Gd A Lantai 2 dan 3, Komplek GKN, Jl Tgk. Chik Ditiro, Banda Aceh

Menjelajah Ragam Oleh-Oleh Khas dari UMKM Lokal di Seluruh Kabupaten/Kota di Aceh

Menjelajah Ragam Oleh-Oleh Khas dari UMKM Lokal di Seluruh Kabupaten/Kota di Aceh Menjelajah keindahan Aceh selalu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung, dari kilauan laut di Sabang, pelukan panjang antara pasir putih dan bukit-bukit hijau di Pantai Lampuuk dan Lhoknga, ketenangan dataran tinggi Gayo dengan danau dan hamparan kebun kopi yang berselimut kabut, hingga Pulau Banyak yang memesona dengan kejernihan airnya yang bak kristal. Menjelajah keindahan alam belum lah lengkap tanpa menjelajah ragam oleh-oleh khas dari UMKM lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah dan jejak tradisi yang dapat terus hidup melintasi batas wilayah.

Setiap oleh-oleh yang dihasilkan, bukan sekadar barang, tetapi juga cerminan budaya, kreativitas, dan keramahan masyarakat Aceh yang diwariskan dari generasi ke generasi. Rasa dan bentuknya menyimpan cerita unik dari tiap daerah, mulai dari aroma kopi khas, kue tradisional yang kaya rempah, hingga kain bermotif indah. Produk khas Aceh menawarkan kualitas yang berkelas namun tetap sederhana. Melalui artikel ini, Anda diajak untuk mengenal berbagai oleh-oleh khas yang layak dibawa pulang sebagai kenangan dari perjalanan yang tak terlupakan.

Berikut adalah beberapa pilihan oleh-oleh khas dari berbagai penjuru Aceh yang patut Anda bawa pulang.

Banda Aceh

1. Kue Timphan

Kue legendaris khas Aceh berbahan dasar tepung ketan dengan isi serikaya atau kelapa yang dibalut aroma harum daun pisang muda.

2. Ikan Keumamah

Ikan kayu khas Aceh yang diolah dari tongkol rebus dan dikeringkan, menghasilkan cita rasa gurih yang tahan lama dan kaya akan rempah.

3. Abon Ikan

Olahan daging ikan segar pilihan dengan tekstur halus dan bumbu rempah yang meresap, menciptakan rasa gurih autentik yang praktis dijadikan lauk maupun teman perjalanan. Terdapat juga abon premium dari daging ikan tuna segar pilihan dengan tekstur lembut dan bumbu rempah khas yang gurih serta tahan lama.

4. Asam Sunti

Bumbu dapur esensial khas Aceh dari belimbing wuluh kering dalam kemasan praktis, pemberi rasa asam segar yang autentik pada masakan.

5. Dendeng Aceh

Dendeng khas Aceh umumnya berbentuk irisan tipis (pipih) yang dikeringkan hingga renyah ataupun basah dengan balutan bumbu rempah yang meresap khas Aceh, tersedia dalam berbagai variasi seperti daging sapi, ikan, hingga teri.

6. Kopi Aceh

Berbagai produk kopi legendaris dan modern dengan aroma tajam dan cita rasa kuat yang diproses secara tradisional sejak puluhan tahun.

7. Kue Bhoi

Kue bolu tradisional berbentuk ikan dan bunga dengan tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut, cocok untuk menemani waktu ngopi anda

8. Keukarah

Penganan renyah berbentuk jaring halus dari tepung beras yang menawarkan rasa manis ringan dan tekstur yang unik.

9. Sambal Hijau Khas Aceh

Sambal yang terbuat dari cabe rawit hijau yang dicampur dengan asam sunti tanpa perasa, pemanis, dan non msg.

10. Sarung

Kain sarung modern dengan desain minimalis dan elegan yang sudah terkenal luas, sekaligus mengangkat kembali identitas budaya berpakaian masyarakat Aceh.

11. Kerajinan Motif Pintu Aceh

Berbagai kerajinan Aceh dengan ukiran khas Pinto Aceh yang melambangkan keramahan dan kemuliaan adat Bumi Serambi Mekkah. Ukirannya tersedia pada berbagai media, seperti bros, bordir pada pakaian dan kerudung/mukena, aplikasi pada tas, dan gantungan kunci.

 

Sabang

1. Bakpia Sabang

Bakpia khas Pulau Weh dengan tekstur kulit yang renyah dan beragam isian yang lembut  menjadi buah tangan ikonik dari ujung barat Indonesia.'

