


APBN terus berperan sebagai instrumen fiskal yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di wilayah kerja KPPN Sungai Penuh. Hingga akhir Semester I Tahun 2026, kinerja pendapatan negara dan belanja negara menunjukkan tren yang positif sebagai wujud hadirnya APBN untuk masyarakat.
🔹 Pendapatan Negara terealisasi sebesar Rp20,27 miliar atau 99% dari target, dengan seluruh penerimaan berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
🔹 Belanja Negara telah tersalurkan sebesar Rp1.008,05 miliar atau 54% dari pagu, yang terdiri atas:
▪️ Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp213,99 miliar (49% dari target), dengan rincian:
• Belanja Pegawai Rp162,06 miliar (57%)
• Belanja Barang Rp44,03 miliar (42%)
• Belanja Modal Rp7,90 miliar (15%)
▪️ Transfer ke Daerah mencapai Rp794,05 miliar (56% dari target), dengan rincian:
• Dana Bagi Hasil (DBH) Rp15,57 miliar (38%)
• Dana Alokasi Umum (DAU) Rp588,28 miliar (57%)
• Dana Transfer Khusus (DTK) Rp115,65 miliar (48%)
• Dana Desa Rp74,56 miliar (79%)
• Dana Insentif Fiskal Rp0 miliar (0%)
Realisasi APBN pada Semester I menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat perekonomian daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat terus mengoptimalkan pelaksanaan APBN sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
Mari terus kawal APBN agar semakin efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia. 🇮🇩
#APBNKita #UangKita #Kemenkeu #APBNBekerjaUntukRakyat


