CSO Online DI TENGAH PANDEMI Harus membumi

Pandemi yang melanda negeri membikin hati terasa nyeri. Satuan kerja diminta melakukan realokasi atas anggaran yang menjadi tanggungjawabnya lebih dini. Hal ini membuat satuan kerja menjadi hati-hati mengingat situasi pandemi yang belum pasti.

Kanwil DJPb Provinsi NTT membawahi 620 satuan kerja, tentunya menjadi keniscayaan untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar satuan kerja yang akan mengajukan usulan revisi anggaran dapat terlayani dengan baik dan memuaskan hati. Untuk itu sejak pandemi memberi inspirasi Kanwil DJPb Provinsi NTT memberikan layanan konsultasi secara daring (online) dalam bentuk CSO Online setiap pekan, yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 10.00 WITA lewat aplikasi zoom meeting, selain layanan konsultasi hari-hari lewat Grup WA dan Telegram, yang masing-masing satuan kerja telah memiliki.

CSO Online tidak terbatas hanya membahas tentang revisi, namun lebih kepada proses pelaksanaan anggaran satuan kerja dalam menyelenggarakan kegiatannya. Dan format CSO Online tidak mengusung formalitas, hanya sekadar ngobrol santai seperti di warung kopi, siapa saja boleh bicara, dan boleh mengemukakan apa saja.

Menjelang hari Kamis, sebagai hari H pelaksanaan CSO Online telah dilakukan pengumuman dan penyampaian flyer lewat Grup WA dan Telegram, dan memitigasi risiko atas ketidaksampain pengumuman tersebut, serta ketidaktahuan satuan kerja atas diselenggarakannya CSO Online, mulai hari Senin hingga Rabu telah dilakukan penyebaran flyer CSO Online kepada satuan kerja. Selain itu satu hari bahkan satu-dua jam sebelum dilaksanakan telah dilakukan penyampaian kembali kepada satuan kerja, serta kepada satuan kerja yang selama satu minggu terakhir telah menyampaikan pertanyaan dan konsultasi secara pribadi, sehingga saat pelaksanaan CSO Online dapat berbagi pengalaman atas penyelesaian kendala dan hambatan yang telah di selesaikan seminggu sebelumnya. Dengan demikian konsep obrolan dalam CSO Online dapat berjalan dua arah dan proses saling berbagi menjadi lebih hidup dan berkembang antar satuan kerja.

Kegiatan CSO Online dalam pandemi sangat membantu satuan kerja apabila menemui kesulitan dan kendala dalam proses pelaksanaan anggarannya. Dalam ngobrol di CSO Online satuan kerja yang mengalami kesulitan dapat menyampaikan secara langsung dan mendapat jawaban pada saat itu juga, sama seperti saat konsultasi tatap muka, dan satuan kerja yang lain dapat mengambil hikmah atas kendala yang dialami oleh satuan kerja yang lain. Dan inipun tidak terbatas mengobrol dalam bahasa formal dan baku, bahkan ada satu hari dimana CSO Online hanya mengobrol tentang kejadian sehari-hari yang dialami satuan kerja, meski tetap ada obrolan seriusnya menyangkut pelaksanaan anggaran, terutama proses pengajuan revisi.

Ada satu hari ketika peserta CSO Online tidak lebih dari lima orang, bahkan di tengah kegiatan ada satuan kerja yang mohon ijin untuk leave terlebih dulu karena ada urusan kantor lain, namun ada saat ketika satuan kerja yang mengikuti CSO Online hingga puluhan peserta. Dan saat itulah obrolan CSO Online tidak lagi dapat dilakukan dalam format lebih santai, maka petugas Kanwil DJPb Provinsi NTT akan lebih menonjolkan penyampaian sosialisasi serta pertanyaan yang dibatasi. Namun bila tidak lebih dari 20 peserta obrolan yang lebih santai namun serius dapat dilaksanakan dengan lebih intensif, sehingga satu pertanyaan satuan kerja dapat dicarikan solusinya secara lebih mendalam dan tajam, yang tentunya akan berujung kepada pertanyaan-pertanyaan lain dari satuan kerja yang lain pula.

Namun demikian ada hal-hal yang mengharuskan satuan kerja melakukan pertemuan secara tatap muka dengan petugas Kanwil DJPb Provinsi NTT, apabila terdapat permasalahan terkait aplikasi yang tidak dapat diselesaikan secara online, maka memasuki era normal baru satuan kerja diperkenankan untuk datang bertatap muka dengan petugas Kanwil DJPb Provinsi NTT, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, mengenakan masker, mengukur suhu tubuh serta mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan tidak lupa menjaga jarak, bahkan sebelum memasuki ruang FO satker diwajibkan membasuh tangan dengan hand sanitizer.

Setelah melewati proses pemenuhan protokol kesehatan barulah satuan kerja diperkenankan untuk berkunjung ke ruang FO Kanwil DJPb Provinsi NTT. Ruangan FO Kanwil DJPb Provinsi NTT sebagai ruang layanan telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memenuhi persyaratan protokol kesehatan, dengan menambahkan pemisah akrilik sehingga antara petugas satuan kerja dengan petugas Kanwil DJPb Provinsi NTT dapat berkonsultasi dengan aman.

Mengapa mesti dilakukan secara rigid dan rinci seperti itu, apakah tidak akan membuat petugas satuan kerja merasa risih dan dicurigai. Seperti yang telah menjadi pengetahuan semua orang bahwa Covid-19 tidak mengenal tua dan muda, kaya miskin, lelaki dan perempuan serta pejabat dan pelaksana. Apabila meninggalkan kehati-hatian, risiko untuk terpapar lebih besar dari pada menjaga diri sendiri yang berarti juga menjaga orang lain dengan mematuhi protokol kesehatan.

Pandemi belum berakhir dan belum pasti kapan akan berakhir, membuat semua menjadi kawatir dan ketar ketir. Namun di dalam satu kesulitan Tuhan meyelipkan bermacam kemudahan yang mesti kita cari dan temukan, hanya membutuhkan kerendahan hati agar berujung pada kegembiraan yang tak terperi.

Ayo melayani, jangan takut dengan pandemi hanya tetap hati-hati dan memasrahkan diri kepada Tuhan Sang Maha Pemberi.

 

 

Nama   : Yudi Santoso

Kantor : Kanwil DJPb Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

“Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mewakili pandangan  organisasi”

Copyright ©2024 ASEAN Treasury Forum - All Rights Reserved By DJPb.



Search