
Senin, 2 Maret 2020.
Pada hari itu, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung mengumumkan kasus pertama COVID-19 dari Istana Kepresidenan. Masyarakat diperkotaan meresponnya dengan “panic buying” kebutuhan pokok, masker hingga hand sanitizer. Langit Indonesia tidak lagi sama kala itu. Meskipun begitu, aktivitas warga masih berjalan normal. Perkantoran tetap buka, sekolah belum libur, tempat ibadah masih ramai.
Rabu, 11 Maret 2020.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto menyampaikan bahwa seorang pasien positif terjangkit virus COVID-19 di Indonesia meninggal dunia sekira pukul 02.00 WIB. Usulan untuk melakukan lockdown makin ramai terdengar. Perkembangan kasus di seluruh dunia makin tak terkendali, Nyatanya, negara-negara dengan tingkat pertumbuhan kasus tinggi tengah bersiap-siap melakukan lockdown semisal Italia, Denmark, Spanyol ataupun Malaysia.
Senin, 16 Maret 2020.
Direktur Jenderal Perbendaharaan, Andin Hadiyanto menerbitkan SE-25/PB/2020 tentang Tindak Lanjut Terkait Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Kementerian Keuangan. Layanan tatap muka pada KPPN Kotabumi pun menuju senjakala. Dalam rangka upaya pencegahan, penanganan, dan pengendalian penyebaran COVID-19, layanan tatap muka harus segera di akhiri dalam tempo sesingkat-singkatnya kecuali untuk hal yang sangat mendesak. Interkasi antar masyarakat harus diminimalisir sedikit mungkin untuk mengurangi tingkat penyebaran.
Rabu, 18 Maret 2020.
Kepala KPPN Kotabumi, Subur Bahariyanto menerbitkan S-191/WPB.08/KP.03/2020 tentang Tindak Lanjut Implementasi SE-25/PB/2020. Terhitung mulai Kamis, 19 Maret 2020 layanan tatap muka resmi ditiadakan. Surat, banner ataupun flyer disebar secara daring ke seluruh stakehoder. Semua pihak harus siap menerima perubahan, cepat ataupun lambat. Heracletos, seorang filsuf Yunani kuno pernah berujar bahwa tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.
Berbagai jenis pesan pun masuk melalui handphone. Menanyakan tindaklanjut dokumen tagihan mereka. Bagaimana mereka harus mengirim SPM lewat email, bagaimana mereka berkonsultasi hanya melalui daring, hingga belum-belum mengutarakan kesedihan mereka karena tak bisa lagi bersua. Sejujurnya, hati ini juga berkecamuk. Tak membayangkan sebelumnya bahwa keramaian tiap harinya akan sirna dalam seketika. Sepanjang sore hari, sayapun merenungi keadaan layaknya narapidana yang menunggu vonis. Sebersit ide pun menyeruak. Saya memutuskan untuk mengirimkan sebuah surat terbuka yang akan saya kirimkan ke WA Grup Satker KPPN Kotabumi dan juga laman Facebook KPPN Kotabumi. Saya ingin mengajak mereka semua melewati ini dengan tetap tabah dan riang gembira. Saya ingin semua pihak lulus melewati ujian.
Selepas sholat ‘Isya. Di tengah gerimis yang kian deras, diiringi do’a kala hujan, terangkailah sebuah pesan sederhana untuk dunia dalam sekejap masa.
“Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Bapak/Ibu para pengelola keuangan satker, mumpung belum terlalu malam kita ngobrol dulu sebentar Yuk. Masih pada belum ngantuk, kan?
Hari-hari ke depan kita bakal banyak berubah loh. Tanggap darurat kali ini banyak mengubah cara pandang kita dalam menghadapi sesuatu. Kedepan kita tidak akan saling menyapa di dunia nyata lagi. Pun dengan pelayanan kami yang bakal banyak berubah. Meski begitu, perlu Bapak/Ibu ketahui bahwa proses bisnis penerbitan SP2D tidaklah berubah sama sekali. Kami harus tetap di kantor untuk memproses SPM Bapak/Ibu semua. Pengeluaran APBN harus tetap diproses dengan benar dan penuh kehati-hatian.
Bapak/Ibu yang saya cintai, kali ini saya benar-benar ingin berbicara dari hati ke hati. Sekarang ini, hal terpenting dari kehidupan kita adalah membiarkan tubuh kita imun terhadap berbagai serangan virus yang mendera. Untuk mewujudkannya diperlukan suasana hati riang gembira, rendahnya tingkat stres oleh karena beban pekerjaan, asupan makanan bergizi nan cukup, olahraga dan istirahat yang memadai dan juga curahan kasih sayang dari orang-orang terdekat. Apakah kita bisa mewujudkannya? Meninggalnya beberapa tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19 seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita. Terlepas fakta apapun yang melatarbelakangi kematiannya, pada akhirnya kita sendiri yang bisa mengukur kemampuan diri menghadapi situasi saat ini.