2. Dodol Sabang

Penganan manis bertekstur kenyal dengan aroma khas yang diolah secara tradisional, menghadirkan cita rasa legit yang autentik.

3. Teh Sarang Semut

Minuman herbal kaya antioksidan dari tanaman Myrmecodia yang tumbuh alami di area kaki gunung berapi Jaboi, dikenal memiliki beragam khasiat untuk kesehatan tubuh.

4. Selai Jamblang

Selai unik berbahan buah jamblang (boh jambee kleng) yang menawarkan perpaduan rasa manis dan segar untuk teman sarapan Anda.

 

Aceh Barat

1. Kopiah Meukutop

Penutup kepala tradisional yang identik dengan pahlawan Teuku Umar yang memiliki paduan warna filosofis dengan melambangkan kegagahan serta nilai-nilai adat Aceh.

2. Meuseukat

Penganan manis sejenis dodol berwarna kuning cerah dengan ukiran seni yang indah, biasanya disajikan sebagai bentuk penghormatan tinggi kepada tamu.

3. Kopi Khop (Kopi Gampoeng)

Sensasi minum kopi yang unik dengan cara gelas dibalik, menciptakan aroma yang terjaga dan cita rasa khas perdesaan Aceh Barat.

4. Boh Meuria

Buah rumbia khas pesisir yang menawarkan perpaduan rasa manis, kelat, dan segar, sering dinikmati bersama bumbu rujak yang menggugah selera.

5. Egg Tart

Kue pai susu lembut dengan tekstur pinggiran renyah dengan berbagai isian yang manis, menjadi camilan populer yang memanjakan lidah dari Aceh Barat.

6. Gula Semut

Pemanis nira aren rendah kalori khas Aceh Barat berbentuk butiran praktis yang kaya mineral, beraroma karamel, serta berkhasiat mencegah diabetes dan anemia.

7. Talam Durian

Talam durian khas Meulaboh adalah kue basah tradisional yang memadukan lapisan ketan gurih dengan lapisan serikaya durian asli yang manis dan lembut, menciptakan cita rasa autentik yang digemari sebagai buah tangan.

 

Aceh Barat Daya

1. Kerupuk Sagu

Kerupuk sagu khas Aceh Barat Daya yang terbuat dari olahan tepung sagu pilihan dengan bumbu rempah sederhana, yang tersedia dalam bentuk mentah siap goreng maupun yang sudah digoreng renyah dengan cita rasa gurih yang autentik.

2. Bak Pisang Krispi

Bak pisang krispi khas Aceh Barat Daya adalah camilan inovatif berbahan utama bagian dalam batang pisang yang diolah dengan bumbu rempah pilihan, kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur yang renyah dan gurih

3. Batik Ecoprint

Batik khas Aceh Barat Daya yang menggunakan pewarna dan motif alami dari serat daun lokal untuk menciptakan desain busana yang eksklusif dan artistik.

 

Aceh Besar

1. Kue Bhoi

Kue bolu tradisional berbentuk unik yang dipanggang hingga renyah di luar namun tetap lembut di dalam, sering disajikan dalam acara adat Aceh.

2. Keripik Temurui

Camilan renyah dengan aroma harum daun salam koja (temurui) yang memberikan sensasi gurih rempah autentik di setiap gigitan.

3. Halua Durian

Penganan manis khas yang diolah dari daging durian asli, menghasilkan tekstur legit dengan aroma buah yang sangat kuat.

4. Madu Linot (Madu Trigona)

Madu alami dari lebah tanpa sengat yang memiliki perpaduan rasa manis-asam unik dan kandungan antioksidan lebih tinggi untuk daya tahan tubuh.

 

Aceh Jaya

1. Chingkui

Kuliner tradisional khas dari Lamno, Aceh Jaya, yang terbuat dari campuran tepung beras ketan dan berbagai jenis dedaunan herbal dengan perpaduan rasa manis dan gurih.

2. Boh Giri (Jeruk Bali)

Jeruk Bali atau Boh Giri khas Aceh Jaya dikenal dengan kulitnya yang tebal dan bulir kemerahan sesuai tingkat kematangan. Dibandingkan daerah lain, rasanya lebih manis dengan tekstur yang lembut dan tidak terlalu asam.

3. Batik Pucok Oen Nilam

Batik khas Aceh Jaya yang memadukan keindahan motif pucuk daun nilam dalam balutan warna-warna elegan yang mencerminkan kekayaan alam daerah.

