
KPPN Tanjungredep bertugas menyalurkan Belanja APBN pada Tahun 2025 dengan total pagu sebesar Rp3,7 triliun yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat senilai Rp251,5 miliar dan Belanja Transfer Ke Daerah dengan nilai 3,49 triliun.
Realisasi belanja sampai dengan Bulan Januari 2025 yaitu sebesar Rp345,2 miliar (9,23 persen) dari total pagu Rp3,7 triliun dan mengalami penurunan 38,11% dibandingkan tahun 2023 dikarenakan total pagu tahun 2024 lebih besar dibandingkan tahun 2025. Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp10,1 miliar (9,11 persen) dari pagu 110,6 miliar dan terjadi pertumbuhan 68,51% (yoy). Belanja Barang terealisasi sebesar Rp2,8 miliar (2,35 persen) dari pagu 118,8 miliar dan terkontraksi 100,82% (yoy). Belanja Modal terealisasi sebesar Rp150 juta (0,68 persen) dari pagu 22,1 miliar dengan positive growth 100% (yoy). Belanja Transfer ke Daerah (TKD) telah sesuai dengan jadwal realisasi yang ditetapkan DJPK untuk penyaluran TKD pada bulan Januari dengan nilai total realisasi Rp332,2 miliar (9,53 persen) dari pagu Rp3,49 triliun dan memiliki negative growth 12,33% (yoy) hal ini dikarenakan pagu TKD tahun 2024 lebih besar dibandingkan pagu TKD tahun 2025.
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat berupa realisasi Belanja Pegawai pada Bulan Januari 2024 mengalami kenaikan dibandingkan Bulan Januari 2023 dikarenakan adanya kenaikan gaji yang diumumkan pada bulan Maret 2024, penambahan jumlah pegawai dan pengangkatan PPPK pada satker serta pembayaran tunggakan Tunjangan Kinerja dan TPG terutama pada Satker Kementerian Agama. Realisasi Belanja Barang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu dikarenakan adanya Program Efisiensi APBN atas Instruksi Presiden. Sedangkan realisasi Belanja Modal mengalami kenaikan 100% dikarenakan pada bulan Januari 2024 belum ada realisasi Belanja Modal dan realisasi Belanja Modal pada Bulan Januari 2025 merupakan Belanja Modal prioritas yang harus segera direalisasikan oleh satker.

Belanja Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Berau yang disalurkan melalui KPPN Tanjung Redeb pada Tahun 2025 memperoleh alokasi sebesar 3,49 triliun, jika dibandingkan dengan alokasi Tahun 2024 mengalami penurunan secara total sebesar 8,4%. Dana Transfer ke Daerah yang mengalami penurunan alokasi diantaranya adalah Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 10,55% dikarenakan adanya penurunan harga komoditas hasil perkebunan kelapa sawit dan minerba batu bara pada tahun 2024. Sedangkan untuk alokasi Dana Insentif Fiskal saat ini merupakan alokasi awal tahun 2025 berdasarkan kinerja TA 2024, dan alokasi tersebut belum memperhitungkan reward kinerja tahun 2025 yang biasanya akan disahkan di Triwulan III tahun 2025.
Untuk Dana Transfer Khusus Fisik alokasinya juga mengalami penurunan yaitu sebesar 52,91%, hal tersebut dikarenakan perubahan kebijakan Pemerintah terkait prioritas pengalokasian anggaran pada sektor-sektor yang lebih strategis dan mendesak. Namun demikian untuk Dana Transfer Khusus Non Fisik mengalami kenaikan alokasi sebesar 15,35%. Kenaikan alokasi tersebut untuk membiayai kegiatan antara lain Bantuan Operasional Satuan Pendidikan, Tunjangan Guru ASN Daerah serta Bantuan Operasional Kesehatan dan Keluarga Berencana.
Sedangkan untuk realisasi Transfer ke Daeran sampai dengan 31 Januari 2025 telah terealisasi sebesar 9,53% atau sebesar 0,33 triliun, yang terdiri dari:
- Belanja transfer Dana Alokasi Umum dengan pagu sebesar Rp. 603,90 miliar telah direalisasikan sebesar Rp.65,10 miliar atau sebesar 10,78%; mengalami kenaikan year to year sebesar 3,90%.
- Belanja transfer Dana Bagi Hasil dengan pagu sebesar Rp. 2,52 triliun telah direalisasikan sebesar Rp.0,24 triliun atau sebesar 9,25%; mengalami penurunan year to year sebesar 7,34%.
- Belanja Dana Alokasi Khusus Fisik dengan pagu sebesar Rp. 38,75 miliar, sampai dengan akhir Januari belum ada realisasi; stabil/konsisten year to year.
- Belanja transfer Dana Alokasi Khusus Non Fisik dengan pagu sebesar Rp. 152,96 miliar telah direalisasikan sebesar Rp28,18 miliar atau sebesar 18,42%; mengalami penurunan year to year sebesar 1,60%.
- Belanja transfer Dana Desa dengan pagu sebesar Rp. 101,53 miliar, sampai dengan akhir Januari belum ada ralisasi; stabil/konsisten year to year.
- Belanja transfer Dana Insentif Daerah dengan pagu sebesar 6,99 miliar, dan sampai akhir Januari belum ada realisasi; stabil/konsisten year to year.



