dorongan Fiskal Memasuki Triwulan II

Secara ekonomi, realisasi APBN yang mendekati Rp1 triliun pada April menunjukkan bahwa aliran belanja pemerintah terus memberikan dorongan likuiditas bagi daerah. Belanja pegawai menopang konsumsi rumah tangga, belanja barang mendorong permintaan terhadap produk dan jasa, sedangkan transfer ke daerah memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah dan desa.

Memasuki Triwulan II, momentum percepatan perlu terus dijaga melalui peningkatan kualitas perencanaan kas, percepatan pengadaan, serta monitoring pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, belanja negara tidak hanya terserap secara optimal, tetapi juga menghasilkan output yang tepat waktu dan berdampak nyata bagi masyarakat.

KPPN Sumbawa Besar terus mendorong satuan kerja dan pemerintah daerah untuk menjaga koordinasi dan akuntabilitas pelaksanaan anggaran agar APBN semakin efektif sebagai instrumen pembangunan dan penggerak ekonomi daerah.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search