 

Aceh Selatan

1. Manisan Pala

Manisan pala adalah camilan berbahan dasar daging buah pala, menghasilkan perpaduan rasa manis, asam, dan sedikit pedas/hangat.

2. Keripik Manyang

Camilan renyah terbuat dari tepung beras, tanpa menggunakan bahan pengawet, yang dipelintir dengan menggunakan manyang, bunga muda kelapa.

3. Sirup Pala

Minuman konsentrat buah pala yang menyegarkan dengan rasa manis dan aroma yang nikmat. Selain lezat, sirup ini dapat berkhasiat membantu pencernaan dan memberikan efek hangat pada tubuh.

 

Aceh Singkil

1. Lokan Badaruk

Kerang sungai yang digoreng garing dengan bumbu rempah hingga bertekstur krispi dan gurih.

2. Chu Kriuk

Camilan unik dari siput sungai kecil yang diolah hingga renyah tanpa menghilangkan rasa aslinya.

3. Kue Sangko

Kue tradisional berbahan tepung beras dan gula yang dikukus, memiliki tekstur padat namun lumer di mulut

4. Keripik Awu-Awu

Peyek dengan isian ikan teri awu-awu dan bumbu khas pulau banyak, memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang gurih.

5. Lompong Sagu

Sagu yang dibungkus daun pisang lalu dibakar, menghasilkan aroma wangi dengan rasa manis yang legit.

6. Kain Tenun Motif Epen Buaya

Motif Epen (gigi) Buaya menampilkan pola zig-zag yang rumit dari warisan budaya leluhur yang dipadu padankan dengan kerajinan tenun daerah.

 

Aceh Tamiang

1. Kue Rasidah

Penganan tradisional khas Aceh Tamiang dengan tekstur padat, lembut, dan kenyal. Terbuat dari tepung terigu, gula, dan mentega, kue ini memiliki keunikan pada perpaduan rasa manis dengan aroma gurih dari taburan bawang goreng di atasnya.

2. Kopi Pandan Jahe

Kopi pandan jahe khas Aceh Tamiang adalah kopi bubuk tradisional dengan paduan jahe dan daun pandan yang memberikan aroma harum serta sensasi hangat yang menyehatkan.

3. Jahe Merah Pelawi

Minuman herbal alami yang menawarkan sensasi hangat yang kuat dan aroma yang khas untuk membantu menjaga daya tahan tubuh serta meningkatkan kebugaran secara tradisional.

4. Kembang Loyang

Kue tradisional khas Aceh Tamiang berbentuk bunga yang renyah dan gurih. Tersedia dalam dua pilihan, yaitu varian dengan wijen yang lebih harum dan varian original, camilan ini menjadi oleh-oleh favorit karena daya tahannya yang lama.

5. Terasi Tamiang

Bumbu masak tradisional yang terbuat dari udang rebon hasil tangkapan nelayan lokal. Diolah secara alami melalui proses fermentasi dan penjemuran tanpa bahan pengawet. Produk ini memiliki warna kemerahan yang khas, tekstur padat, serta aroma tajam dan rasa gurih yang kuat.

6. Songket Putri Lindung Bulan

Kain tenun tradisional khas Aceh Tamiang yang dibuat dengan teknik tenun tangan yang rumit, menonjolkan perpaduan motif etnik yang indah dan warna-warna elegan sebagai representasi warisan seni serta identitas budaya masyarakat setempat.

 

Aceh Tengah

1. Kopi Gayo

Biji kopi arabika kualitas dunia dengan aroma tajam, rasa kompleks (cokelat, rempah, fruity), keasaman rendah, dan bodi tebal. Selain Arabika, Robusta Gayo juga ada, menawarkan cita rasa dan aroma yang kuat.

2. Pie Kopi

Kue pastri mini dengan isian vla lembut yang memadukan aroma pekat kopi Gayo dan rasa manis.

3. Kerawang Gayo

Kain dengan aksesori bordiran motif sulur warna-warni yang sarat akan makna filosofi suku Gayo. Diaplikasikan pada bordir di pakaian, peci, tas, hingga selendang, dengan perpaduan warna khas merah, putih, hijau, kuning, dan hitam.

 

Aceh Tenggara

1. Gula Aren

Pemanis alami hasil sadapan nira murni yang dimasak lama hingga menjadi padat, harum, dan legit.

2. Kopi

Kopi khas Kutacane, Aceh Tenggara merupakan kopi varietas unggulan yang tumbuh di lereng dataran tinggi Taman Nasional Gunung Leuser, dikenal memiliki aroma yang sangat kuat serta cita rasa rempah alami yang khas berkat kesuburan tanah vulkanisnya.

