Tarakan, Senin (9 Februari 2026) – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tarakan memenuhi undangan kegiatan Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tarakan yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan strategis ini merupakan forum koordinasi lintas instansi dalam rangka memperkuat sinergi pengendalian inflasi di wilayah Kota Tarakan.
Rapat HLM TPID tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tarakan dan dihadiri oleh seluruh unsur TPID Kota Tarakan. Hadir pula Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan sebagai narasumber yang menyampaikan paparan terkait perkembangan indikator ekonomi dan dinamika inflasi daerah.
Pada kesempatan ini, rapat membahas secara komprehensif pemantauan harga serta kebutuhan bahan pangan dan transportasi umum di lingkup Kota Tarakan. Pembahasan tersebut menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam perumusan kebijakan pengendalian inflasi daerah, khususnya dalam rangka antisipasi peningkatan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri.
Selain itu, rapat juga menyoroti kondisi ketersediaan dan kecukupan pasokan bahan pangan di Kota Tarakan yang hingga saat ini masih didominasi oleh pasokan dari luar daerah. Kondisi tersebut memerlukan perhatian bersama melalui penguatan koordinasi antarinstansi guna menjaga kelancaran distribusi, kestabilan harga, serta memitigasi potensi tekanan inflasi.
Sebagai tindak lanjut hasil rapat, disepakati bahwa pelaksanaan rapat TPID selanjutnya akan dilakukan secara tematik, sehingga pembahasan dapat dilakukan lebih mendalam dan terfokus untuk menghasilkan rekomendasi serta solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui partisipasi aktif dalam forum TPID, KPPN Tarakan bersama seluruh anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Tarakan berkomitmen untuk terus mendukung upaya menjaga stabilitas inflasi daerah. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan.




