Tangerang

Pendahuluan

Pelaporan capaian output merupakan bagian integral dari pelaksanaan anggaran yang bertujuan untuk memastikan bahwa belanja negara tidak hanya terserap, tetapi juga menghasilkan output sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam DIPA. Bagi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), data capaian output menjadi instrumen penting dalam pemantauan pelaksanaan anggaran, penilaian kinerja satuan kerja (satker), serta pengendalian kualitas pelaksanaan belanja pemerintah.

Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum penguatan tata kelola pelaporan capaian output melalui penerapan Assessment Rincian Output (RO) secara menyeluruh dan penguatan proses validasi pada Aplikasi SAKTI. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi, akurasi, dan akuntabilitas data capaian output yang dilaporkan oleh satker.

Assessment Rincian Output sebagai Fondasi Pelaporan

Assessment Rincian Output merupakan proses penetapan karakteristik setiap RO sebelum pelaporan capaian output dilakukan. Assessment ini wajib dilaksanakan setelah DIPA ditetapkan dan sebelum periode pelaporan dimulai oleh Unit Eselon I, Kementerian/Lembaga, dan Direktorat Jenderal Anggaran.

Melalui assessment RO, setiap output ditetapkan karakteristiknya meliputi:

  • jenis Rincian Output,
  • cara pelaporan capaian output,
  • polarisasi capaian, dan
  • polarisasi waktu pelaksanaan.

Hasil assessment RO menjadi referensi sistem dalam Aplikasi SAKTI dan MyIntress serta menentukan mekanisme perhitungan progres dan capaian output sepanjang tahun anggaran.

Karakteristik Rincian Output dalam Pelaksanaan

Rincian Output diklasifikasikan menjadi RO statis dan RO dinamis.
RO statis merupakan output dengan volume tetap dan realisasi volumenya tidak dapat melebihi target yang tercantum dalam DIPA. Sementara itu, RO dinamis memungkinkan realisasi volume melampaui target sebagai bentuk extra effort, sepanjang sesuai dengan kondisi riil pelaksanaan kegiatan.

Dari sisi pelaporan, capaian output dapat dilaporkan melalui tiga metode, yaitu:

  1. Tahapan, untuk output yang penyelesaiannya melalui tahapan kegiatan;
  2. Otomatis, di mana progres capaian dihitung secara sistem berdasarkan target bulanan;
  3. Periodik, untuk output yang diberikan secara berulang kepada pihak yang sama dalam periode tertentu.

Selain itu, setiap RO juga memiliki polarisasi capaian (maximize atau minimize) dan polarisasi waktu (stabilized atau time efficiency) yang memengaruhi interpretasi kinerja.

Pelaporan Capaian Output melalui Aplikasi SAKTI

Pada TA 2026, Aplikasi SAKTI berfungsi sebagai single entry point pelaporan capaian output. Satker melakukan penginputan data pada menu Realisasi Kinerja Satker dengan komponen utama:

  • Progres Capaian Rincian Output (PCRO),
  • Realisasi Volume Rincian Output (RVRO),
  • keterangan dan referensi pelaporan.

Penginputan dilakukan oleh Operator Komitmen, kemudian direviu dan divalidasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta dimonitor oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Data capaian output hanya dapat dikirim ke MyIntress apabila seluruh RO telah disetujui oleh PPK.

Validasi Data dan Pengendalian Kualitas Pelaporan

Untuk menjaga kualitas data capaian output, sistem menerapkan delapan variabel validasi yang dilakukan langsung di Aplikasi SAKTI saat proses penyimpanan data. Validasi ini bertujuan untuk mendeteksi anomali pelaporan sejak dini, antara lain:

  • PCRO dilaporkan 0 meskipun telah terdapat realisasi anggaran,
  • PCRO 100 persen tetapi RVRO belum mencapai target,
  • RVRO melebihi target DIPA,
  • RVRO telah mencapai target namun PCRO belum 100 persen.

Sebagian validasi bersifat wajib diperbaiki, sementara sebagian lainnya berfungsi sebagai early warning yang memerlukan konfirmasi lanjutan oleh satker dan KPPN. Hanya data capaian output yang valid dan terkonfirmasi yang diperhitungkan dalam penilaian kinerja.

Keterkaitan dengan Penilaian IKPA

Capaian output merupakan salah satu indikator utama dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dengan bobot sebesar 70 persen, sedangkan 30 persen lainnya berasal dari ketepatan waktu pelaporan. Oleh karena itu, ketepatan pengisian PCRO dan RVRO serta kedisiplinan pelaporan sesuai periode buka sistem menjadi faktor kunci dalam capaian nilai IKPA satker.

Penutup

Penguatan pelaporan capaian output pada Tahun Anggaran 2026 merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pengendalian dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Melalui penerapan assessment Rincian Output, integrasi sistem pelaporan, serta penguatan validasi di level satker, diharapkan data capaian output yang dihasilkan semakin akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

DJPb terus mendorong seluruh satuan kerja untuk menyampaikan laporan capaian output secara tepat waktu dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelaksanaan anggaran yang akuntabel dan berorientasi kinerja.

Ringkasan Praktis

  • Assessment RO wajib dilakukan sebelum pelaporan.
  • SAKTI merupakan satu-satunya pintu masuk pelaporan capaian output.
  • Validasi PPK menjadi kunci kualitas data.
  • Data valid dan terkonfirmasi menentukan nilai IKPA.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

Ikuti Kami

 

 

ALPHA & E-FILLING SPT

 

 

Search