Kementerian Keuangan terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang penuh integritas dan bebas korupsi. Dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2024, Kementerian Keuangan menyelenggarakan Acara Puncak Hakordia Kemenkeu (12/12) yang bertujuan untuk meningkatkan integritas dan memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan Kementerian Keuangan. Acara ini diselenggarakan secara hybrid di Jakarta.
Pada tahun ini tema yang diusung adalah “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju”. Tema ini merupakan sebuah seruan bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen bersama dalam upaya memberantas korupsi. Peringatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya budaya antikorupsi dalam setiap lini kehidupan.
Komitmen Kemenkeu dalam mendukung integritas dan semangat antikorupsi diwujudkan dengan memastikan bahwa pengelolaan APBN dilakukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ini juga sejalan dengan astacita Presiden Prabowo, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati pada kesempatan tersebut mengingatkan agar peringatan tidak hanya sekadar hitam di atas putih. Tidak hanya diperingati dengan spanduk dan poster yang habis dibaca. Namun, lebih dari itu peringatan ini harus menjadi momen untuk meneguhkan komitmen antikorupsi dan menjadi momen refleksi internal bagi Kemenkeu untuk mengurai benang merah integritas dalam rangka penguatan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.
“Kita hanyalah manusia biasa, dan oleh karena itu kita selalu rentan terhadap berbagai macam pengaruh. Jadi, hal pertama adalah teguhkan komitmen. Itu membutuhkan untuk melihat secara sangat detail, sistematis, dan terorganisir. Apa saja faktor-faktor yang bisa memengaruhi komitmen kita untuk antikorupsi,” katanya.
“Komitmen antikorupsi itu pasti menghadapi cobaan. Jadi, mari kita sama-sama dengan kerendahan hati tanpa ada yang merasa super atau lebih suci, identifikasi dan organisir faktor-faktor apa yang membuat komitmen kita bisa melemah, memudar bahkan hilang,” lanjutnya.
Menteri Keuangan juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan, terutama yang bekerja di front end untuk dapat menjadi role model bagi anak buah dan rekan kerja lainnya. Menurutnya, salah satu sikap yang harus dimiliki oleh setiap pegawai Kementerian Keuangan adalah waspada berkelanjutan karena di setiap unit pasti akan ada godaan untuk terjerumus dalam tindakan korupsi.
Menteri Keuangan juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan berkomitmen sehingga membentuk reputasi Kementerian Keuangan yang baik, terutama pada unit-unit yang mendapat penghargaan dalam kegiatan ini.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hakordia, Kemenkeu juga telah secara rutin menyelenggarakan berbagai aktivitas yang bertujuan membangun semangat antikorupsi di setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan Puncak hakordia Kemenkeu juga didahului dengan Road to Hakordia yang terdiri dari 51 kegiatan mulai dari webinar, lomba, lelang, hingga aktivasi konten media sosial dan diikuti total peserta 55.128 peserta.
Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan,Awan Nurmawan Nuh menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan telah aktif melakukan berbagai kegiatan dalam rangka penguatan integritas yang menanamkan budaya antikorupsi. Diantaranya forum integritas pimpinan, integrity sharing, dan e-learning. Sebagai bentuk pengawasan dari dalam, Kemenkeu juga telah menjalankan sistem pengendalian untuk mengawasi tindakan korupsi dalam organisasi.
“Sistem pengendalian internal dengan model 3 lini sudah dijalankan di Kemenkeu dengan penetapan PMK 83 yang mengatur tentang Sistem Pengendalian Intern Terintegrasi (SPIT),” jelasnya.
Puncak Peringatan Hakordia Kemenkeu 2024 juga sebagai ajang Penganugerahan Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan Unit Kerja Terbaik dalam Kepatuhan dan Validitas Administratif Pelaporan Harta Kekayaan Kementerian Keuangan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan berhasil mendapatkan penghargaan dalam tiga kategori, yaitu:
Penganugerahan Unit Kerja Terbaik Menjaga Keberlanjutan Zona Integritas (ZI) Menuju WBK
Terbaik Ketiga
- KPPN Tipe A1 Kotabumi
Penganugerahan Unit Kerja Terbaik Menjaga Keberlanjutan ZI Menuju WBBM
Terbaik Pertama
- KPPN Tipe A2 Putussibau
Penganugerahan Unit Kerja Terbaik dalam Kepatuhan dan Validitas Administratif Pelaporan Harta Kekayaan
Kategori Kantor Kecil
- KPPN Tipe A2 Watampone