3. Kerajinan Suku Alas

Kerajinan khas Suku Alas di Aceh Tenggara dengan motifnya Mesikhat, yaitu sulaman khas yang biasanya dipakai pada kegiatan adat. Diaplikasikan pada pakaian adat, tas, dompet, dan lainnya.

 

Aceh Timur

1. Pisang Sale

Terbuat dari pisang wak yang diasapi hingga kecokelatan untuk menciptakan tekstur kenyal dengan rasa manis madu yang pekat. Varian lainnya adalah pisang sale goreng dengan perpaduan tekstur yang garing namun tetap kenyal (tidak tipis).

2. Bingkang U Muda

Bingkang kelapa muda adalah kuliner khas Aceh Timur yang terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa gurih manis yang menyatu sempurna hasil dari perpaduan santan serta sari kelapa muda.

3. Anyaman Pandan

Produk unggulan berbasis kearifan lokal terutama di Gampong Alue Dua Muka O, Idi Rayeuk. Menggunakan daun pandan duri yang diolah agar kuat dan fleksibel, kerajinan ini menghasilkan berbagai produk seperti tikar, tas, dompet, sandal, dan kotak tisu.

 

Aceh Utara

1. Keukarah

Kue tradisional berbentuk jaring halus yang renyah, dibuat dari adonan tepung beras yang menawarkan rasa manis ringan dan tekstur yang unik.

2. Olahan Cokelat

Produk cokelat olahan lokal dengan tekstur lembut yang menonjolkan cita rasa kakao asli Aceh Utara. Olahannya diantaranya adalah bubuk cokelat, cokelat bar, dan cokelat murni.

3. Pisang Sale

Pisang sale khas Aceh Utara adalah camilan tradisional hasil pengasapan pisang wak yang memiliki aroma harum yang khas, tekstur yang renyah di luar namun kenyal di dalam, serta rasa manis alami yang tahan lama tanpa bahan pengawet. Varian lainnya adalah pisang sale goreng dengan perpaduan tekstur yang garing namun tetap kenyal (tidak tipis).

 

Bener Meriah

1. Kopi Gayo

Kopi arabika premium dari dataran tinggi Gayo yang memiliki body tebal dan aroma harum yang khas. Selain Arabika, Robusta Gayo juga ada, menawarkan cita rasa dan aroma yang kuat.

2. Jamu Damaran Baru

Minuman herbal tradisional khas masyarakat Desa Damaran Baru, yang diolah dari rempah-rempah lokal dengan cara tradisional sehingga tetap menjaga cita rasa khas dan alami.

3. Madu Damaran Baru

Madu Damaran Baru merupakan salah satu madu yang dihasilkan lebah  dari sari bunga pohon Kaliandra yang merupakan salah satu pohon yang dominan tumbuh di desa damaran baru.

4. Madu Hutan

Madu hutan asli berkualitas tinggi dari kawasan Bale yang diproduksi secara alami (raw honey) oleh kelompok masyarakat.

 

Bireuen

1. Kue Nagasari

Salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Bireuen yang dikenal luas dengan cita rasa manis, legit, dan tekstur lembut. Kue tradisional ini terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula, dengan isian pisang matang, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus hingga harum.

2. Madu Linot (Madu Trigona)

Cairan nektar dari lebah kecil tak bersengat yang rasanya unik, perpaduan manis dan asam segar.

3. Keripik Pisang dan Sukun

Camilan renyah asal "Kota Juang" ini merupakan produk unggulan yang diolah dari berbagai bahan baku pilihan seperti pisang, ubi, dan sukun yang digoreng hingga garing. Setiap variannya menawarkan sensasi rasa yang berbeda, seperti manis alami, gurih, hingga pedas, memberikan banyak pilihan rasa dalam satu jenis camilan khas yang praktis.

4. Produk Anyaman Purun

Produk kerajinan tangan berupa pouch dan keranjang yang dianyam secara manual dari serat tumbuhan purun, menghasilkan tekstur yang rapi, kuat, estetik, serta ramah lingkungan.

 

Gayo Lues

1. Gutel

Kudapan tradisional khas Gayo Lues, Aceh, berbahan dasar tepung beras, kelapa parut, dan gula merah/aren yang dikukus. Berbentuk lonjong, penganan ini legendaris karena tahan lama, beraroma daun pandan, serta memiliki cita rasa manis-gurih yang khas.

