Kantor kami kedatangan pimpinan yang baru. Sosok yang hangat, bersahabat, tetapi suaranya tegas. Pribadinya yang hangat membuat kami cepat merasa akrab walaupun baru mengenal beliau. Terakhir beliau bertugas di Jakarta, tetapi sebelumnya telah malang melintang ke seluruh Indonesia. Sehingga telah berpengalaman berinteraksi dengan berbagai karakter pegawai. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk akrab dan mengenal kami satu per satu.
Sore kala itu adalah rapat perdana dengan beliau. Beliau memperkenalkan suatu program baru yang diberi nama Jumpa Kala Senja (JKS). JKS adalah kegiatan pertemuan yang berfungsi sebagai sarana baru untuk melakukan evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan selama seminggu dan rencana pekerjaan dalam seminggu kedepan yang dilakukan setiap hari Senin pukul 16.00 WITA.
Beberapa kali pertemuan kami masih merasa canggung dan belum percaya diri untuk membuat materi JKS karena belum terbiasa melakukannya. Namun seiring berjalannya waktu suasana rapat menjadi menarik dan selalu ditunggu untuk diikuti oleh seluruh pegawai. Kegiatan Jumpa Kala Senja sudah mulai terarah pada awal Triwulan III Tahun 2020, namun saat itu situasi pandemi Covid-19 semakin bergejolak. Kami mulai pesimis untuk mencapai target realisai anggaran BUN berdasarkan target IKPA Triwulan III Tahun 2020 yakni 60%. Kemudian beliau bertanya : “Apakah kita mau dan mampu mencapai target realisasi 60% ?”. Kami semua terdiam, karena pada saat itu persentase realisasi kami baru mencapai 32,74%. Beliau bertanya lagi : “Apakah teman-teman bersedia melakukan pendampingan kepada Satker agar bisa meningkatkan realisasi ?”. Beberapa dari kami menjawab : “ya, bersedia Pak.”. “ Jika demikian kita coba naikkan target ke 75% penyerapan” ujar beliau lebih lanjut.
“Mas tolong koordinasi dengan teman-teman PDMS, siapkan data POK dan daftar permasalahan dari Satker-satker yang realisasinya masih rendah sebagai bahan pendampingan satker dan kita naikan target realisasi menjadi 75% smoga mampu menjadi pengungkit ekonomi untuk menghindari resesi yang lebih dalam”. Beliau mengatakan sesaat sebelum saya mematikan komputer dan bersiap-siap untuk pulang kantor pada hari Jumat 28 Agustus 2020. Saya menjawab : “siap laksanakan”. Sejak malam itu komunikasi dengan satker kami lakukan secara intensif sehingga data yang dibutuhkan terkumpul dalam waktu 2 (dua) hari kerja. Koordinasi secara langsung kepada Satker pun kami lakukan untuk menyampaikan usulan dan tips dan membuat nota kesepakatan bersama untuk terkait percepatan realisasi untuk mencapai target IKPA dan mengajak satker untuk dapat meningkatkan realisasi menjadi 75%.
Bulan September, pada kegiatan Jumpa Kala Senja setiap minggunya, persentase realisasi satker semakin meningkat dan kami semakin optimis untuk mencapai target 75%, beliau selalu menekankan poin-poin penting untuk dikoodinasikan dengan Satker agar dilakukan lebih intensif namun mengikuti SOP dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Kementerian Keuangan.
Pada tanggal 30 September 2020 pukul 15.10 WITA persentase realisasi anggaran semakin merangkak mendekati target. “Pak sesuai hasil validasi data rekening penerima, ada beberapa rekening yang tidak valid, apabila SPM ditolak realisasi kita hanya bisa mencapai 74,48%” kata Petugas Konversi kepada beliau terkait 1 (Satu) SPM untuk pembayaran ke rekening pihak ketiga. Beliau menjawab : “ga apa-apa Mas ditolak saja kita harus menjaga agar tidak terjadi retur SP2D. Kita sudah mencapai hasil yang bagus, walaupun dalam suasana gejolak pandemi covid-19 kita sudah meningkatkan realisasi sebesar 41,74%, dari capaian awal Triwulan III realisasi cuma 32,74% sekarang telah mencapai 74,48%. Hasil yang bagus, intinya kita tetap berusaha dan bekerja sesuai SOP”.
Melalui kegiatan Jumpa Kala Senja ini, pimpinan berusaha menularkan suatu budaya dan standard baru dalam bekerja. Bahwa kegiatan harus dilakukan perecanaan dengan matang. Pelaksanaannya harus dilakukan dengan seksama dan sesuai rencana aksi. Setelah dilakukan harus dievaluasi secara menyeluruh. Perbaikan-perbaikan senantiasa dilakukan untuk meningkatkan kesempurnaan. Konsep manajerial PDCA (Plan, Do, Check, Action) benar-benar dijalankan dalam setiap kegiatan.
Kegiatan ini bermanfaat untuk kantor adalah suatu keniscayaan. Tetapi lebih dari itu, JKS bermanfaat untuk setiap kami pribadi. Bagaimana kami mengorganisasikan pekerjaan, mempelajari suatu standard baru dalam bekerja. Dan kami percaya ilmu akan berguna bagi kami, bukan hanya di kantor ini, tetapi dimanapun kami ditempatkan.
Sejak dipromosikan menjadi Pejabat Eselon 3 pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Ruteng Bapak Y. Kus Suhantoro selalu mengajak agar selalu menetapkan target dalam setiap pekerjaan yang diberikan. Jangan lupa untuk mengevaluasi hasil pekerjaan yang telah diselesaikan. Inilah sekelumit penjelasan dari program “Jumpa Kala Senja”.
PENULIS :
Nama : Mixson Melkisedek Massu
NIP : 198504182004121001
“Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mewakili pandangan organisasi”

