Ternate, djpb.kemenkeu.go.id,- Badan Layanan Umum (BLU) hadir sebagai lini prioritas pemerintah, di antaranya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan kesehatan. Saat ini terdapat sekitar 247 BLU dari berbagai rumpun, salah satunya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).


LPDP hadir sebagai salah satu bentuk keberpihakan negara terhadap kelompok afirmasi, baik itu difabel, prasejahtera, dan daerah 3T (terluar, terdepan, terpencil), termasuk kawasan timur, untuk mendorong kemajuan Indonesia secara menyeluruh. Penerima beasiswa afirmasi terus meningkat jumlahnya hingga pada tahun 2019 mencapai angka 5634 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto dalam webinar Bakarluta Beasiswa: "Merajut Asa dari Timur Indonesia, Raih Beasiswa LPDP untuk Bangun Bangsa" yang diselenggarakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Mata Garuda (ikatan alumni penerima beasiswa LPDP) Maluku Utara, Kamis (10/06).
"Tahun ini beasiswa LPDP dibuka kembali, bahkan dari 5 menjadi 13 program. Kami berhadap kehadiran LPDP mampu meruntuhkan tembok penghalang yang menghambat putra-putri bangsa dalam mengakses pendidikan unggul. Setelah lulus, dapat kembali ke daerahnya untuk membangun," sebut Andin dalam kegiatan yang diikuti oleh para pejabat dan pegawai Ditjen Perbendaharaan dan LPDP serta masyarakat umum ini.
BLU termasuk LPDP harus menjalankan bisnis yang sehat, sekaligus dihadapkan pada prinsip tidak mengutamakan keuntungan, untuk mengawal proses pemulihan dari pandemi.
"Pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi pascapandemi perlu diraih untuk mengoptimalkan bonus demografi dan reformasi struktrural untuk meningkatkan produktivitas guna mendukung visi Indonesia Maju 2045. Salah satu reformasi struktural pascacovid adalah meningkatkan potensi ekonomi dari sisi supply, antara lain kualitas SDM melalui reformasi perlindungan sosial, kesehatan, dan pendidikan. Sinergi BLU, LPDP, dan civitas akademika diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM dan mendorong indeks pembangunan manusia kawasan timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya," jelas Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU Ditjen Perbendaharaan Ari Wahyuni selaku pimpinan Unit Pembina Keuangan BLU. 
Dikerkirakan tahun 2035 Indonesia akan mengalami masa bonus demografi yang berarti penduduk banyak berada pada usia produktif. Ini merupakan peluang sebagai modal dasar untuk membangun bangsa yang maju, sekaligus tantangan karena mengelolanya tidak mudah.
"Data Badan Pusat Statistik (BPS), Human Development Index (HDI) tahun 2020 nasional rata-rata 71,94. Untuk wilayah Indonesia Timur (Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat) secara umum masih di bawah rata-rata nasional. Dari Angka Partisipasi Kasar (APK) terlihat empat provinsi (wilayah timur) berada di atas rata-rata, artinya penduduk yang telah menamatkan SMA sudah di atas nasional. Namun, untuk meneruskan ke perguruan tinggi masih minim. Kegiatan ini salah satunya bertujuan menginformasikan adanya program beasiswa LPDP," jelas Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara Bayu Andy Prasetya dalam laporannya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso dan Awardee LPDP di Boston University Herawati Teapon yang juga merupakan putri asli Maluku Utara untuk berbagi informasi dan pengalaman seputar beasiswa LPDP, dengan moderator Mubbadilah Rafa'al dari Mata Garuda Maluku Utara. (lrn/sw)