2. Kopi Gayo

Kopi gayo adalah kopi varietas Arabika unggulan dari dataran tinggi Gayo yang telah mendunia karena memiliki cita rasa tidak terlalu pahit, aroma yang khas, serta tingkat keasaman yang rendah. Selain Arabika, Robusta Gayo juga ada, menawarkan cita rasa dan aroma yang kuat.

3. Kerawang Gayo

Kain dengan aksesori bordiran motif sulur warna-warni yang sarat akan makna filosofi suku Gayo. Diaplikasikan pada bordir pakaian, peci, tas, hingga selendang, dengan perpaduan warna khas merah, putih, hijau, kuning, dan hitam.

 

Langsa

1. Olahan Mangrove

Produk olahan mangrove menghadirkan beragam inovasi pangan berbahan dasar buah bakau dan daun mangrove yang diolah menjadi sirup, selai, keripik, dodol, hingga berbagai camilan modern seperti mochi, mie instan, dan cokelat. Produk ini memiliki cita rasa khas, tekstur yang beragam dari renyah hingga kenyal, serta kaya akan nutrisi alami sehingga menjadi pilihan pangan yang unik dan lebih sehat.

2. Kecap Asin

Penyedap masakan cair legendaris dari Langsa dengan rasa asin yang pas dan aroma fermentasi kedelai yang khas.

3. Terasi Langsa

Bumbu dapur tradisional yang diolah dari udang rebon pilihan hasil tangkapan nelayan lokal melalui proses fermentasi alami. Memiliki aroma yang khas dan rasa gurih yang kuat karena kualitasnya yang murni tanpa bahan pengawet.

4. Dendeng Jantung Pisang

Olahan serat jantung pisang yang dibumbui mirip daging, memiliki tekstur berserat dan rasa gurih manis.

5. Keripik Aneka Rasa

Kudapan khas Langsa ini menawarkan ragam olahan umbi-umbian, pisang, tahu, dan tempe yang digoreng renyah dengan berbagai pilihan rasa. Varian rasanya cukup beragam, mulai dari taburan bumbu kering seperti jagung manis, balado, barbeque hingga varian pedas khas yang diolah menggunakan campuran asam jawa dan gula merah.

 

Lhokseumawe

1. Keripik Daun Kari

Dalam Bahasa Aceh, Oen Teumurui (daun kari) diolah sebagai bahan utama dengan campuran tepung, telur, margarin, dan rempah pilihan menjadikan keripik daun kari penganan yang unik dan khas.

2. Bolen Aneka Rasa

Bolen khas Lhokseumawe hadir dalam berbagai varian rasa, baik manis maupun gurih seperti bolen ayam, dengan tekstur lembut dan cita rasa yang khas. Produk ini tahan beberapa hari di suhu ruang tanpa bahan pengawet serta dikemas rapi dan menarik sehingga cocok dijadikan oleh-oleh praktis untuk dibawa bepergian.

3. Camilan Kopi

Camilan inovatif dengan tekstur yang renyah bercita rasa kopi dengan aroma harum, yang menjadi cara praktis dan unik menikmati kopi selain diseduh.

4. Kerajinan Bordir Khas Lhokseumawe

Kerajinan bordir ini hadir pada kain, tas, dan aksesori dengan motif tradisional seperti Dheun Bungong Sagoe, Bungong Cane Meusagoe, dan Awan Sion yang mencerminkan identitas budaya.

 

Nagan Raya

1. Aksesori Giok Aceh

Aksesori dari batu giok khas Nagan Raya berupa cincin, gelang, dan liontin yang menawarkan keindahan batu alam dengan sentuhan elegan, menjadikannya oleh-oleh unik yang bernilai estetika tinggi.

2. Kue Bungong Kayee

Kue bungong kayee adalah kudapan tradisional khas Nagan Raya yang memiliki bentuk menyerupai bunga kayu dengan tekstur renyah dan rasa manis yang berasal dari balutan air gula (karamel).

3. Telur Asin

Telur bebek yang diperam dengan media khusus hingga menghasilkan kuning telur yang masir dan berminyak. Selain telur asin rebus, ada juga varian lainnya, yaitu telur asin bakar.