Pemerintah telah menghimbau kita untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan. Itu merupakan salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah menghadapi situasi yang tidak pasti kali ini guna mengurangi tingkat penyebaran COVID-19. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tentunya kita juga harus ikut mensukseskan himbauan tersebut. Kita semua adalah buzzer pemerintah dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara agar lebih baik. Konsekuensi dari kebijakan baik ini adalah pencairan APBN Bapak/Ibu menjadi sedikit berbeda dari biasanya.
Bapak/Ibu yang baik,
Saat nanti ketika kita hanya bisa bersua melalui daring, mohonlah untuk lebih bersabar dari biasanya. Jikalau kami belum membalas email Bapak/Ibu, kemungkinan besar kita mungkin sedang membalas email satker lain. Saat sore telah menjelang dan kami tidak mengangkat telpon Bapak/Ibu, kami mungkin sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah, berolahraga sebentar ataupun beristirahat lebih cepat dibanding hari biasanya. Bapak/Ibu, saat ini kita dipaksa untuk hidup dengan lebih sehat dan teratur. Bapak/Ibu jangan terlalu banyak begadang menginput transaksi, lalu mengirimkan pesan karena menemui kendala dalam mengerjakannya. Bapak/Ibu dan kami saat ini perlu istirahat dengan lebih baik. Alangkah baiknya pula jika malam-malam kita diisi dengan mengajar anak kita mengaji, menemani mereka mengerjakan PR ataupun berasyik masuk dengan pasangan kita masing-masing. Bapak/Ibu, pekerjaan kita tidak ada artinya jika kita jatuh sakit.
Bapak/Ibu yang baik,
Jikalau telepon Bapak/Ibu tidak diangkat sekali dua kali janganlah lantas menelepon sampai sepuluh kali sehingga membangkitkan rasa bersalah kami. Ambilah nafas sebentar dan cobalah untuk tidak menambah stres berbagai pihak. Saat ini kita benar-benar butuh merasa bahagia. Selipkanlah pesan lucu diantara pesan-pesan pekerjaan yang ingin ditanyakan kepada kami. Bagikanlah video motivasi yang bisa menyemangati kami dan juga Bapak/Ibu sendiri tentunya. Semua tugas yang kami emban, akan coba kami kerjakan meski mungkin kami butuh waktu yang lebih lama dari biasanya.
Bapak/Ibu yang baik,
Makanlah dengan lebih teratur, kurangilah merokok, perbanyaklah makan buah dan sayur. Saat akhir pekan tiba, berkumpulah dengan orang-orang terkasih di dalam rumah masing-masing. Meski situs online streaming gratisan telah diblokir oleh pemerintah, cobalah untuk mengulang kembali menonton film-film lama yang telah didownload namun belum sempat ditonton. Untuk yang malas berolahraga, cobalah resep jitu sang Master Corbuzier dalam 7 Minutes Workout. Meski Cuma 7 menit, Insya Alloh bagus untuk kesehatan tubuh kita. Di malam hari, di sepertiga malam terakhir, marilah kita bermunajat bersama agar musibah ini cepat berlalu. Bersimpuh memohon ampun atas segala keserakahan duniawi kita dari masa ke masa. Mari kita doakan Bapak TNI-Polri dan para tenaga kesehatan agar diberi kekuatan super dalam menghadapi cobaan kali ini. Jika esok hari rezeki kita berlebih, pesankanlah mereka makanan yang sehat, kirimkanlah mereka bunga-bunga cantik yang mencerahkan hari-hari mereka atau bantulah keluarga mereka dengan memberikan do’a keselamatan.
Bapak/Ibu yang saya cintai,
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan kepada Bapak/Ibu Semua. Namun karena saya juga perlu istirahat, maka kali ini cukup ini saja. Mari saling mendoakan agar APBN kita baik-baik saja dan sanggup menghadapi tanggap darurat ini.
Bapak/Ibu yang baik,
Kotabumi malam ini panas sekali, lantas hujan deras. Kami tak menggerutu kali ini. Kami mencintai panas malam hari ini. Kami pun senang dengan hujan malam hari. Karena kita harus bahagia.
Kotabumi, 18 Maret 2020”
Pesan telah terkirim ke seluruh penjuru dunia. Terbang diantara kepak sayap malaikat. Semoga saja dunia semakin indah setelahnya.
BIODATA PENULIS
Nama : Nurman Hasim
Unit Kerja : KPPN Kotabumi
Disclaimer : Tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mewakili pandangan organisasi