 

Pidie

1. Kerupuk Mulieng (Emping)

Kerupuk mulieng atau emping merupakan camilan yang diolah secara tradisional dari biji melinjo pilihan melalui proses pemipihan manual dan penjemuran alami. Selain menawarkan perpaduan tekstur renyah dengan sensasi rasa pahit yang khas, kudapan ini juga kaya akan antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

2. Bakpia Kacang Merah

Camilan berbahan adonan tepung yang diisi kacang merah lembut, kemudian dipanggang hingga matang, menghasilkan rasa manis dan gurih yang seimbang.

3. Kopiah Riman

Kopiah tradisional khas Pidie dengan sulaman tangan yang halus dan motif autentik, memberikan kesan gagah dan eksklusif.

 

Pidie Jaya

1. Bingkang Singkong Aceh

Bingkang singkong merupakan variasi kue tradisional Aceh yang memanfaatkan singkong sebagai bahan utama, dipadukan dengan santan, gula, dan telur sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dengan rasa manis yang khas dan sering dijadikan oleh-oleh daerah.

2. Bulukat Teutet

Kue tradisional khas Aceh yang dibuat dari beras ketan pilihan yang dikukus bersama santan, daun pandan, dan sedikit garam sehingga menghasilkan tekstur yang pulen serta aroma yang harum. Setelah matang, bagian atasnya diberi lapisan serikaya yang manis dan lembut, kemudian dipanggang hingga permukaannya berwarna kecokelatan.

3. Olahan Cokelat

Produk cokelat unggulan yang mengolah biji kakao pilihan langsung dari petani lokal Aceh melalui proses fermentasi untuk menjaga kualitas dan aroma autentiknya. Hadir sebagai inovasi dari Pidie Jaya, berbagai varian produk mulai dari cokelat batangan, minuman serbuk, permen cokelat, hingga olahan khas kopi cokelat.

 

Simeulue

1. Kerupuk Teripang

Camilan gurih khas Simeulue dari olahan teripang pilihan yang bertekstur renyah, padat, dan kaya akan protein sebagai buah tangan sehat dari pesisir.

2. Leme

Kuliner khas Simeulue yang mencerminkan kearifan lokal dalam mengawetkan hasil laut yang serupa dengan tempoyak. Terbuat dari ikan kecil yang difermentasi bersama parutan kelapa dan bumbu dalam wadah tertutup, menghasilkan aroma tajam dengan rasa asam, gurih, dan kaya umami yang khas.

3. Kerajinan Motif Mata Sembilan

Motif “mata-mata” memiliki bentuk lingkaran kecil berulang yang melambangkan kewaspadaan dan kehati-hatian, selaras dengan nilai kearifan lokal. Motif ini banyak diaplikasikan pada kain perca, anyaman tikar, selendang, dan syal.

 

Subulussalam

1. Lele Asap (Etu Kerah)

Ikan lele asap atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai Etu Kerah merupakan produk kuliner tradisional khas Subulussalam yang diolah melalui proses pengasapan alami selama berjam-jam untuk menghasilkan aroma smoky yang khas. Memiliki tekstur daging yang kering dan tahan lama tanpa pengawet.

2. Salak Pondoh

Salak pondoh asal Subulussalam dikenal dengan daging buah yang tebal, lebih kenyal, aroma yang lebih kuat dari salak biasa dan rasa manis dominan tanpa rasa sepat.

3. Tepung Mocaf

Tepung singkong pilihan asal Subulussalam ini merupakan alternatif sehat yang bebas gluten, rendah kalori, tinggi serat dan kalsium. Dengan tekstur lembut serta aroma netral, produk lokal alami ini serbaguna sebagai pengganti tepung terigu untuk berbagai kebutuhan dapur.

4. Kue Bingkang Singkong

Kudapan tradisional khas Aceh yang terbuat dari parutan singkong, santan, dan gula. Kue ini memiliki tekstur yang padat namun lembut dengan aroma panggangan yang khas serta cita rasa manis gurih yang pas.

Yuk, bawa pulang potongan kebahagiaan dari perjalanan Anda di Aceh lewat deretan buah tangan ini, dan biarkan setiap rasa dan karyanya bercerita tentang kehangatan dan keindahan tempat yang baru saja Anda kunjungi. Bawa, rasakan, dan bagikan kepada orang-orang tersayang.

 

Daftar oleh-oleh khas yang disajikan dalam artikel ini merupakan hasil penelusuran dan pengetahuan penulis sehingga masih sangat mungkin terdapat beragam oleh-oleh lainnya dari setiap Kabupaten/Kota di Aceh yang belum tercantum.

 

Penulis:

  • Nurul Ramadhani (Peserta Magang Nasional Kemnaker Pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh).
  • Ali S. Zend.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search